Sabtu, 07 Nov 2026 04:44 WIB

Listrik Masuk Sawah, Petani Nganjuk Hemat Operasional 81 Persen

Foto: Petani Nganjuk
Foto: Petani Nganjuk

selalu.id - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus bekomitmen menjadi pelopor penggerak bidang ekonomi dengan menghadirkan elektrifikasi di sektor pertanian. Di Kabupaten Nganjuk selama 5 tahun terakhir mencatat pertumbuhan positif sebanyak 2.494 petani beralih menggunakan listrik PLN.

Hingga Maret 2024, terdapat penambahan pelanggan yang beralih menggunakan listrik PLN mencapai 344 petani Kabupaten Nganjuk. Banyaknya petani yang beralih memilih menggunakan listrik PLN ini didorong pemasaran intensif dan ekstensif PLN.

Sumartono (62), Petani Dusun Mojorebun, Kabupaten Nganjuk mengutarakan kisahnya menggunakan diesel untuk pengairan selama 40 tahun dan kini memilih beralih ke listrik PLN setelah merasakan lebih ekonomis.

"Jika sebelumnya pengairan menggunakan diesel selain lebih mahal juga susah mendapat bahan bakarnya. Dalam 1 (satu) kali penyiraman kebutuhan bahan bakar diesel mencapai 3 liter atau senilai Rp 27.000,- sementara untuk listrik PLN hanya membutuhkan Rp 5000. Penghematan mencapai 81 persen," ungkap Sumartono.

Selain lebih hemat secara operasional, elektrifikasi PLN ini akan menjadi lebih cepat karena penyiraman semakin teratur. Ia juga mengungkapkan saat menggunakan bahan bakar diesel harus mendapat ijin dan mendapat pembatasan kuota 30 liter/hari.

"Masyarakat merespon positif kehadiran listrik masuk sawah ini. Selain untuk elektrifikasi, para petani disini memanfaatkan listrik untuk mengusir hama dan menekan biaya pemeliharaan pertanian yang sebelumnya masih menggunakan cara tradisional," tambah Sumartono.

Teepisah, pengalaman serupa juga diungkapkan Heppy, Petani Kebun Jeruk Desa Bolo, Kecamatan Ujung Pangkah Gresik ini mengungkapkan sebelumnya menggunakan mesin diesel untuk operasional sumur bor mengairi 40 hektar lahan pertaniannya dengan hasil panen per bulan 2 ton per hektar. Menggunakan listrik PLN ia mampu mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga 61 persen.

"Semenjak menggunakan listrik PLN kami beralih ke pompa elektrik tipe Submersible Pump sehingga pengairan menjadi sangat lancar dan produktivitas pohon meningkat sehingga hasil buah melimpah. Hasil panen kami naik menjadi 150 persen," tutur Heppy.

Pengalaman lain diceritakan oleh Bambang Supeno. Ia merupakan pengelola penggilingan padi berdaya 131 kVA yang menghemat biaya operasional sebesar 40 - 50 peesen sejak beralih dari mesin diesel menjadi listrik. Selain itu operasional jadi semakin praktis, tidak berisik dan bersih.

"Berkat penghematan biaya operasi, produksinya meningkat menjadi 48 ton/bulan atau meningkat 30 persen dari biasanya," terang Bambang.

Lantaran demikian, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengatakan total pelanggan sektor pertanian atau yang disebut electrifying agriculture di Jawa Timur mencapai 152.269 pelanggan dengan daya terpasang 1.207.709 kVA.

Pelanggan tersebut berasal dari sektor perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan yang telah merasakan manfaat positif beralih ke listrik PLN. "Dengan kecukupan daya di Jawa Timur, PLN siap mendukung penuh pertumbuhan di sektor pertanian untuk menggerakkan roda perekonomian," pungkas Agus.

Baca Juga: Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.