Senin, 02 Feb 2026 20:46 WIB

Rizal Ramli Dukung KH As'ad Said Ali sebagai Ketum PBNU Mendatang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 00:21 WIB
Tokoh nasional Rizal Ramli (RR), Foto: Istimewa
Tokoh nasional Rizal Ramli (RR), Foto: Istimewa

Surabaya (selalu.id) - Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas Islam terbesar di nusantara, bahkan dunia. Berdasarkan data LSI Denny JA tahun 2019, jumlah warga NU atau nahdliyin mencapai 108 juta jiwa.

Kebesaran NU itulah, maka jam'iyah yang didirikan oleh Hadratuss Syekh KH Hasyim Asy'ari memiliki peran yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Muktamar NU ke-34 yang digelar di Lampung 22-23 Desember 2021 seolah menjadi magnet kuat yang menyedot perhatian publik.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyebut Muktamar NU yang salah satu agenda utamanya adalah memilih Rais Aam dan Ketua Umum (Tandfiz) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah acara penting. Sebab, peran besar NU dalam sejarah Indonesia.

Tokoh yang dikenal sebagai sahabat dekat Gus Dur ini mengatakan, sebagai Organisasi masyarakat terbesar, peranan NU dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat penting, juga dalam memberi isi dan makna setelah Republik merdeka.

"Karena itu, ketua umum yang baru harus sanggup membawa NU untuk memperjuangkan nilai-nilai keagamaan, kerakyatan dan kebangsaan. Bukan sekedar mengejar dan menjadi bagian dari kekuasaan. NU diharapkan tetap teguh memperjuangkan cita-cita untuk menegakkan kebenaran dan keadilan untuk kesejahteraan rakyat," urai pria yang kerap disapa Gus Romli itu, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Nahdliyin Sumbang Suara Utama, Golkar Surabaya Teruskan Gelar Ziarah Wali 

Sebagai nahdliyin, RR berharap pimpinan NU ke depan menjadikan Jam'iyah dan jamaah Nahdlatul Ulama sebagai pusat pengabdian, pusat amal, dan pusat untuk menggembangkan potensi serta kesejahteraan umat Islam khususnya nahdliyin.

"Dalam konteks itu, saya mendukung KH As'ad Said Ali sebagai Ketua Umum NU. Kiai As’ad memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas di dalam pemerintahan dan tugas-tugas internasional, serta aktif sebagai Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015," ujar penasehat Forkom Jurnalis Nahdliyin ini.

RR menambahkan rekam jejak As’ad Said Ali tak perlu diragukan lagi. Ia adalah Alumnus Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta dan Alumni Hubungan Internasional UGM. Mendapat Gelar Doktor Horonis causa dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, dan Penanggung jawab kaderisasi PBNU.

"Kiai As’ad akan mampu memimpin NU untuk meneruskan dan memperbaharui Khitah NU 1926, menjadi bagian penting dari peningkatan keadilan dan kemakmuran Rakyat," pungkas pria yang baru didaulat sebagai Ketua Dewan Pakar KKNU 1926 tersebut.

Baca Juga: Segera! Struktur Tim Pemenangan Risma-Gus Hans Diumumkan

Sebelumnya dukungan terhadap KH As'ad Said Ali untuk memimpin NU juga disuarakan oleh pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim. Dukungan yang disampaikan putera pendiri NU, KH Abdul Chalim itu direspon positif oleh sejumlah pihak, baik struktur maupun organisasi berbasis NU hingga sejumlah pengasuh pondok pesantren. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.