Selasa, 20 Okt 2026 20:42 WIB

Lebaran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Perhitungan Muhammadiyah, BMKG hingga NU

Ilustrasi melihat hilal. (Dok. Istimewa).
Ilustrasi melihat hilal. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Seluruh umat muslim bersiap merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Lantas, kapan waktunya ditetapkan?

Kepastian itu harus ditentukan terlebih dahulu melalui mekanisme sidang isbat. Sidang rencananya akan dilakukan Kamis (19/3/2026) sore nanti.

Baca Juga: Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Namun sebenarnya, penentuan ini menggabungkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). 

Hasil perhitungan posisi bulan akan dipadukan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.

Prediksi awal mengenai tanggal Idulfitri 1447 H telah disampaikan oleh sejumlah lembaga dan organisasi Islam. 

Berdasarkan berbagai perhitungan yang telah disampaikan, terdapat dua kemungkinan tanggal Idul Fitri 1447 H di Indonesia, Jumat, 20 Maret 2026 atau Sabtu, 21 Maret 2026.

Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penentuan tanggal tersebut dilakukan melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Penjelasannya, saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. 

Wilayah pertama yang memenuhi parameter tersebut antara lain berada pada koordinat 64° 59′ 57,47″ LU dan 42° 03′ 3,47″ BT, dengan tinggi bulan sekitar 6° 29′ 20″ serta elongasi 8°.

BMKG

Berdasarkan perhitungan BMKG, posisi hilal saat Matahari terbenam di Indonesia pada tanggal tersebut diperkirakan masih cukup rendah. 

Ketinggian hilal berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.

Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari diperkirakan berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh. 

Adapun umur bulan saat Matahari terbenam diperkirakan berkisar antara 7,41 jam hingga 10,44 jam.

Data tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal masih berada di sekitar batas minimal pengamatan sehingga hasil rukyatul hilal akan sangat menentukan apakah hilal dapat terlihat atau tidak. 

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Namun, diperkirakan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

BRIN

Sementara berdasarkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. 

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan, penetapan tanggal tersebut berdasarkan analisis astronomi terhadap posisi hilal pada saat Magrib tanggal 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara.

"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," kata Thomas.

"Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat," tambahnya.

Pemerintah dan NU

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menentukan tanggal resmi Idul Fitri melalui sidang isbat yang digelar pada hari ini 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa pelaksanaan sidang isbat dilakukan berdasarkan data hisab dan hasil rukyatulhilal yang diverifikasi. 

Sidang ini juga melibatkan berbagai unsur, seperti pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, perwakilan planetarium dan observatorium, serta organisasi kemasyarakatan Islam, Muhammadiyah, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).

Sebelum sidang isbat digelar, rangkaian acara biasanya diawali dengan seminar posisi hilal.

Setelah itu dilakukan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai titik pemantauan hilal di Indonesia sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.

Adapun perkiraan Idul Fitri 1447 H pemerintah dapat dicek dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 keluaran Kementerian Agama.

Tertulis di kalender itu bahwasanya 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.