Senin, 06 Jul 2026 09:54 WIB

Rizal Ramli Dukung KH As'ad Said Ali sebagai Ketum PBNU Mendatang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 00:21 WIB
Tokoh nasional Rizal Ramli (RR), Foto: Istimewa
Tokoh nasional Rizal Ramli (RR), Foto: Istimewa

Surabaya (selalu.id) - Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas Islam terbesar di nusantara, bahkan dunia. Berdasarkan data LSI Denny JA tahun 2019, jumlah warga NU atau nahdliyin mencapai 108 juta jiwa.

Kebesaran NU itulah, maka jam'iyah yang didirikan oleh Hadratuss Syekh KH Hasyim Asy'ari memiliki peran yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Muktamar NU ke-34 yang digelar di Lampung 22-23 Desember 2021 seolah menjadi magnet kuat yang menyedot perhatian publik.

Baca Juga: ‎Fun Walk Harlah Ansor-Fatayat NU, Ribuan Warga Padati Alun-alun Kraksaan Probolinggo

Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyebut Muktamar NU yang salah satu agenda utamanya adalah memilih Rais Aam dan Ketua Umum (Tandfiz) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah acara penting. Sebab, peran besar NU dalam sejarah Indonesia.

Tokoh yang dikenal sebagai sahabat dekat Gus Dur ini mengatakan, sebagai Organisasi masyarakat terbesar, peranan NU dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat penting, juga dalam memberi isi dan makna setelah Republik merdeka.

"Karena itu, ketua umum yang baru harus sanggup membawa NU untuk memperjuangkan nilai-nilai keagamaan, kerakyatan dan kebangsaan. Bukan sekedar mengejar dan menjadi bagian dari kekuasaan. NU diharapkan tetap teguh memperjuangkan cita-cita untuk menegakkan kebenaran dan keadilan untuk kesejahteraan rakyat," urai pria yang kerap disapa Gus Romli itu, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Halal Bihalal di Tengah Suksesi Pengurus PCNU Jember, Nama Gus Sikin Menguat

Sebagai nahdliyin, RR berharap pimpinan NU ke depan menjadikan Jam'iyah dan jamaah Nahdlatul Ulama sebagai pusat pengabdian, pusat amal, dan pusat untuk menggembangkan potensi serta kesejahteraan umat Islam khususnya nahdliyin.

"Dalam konteks itu, saya mendukung KH As'ad Said Ali sebagai Ketua Umum NU. Kiai As’ad memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas di dalam pemerintahan dan tugas-tugas internasional, serta aktif sebagai Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015," ujar penasehat Forkom Jurnalis Nahdliyin ini.

RR menambahkan rekam jejak As’ad Said Ali tak perlu diragukan lagi. Ia adalah Alumnus Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta dan Alumni Hubungan Internasional UGM. Mendapat Gelar Doktor Horonis causa dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, dan Penanggung jawab kaderisasi PBNU.

"Kiai As’ad akan mampu memimpin NU untuk meneruskan dan memperbaharui Khitah NU 1926, menjadi bagian penting dari peningkatan keadilan dan kemakmuran Rakyat," pungkas pria yang baru didaulat sebagai Ketua Dewan Pakar KKNU 1926 tersebut.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Perhitungan Muhammadiyah, BMKG hingga NU

Sebelumnya dukungan terhadap KH As'ad Said Ali untuk memimpin NU juga disuarakan oleh pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim. Dukungan yang disampaikan putera pendiri NU, KH Abdul Chalim itu direspon positif oleh sejumlah pihak, baik struktur maupun organisasi berbasis NU hingga sejumlah pengasuh pondok pesantren. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Konser Denny Caknan di Eks Hi-Tech Mall Surabaya Membludak, Pagar Besi Sampai Jebol

Jebolnya pager ini disebabkan banyaknya penonton yang merangsek masuk ke dalam area konser yang digratiskan itu.

75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Dari puluhan LC tersebut, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan satu di antaranya terindikasi menderita sifilis atau raja singa.

Adu Nasib di Surabaya, Arek Blitar Malah Masuk Penjara

Kini, tersangka HL telah diamankan di Polsek Pabean Cantikan Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami pelaku lain.

Enam Kapolda Berganti, Berikut Daftarnya

Irjen Pol Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Pemkab Sidoarjo Perkuat Gerakan Masyarakat Lawan Narkoba dalam Peringatan HANI 2026

Kepedulian warga di lingkungan RT, RW, hingga desa juga dinilai menjadi benteng awal untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

Warga Surabaya Menjerit soal Debu Proyek Drainase, DSDABM Siapkan Sanksi Tegas pada Kontraktor

Apabila teguran pertama tidak dipatuhi, DSDABM Surabaya akan meningkatkan sanksi sesuai ketentuan dalam kontrak kerja.