Minggu, 06 Sep 2026 23:00 WIB

Mensos Risma Fokus Pulihkan Kebutuhan Dasar Korban Banjir-Longsor Pesisir Selatan

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 15 Mar 2024 14:47 WIB
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Pesisir Selatan
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Pesisir Selatan

selalu.id - Sebagian area yang dilanda banjir dan longsor di kabupaten Pesisir Selatan masih sulit dijangkau bantuan. Karenanya, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun meninjau langsung beberapa area di Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor, termasuk kebutuhan air bersih yang saat ini sangat mereka butuhkan.

"Nanti akan ada petugas untuk menyiapkan air bersih. Ini sudah kita siapkan. InshaAllah untuk dua desa cukup, meski tidak terlalu banyak," tutur Mensos saat melihat kondisi warga yang masih sulit akses penyaluran bantuannya.

Saat meninjau kondisi daerah-daerah terdampak, Mensos juga berdialog langsung dengan warga dan menanyakan apa saja yang sangat dibutuhkan saat ini. Segera, Mensos pun mengirimkan kebutuhan dasar yang diminta oleh warga, mayoritas berupa permintaan pangan, sandang, dan air bersih. Nantinya, kebutuhan seperti sandang tersebut akan dibagikan melalui pemerintah daerah terkait.

Selain kebutuhan dasar, tidak adanya penerangan juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan Mensos Risma karena hal tersebut bisa membahayakan warga. Karenanya, Mensos juga menyerahkan dua unit genset lengkap agar bisa membantu penerangan warga.

Mensos Risma juga akan membantu alat berat untuk meringankan proses pembersihan lumpur yang masih menumpuk cukup tinggi di permukiman dan jalanan. Meski untuk memulai kembali terasa berat, tapi Mensos menghimbau warga dan pemerintah setempat untuk bangkit dan terus bergerak.

"Saya akan membantu alat berat, tapi dikerjakan sendiri pembersihannya ya. Saya tahu ini berat, tapi kita harus terus bergerak agar bisa bangkit," kata Mensos menyemangati pemerintah daerah dan warga yang turut hadir di lokasi.

Mensos Risma juga berencana untuk memperbesar dapur umum di Kec. Batang Kapas. Saat ini, dapur umum memproduksi 2.000 bungkus nasi per hari. Dengan jumlah tersebut masih ada warga yang belum terjangkau.

"Nanti saya bantu sediakan alat masak dan bahan-bahannya. Ibu-ibu sanggup ya bantu masaknya?," tanya Mensos pada para ibu yang secara sukarela membantu menyiapkan makanan siap santap di dapur umum. Pertanyaan itu pun langsung disanggupi oleh seluruh warga yang berada di sana.

Selain memeriksa kondisi warga dan lingkungan yang terdampak, Mensos juga memberikan santunan kepada ahli waris 26 korban meninggal di Kab. Pesisir Selatan.

Untuk area Kab. Pesisir Selatan, Kementerian Sosial telah menggelontorkan bantuan senilai Rp 1.688.170.000 berupa bantuan logistik tanggap darurat, bantuan natura dan perlengkapan dapur umum, bantuan beras reguler dan santunan bagi ahli waris 26 korban jiwa sebesar Rp15.000.000/korban jiwa.

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.