Minggu, 06 Sep 2026 21:28 WIB

Ini Arti Maskot 'Si Mbois' Karakter Buaya KPU untuk Pilwali Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jun 2024 21:44 WIB
Foto: Maskot Pilwali Surabaya 2024
Foto: Maskot Pilwali Surabaya 2024

selalu.id - KPU Surabaya telah menetapkan maskot khusus untuk Pilwali Surabaya 2024 yakni karakter buaya bernama Si Mbois. Selain itu ada juga lagu mars dan jingle untuk Pilkada serentak yang akan digelar 27 November nanti.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Subairi mengumumkan pemenangnya.

Ia menyebut  Maskot "Si Mbois" karya Dedy Ranggameda terpilih sebagai maskot resmi. Kemudian pemenang pertama lomba MARS adalah Leonardo Agus Wahyudi M, dengan judul Berani memilih untuk Surabaya. Sedangkan pemenang pertama jingle adalah Andre Natalis Putranto.

Khusus untuk Si Mbois sendiri adalah akronim dari “Siap Memilih dan Berdemokrasi untuk Surabaya”, dengan harapan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2024 berjalan demokratis, lancar, dan sukses.

Maskot ini mengambil bentuk karakter buaya, hewan ikonik yang erat kaitannya dengan Kota Surabaya. Si Mbois digambarkan sebagai sosok penuh semangat, cerdas, ramah, dan bijaksana.

Tampil dengan gaya milenial namun tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal, Si Mbois mengenakan atasan lengan panjang casual berwarna orange, warna khas KPU.

Penampilannya semakin cerdas dengan kacamata dan estetik dengan kombinasi udeng/blangkon khas Surabaya serta balutan jarik bercorak batik semanggi.

Secara keseluruhan, Si Mbois mencerminkan karakter warga Surabaya sebagai warga kota metropolitan yang cerdas, peduli, dan bijak dalam menentukan calon pemimpinnya di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2024.

Untuk hadiah dan penghargaan, KPU Surabaya sudah menyiapkan total 42 juta, baik untuk pemenang lomba Maskot, Jingle maupun Mars Pilkada Surabaya.

Sementara narasumber Wahyu Kokang, dewan juri dari unsur seniman menyatakan bahwa dasar penetapan pemenang maskot didasarkan pada beberapa kriteria: keindahan visual, bersahabat, sederhana, originalitas, penggambaran buaya yang pas, serta busana khas Surabaya yang mewakili budaya setempat.

Narasumber lain, Maha Kalyana Mitta, dosen prodi musik UNESA menyatakan dalam penilaian Jingle dan Mars, harus mampu menunjukkan nilai luhur keagungan dan mulia dari objek yang mau diangkat, dan saat ini adalah instansi KPU Kota Surabaya

"Dari komposisi musiknya pun wajib ditunjukkan dengan ritme yang sesuai, yaitu meningkatkan semangat dari para pendengar," ungkap Mitta.

"Yang penting harus informatif, komunikatif dan persuasif," sebutnya.

Baca Juga: Budi Leksono soal Pilkada Dipilih DPRD: Itu Persempit Ruang Demokrasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.