Jumat, 05 Jun 2026 21:02 WIB

Ini Arti Maskot 'Si Mbois' Karakter Buaya KPU untuk Pilwali Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jun 2024 21:44 WIB
Foto: Maskot Pilwali Surabaya 2024
Foto: Maskot Pilwali Surabaya 2024

selalu.id - KPU Surabaya telah menetapkan maskot khusus untuk Pilwali Surabaya 2024 yakni karakter buaya bernama Si Mbois. Selain itu ada juga lagu mars dan jingle untuk Pilkada serentak yang akan digelar 27 November nanti.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Subairi mengumumkan pemenangnya.

Ia menyebut  Maskot "Si Mbois" karya Dedy Ranggameda terpilih sebagai maskot resmi. Kemudian pemenang pertama lomba MARS adalah Leonardo Agus Wahyudi M, dengan judul Berani memilih untuk Surabaya. Sedangkan pemenang pertama jingle adalah Andre Natalis Putranto.

Khusus untuk Si Mbois sendiri adalah akronim dari “Siap Memilih dan Berdemokrasi untuk Surabaya”, dengan harapan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2024 berjalan demokratis, lancar, dan sukses.

Maskot ini mengambil bentuk karakter buaya, hewan ikonik yang erat kaitannya dengan Kota Surabaya. Si Mbois digambarkan sebagai sosok penuh semangat, cerdas, ramah, dan bijaksana.

Tampil dengan gaya milenial namun tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal, Si Mbois mengenakan atasan lengan panjang casual berwarna orange, warna khas KPU.

Penampilannya semakin cerdas dengan kacamata dan estetik dengan kombinasi udeng/blangkon khas Surabaya serta balutan jarik bercorak batik semanggi.

Secara keseluruhan, Si Mbois mencerminkan karakter warga Surabaya sebagai warga kota metropolitan yang cerdas, peduli, dan bijak dalam menentukan calon pemimpinnya di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2024.

Untuk hadiah dan penghargaan, KPU Surabaya sudah menyiapkan total 42 juta, baik untuk pemenang lomba Maskot, Jingle maupun Mars Pilkada Surabaya.

Sementara narasumber Wahyu Kokang, dewan juri dari unsur seniman menyatakan bahwa dasar penetapan pemenang maskot didasarkan pada beberapa kriteria: keindahan visual, bersahabat, sederhana, originalitas, penggambaran buaya yang pas, serta busana khas Surabaya yang mewakili budaya setempat.

Narasumber lain, Maha Kalyana Mitta, dosen prodi musik UNESA menyatakan dalam penilaian Jingle dan Mars, harus mampu menunjukkan nilai luhur keagungan dan mulia dari objek yang mau diangkat, dan saat ini adalah instansi KPU Kota Surabaya

"Dari komposisi musiknya pun wajib ditunjukkan dengan ritme yang sesuai, yaitu meningkatkan semangat dari para pendengar," ungkap Mitta.

"Yang penting harus informatif, komunikatif dan persuasif," sebutnya.

Baca Juga: Budi Leksono soal Pilkada Dipilih DPRD: Itu Persempit Ruang Demokrasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.