Senin, 21 Sep 2026 00:34 WIB

LSM GMBU Pasuruan Siap Dukung Acara World Water Forum di Bali

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Mei 2024 11:39 WIB
Foto: LSM GMBU
Foto: LSM GMBU

selalu.id - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Kab. Pasuruan siap dukung acara World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Tak lama lagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10. Acara tersebut digelar di Bali dan akan berlansung tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 25 Mei 2024.

Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Kab. Pasurua akan mendukung penuh pertemuan yang akan dihadiri sejumlah negara tersebut. Dukungan itu sisampaikan ketua GMBI, Ahsari, Kamis 16 Mei 2024.

Baca Juga: PLN Sukses Kawal Kelistrikan Tanpa Kedip KTT WWF di Bali

Salah satu bentuk dukungannya, akan mencegat atau menghadang pihak-pihak yang berpotensi menghambat dan mengganggu jalannya kegiatan World Water Forum. Pihaknya sudah mempersiapkan personil yang akan menjaga jalur menuju Bali.

Jalur yang akan dilalui pegiat lingkungan yang akan melakukan aksi di tempat penyelenggaraan WWF. “Forum Air Dunia ini harus didukung, jangan sampai ada yang mengganggu. Personilnya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Pria yang biasa disapa Ashari ini akan menempatkan personilnya di sepanjang jalur pantura, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jika ada aktivis lingkungan yang akan ke Bali, lewat di jalur itu, akan dihentikan.

“Kami cegat dan hadang. Kami minta mereka untuk kembali. Apa yang kami lakukan, demi kelancaran dan keamanan. Tidak boleh ada yang mengganggu pertemuan tingkat dunia tersebut,” tandas Ashari.

Baca Juga: KTT Forum Air Sedunia di Bali, Pemprov Jatim Komitmen Kelola Air Bersih

Sebab menurutnya, World Water Forum ke-10 adalah acara internasional yang amat penting. Dalam pertemuan itu akan dibahas isu-isu kritis, terkait air tingkat global. Para peserta dari berbagai belahan dunia, berkesempatan berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman, dan mencari solusi bersama soal permasalahan air kian kompleks.

Ketua LSM GMBI yang berkantor pusat di Kab. Pasuruan, Jawa Timur ini menyatakan, akan bersikap tegas terhadap siapapun yang mencoba mengganggu jalannya acara forum. “Kami siap bekerja sama dengan pihak keamanan dan pemerintah setempat. Agar kegiatan World Water Forum ke-10 aman dan lancar,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Ashari menekankan pentingnya mendukung upaya-upaya menjaga lingkungan hidup dan sumber daya air yang berkelanjutan. Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk turut serta Menjaga kelestarian air, sebagai aset penting kehidupan.

Partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap World Water Forum, lanjut Ashari amatlah penting. Agar pertemuan tersebut menghasilkan langkah konkrit dalam meningkatkan manajemen air dan memperbaiki kualitas hidup dunia.

“Mari kita dukung bersama kegiatan penting ini. Kami berharap forum itu, menghasilkan program yang tidak hanya demi masa depan. Tetapi menghasilkan langkah-langkah kongkrit,” harap Ashari.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.