Jumat, 05 Jun 2026 09:34 WIB

K-Food Digemari, Indonesia Posisi Ketiga Market Food Korea

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jun 2024 15:16 WIB
Foto: K-Food Zone
Foto: K-Food Zone

selalu.id - Produk Korea Selatan sering banyak disukai maupun diminati oleh masyarakat terutama para pecinta K-Popers. Salah satunya produk makanan ataupun kuliner asal negeri ginseng tersebut.

Bahkan, Indonesia merupakan negara ketiga setelah Vietnam dan Thailand dalam market ekspor sektor makanan dan minuman dari Korea Selatan.

Chief Representative Korea Agro Trade Center Jakarta Lee Seung Hoon menyebut produk asal negaranya tersebu market di Indonesia terus bertambah. Sebab, itu pihaknya menggelar perhelatan exhibition di Indonesia.

Sebab itu, Lee Sueng Hoon melihat selain Jakarta, kota lain seperti di Surabaya menjadi pilihan untuk memasifkan produk makanan dan minuman halal asal Korea Selatan.

"Kami melihat Surabaya memiliki market yang positif selain Jakarta," ujar Lee dalam konferensi pers yang digelar di Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (7/6/2024).

Menurutnya, Surabaya merupakan kota pertama yang mengadakan penggelaran event K-Food Korean seperti ini. Karena di Jakatta sudah lumayan banyak, makanya pihaknya mencoba untuk di kota-kota lain.

“Sedangkan pemikiran mereka bagaimana kalau kita pergi ke luar Jakarta kota kedua atau ketiga. Karena diliht kota lain itu masih belum banyak di Jakarta. Makanya diadakan event disini,” jelasnya.

Event ini, lanjut Lee, akan digelar hingga Minggu, 9 Juni 2024. Pastinya, K-Food Korean mengenalkan berbagai produk makanan dan minuman korea selatan. Selain itu, pengunjung bisa mencoba pakaian khas korea atau Hanbok dan membuat Kimchi

“Jadi tujuannya selain mengenalkan makan korea bisa juga orang yang datang kesini untuk bisa dekat dengan kultur korea. Disini di testing eat kita bisa cicip makanan korea. Untuk bisa memperkenalkan kekoreaan di Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut Lee menjelaskan Pemerintah Indonesia berencana memimpin pasar sertifikasi halal ke arah yang lebih terstandardisasi dengan menggandeng negara lain.

Hal untuk mengembangkan pasar sertifikasi halal Indonesia ke tingkat yang lebih internasional. Dengan menerima standar sertifikasi Halal internasional.

Selain itu pihaknya juga berencana  untuk memperkuat kerja sama internasional melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA).

Dia menyampaikan, sertifikasi silang halal adalah lembaga sertifikasi halal Indonesia mengakui sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi halal di negara lain.

"Karena standar atau prosedur sertifikasi halal mungkin berbeda di setiap negara, sertifikasi silang ditentukan setelah peninjauan dan konsultasi yang cermat," bebernya.

Lee juga sempat menyinggung soal Badan Sertifikasi Halal Korea (KHA) yakni organisasi yang bertanggung jawab atas sertifikasi halal bergaya Islam di Korea, memeriksa pembuatan dan pemrosesan produk makanan Islam untuk memastikan bahwa produk tersebut aman bagi konsumen muslim.

Sejak didirikan pada 2006, KHA terus melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk pengembangan makanan halal, termasuk menjadi
anggota organisasi kerja sama Islam dan Institut Teknologi dan Keamanan Makanan dan produk Islam pada 2012.

"Dan berpartisipasi dalam standarisasi makanan halal melalui kerja sama dengan Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) pada tahun 2020," terang Lee.

Salah salah seorang pengunjung asal Surabaya, Ardini mengaku  dirinya tak jarang merasa khawatir saat mencicipi atau mengonsumsi makanan asal Korea Selatan.

Bagi penggemar kimchi dan beragam olahan mie itu, label pada makanan dan minuman halal asal Korea Selatan sangat membantu dirinya.

"Jadi kalau ada pameran begini, kami sebagai user atau penikmat makanannya nggak khawatir lagi," ucapnya.

Baca Juga: Gus Hans Sindir Bapaslon Tak Mundur Pengurusan MUI Jatim, Khofifah-Emil?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.