Senin, 02 Feb 2026 05:15 WIB

Mensos Risma Fokus Pulihkan Kebutuhan Dasar Korban Banjir-Longsor Pesisir Selatan

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 15 Mar 2024 14:47 WIB
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Pesisir Selatan
Foto: Mensos Risma kunjungi korban banjir dan longsor di Pesisir Selatan

selalu.id - Sebagian area yang dilanda banjir dan longsor di kabupaten Pesisir Selatan masih sulit dijangkau bantuan. Karenanya, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun meninjau langsung beberapa area di Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor, termasuk kebutuhan air bersih yang saat ini sangat mereka butuhkan.

"Nanti akan ada petugas untuk menyiapkan air bersih. Ini sudah kita siapkan. InshaAllah untuk dua desa cukup, meski tidak terlalu banyak," tutur Mensos saat melihat kondisi warga yang masih sulit akses penyaluran bantuannya.

Saat meninjau kondisi daerah-daerah terdampak, Mensos juga berdialog langsung dengan warga dan menanyakan apa saja yang sangat dibutuhkan saat ini. Segera, Mensos pun mengirimkan kebutuhan dasar yang diminta oleh warga, mayoritas berupa permintaan pangan, sandang, dan air bersih. Nantinya, kebutuhan seperti sandang tersebut akan dibagikan melalui pemerintah daerah terkait.

Selain kebutuhan dasar, tidak adanya penerangan juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan Mensos Risma karena hal tersebut bisa membahayakan warga. Karenanya, Mensos juga menyerahkan dua unit genset lengkap agar bisa membantu penerangan warga.

Mensos Risma juga akan membantu alat berat untuk meringankan proses pembersihan lumpur yang masih menumpuk cukup tinggi di permukiman dan jalanan. Meski untuk memulai kembali terasa berat, tapi Mensos menghimbau warga dan pemerintah setempat untuk bangkit dan terus bergerak.

"Saya akan membantu alat berat, tapi dikerjakan sendiri pembersihannya ya. Saya tahu ini berat, tapi kita harus terus bergerak agar bisa bangkit," kata Mensos menyemangati pemerintah daerah dan warga yang turut hadir di lokasi.

Mensos Risma juga berencana untuk memperbesar dapur umum di Kec. Batang Kapas. Saat ini, dapur umum memproduksi 2.000 bungkus nasi per hari. Dengan jumlah tersebut masih ada warga yang belum terjangkau.

"Nanti saya bantu sediakan alat masak dan bahan-bahannya. Ibu-ibu sanggup ya bantu masaknya?," tanya Mensos pada para ibu yang secara sukarela membantu menyiapkan makanan siap santap di dapur umum. Pertanyaan itu pun langsung disanggupi oleh seluruh warga yang berada di sana.

Selain memeriksa kondisi warga dan lingkungan yang terdampak, Mensos juga memberikan santunan kepada ahli waris 26 korban meninggal di Kab. Pesisir Selatan.

Untuk area Kab. Pesisir Selatan, Kementerian Sosial telah menggelontorkan bantuan senilai Rp 1.688.170.000 berupa bantuan logistik tanggap darurat, bantuan natura dan perlengkapan dapur umum, bantuan beras reguler dan santunan bagi ahli waris 26 korban jiwa sebesar Rp15.000.000/korban jiwa.

Baca Juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.