Rabu, 22 Jul 2026 03:36 WIB

Begini Penjelasan Polda Jatim Soal Ledakan di Markas Brimob Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mar 2024 19:17 WIB
Foto: Suasana dalam Markas Brimob Surabaya pascaledakan
Foto: Suasana dalam Markas Brimob Surabaya pascaledakan

selalu.id - Kapolda Jawa Timur Irjen pol Imam Sugianto mengatakan bahwa ledakan bom mortir itu terjadi pada saat anggotanya sedang melakukan latihan di Markas Satuan Brimob, Subden Jibom Datasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim, Jalan Gresik Surabaya, Senin (4/3/2024).

Irjen Pol Imam menjelaskan ditempat tersebut itu sering dipakai latihan setiap hari oleh anggotanya. Saat kejadian itu 15 orang sedang latihan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Karena dari gudang untuk bahan peledak itu, ke tempat latihan, kebetulan anak buah kita ini ada 15 yang latian, latihan olah TKP pasca ledakan,” kata Irjen Imam, saat konferensi pers di lokasi kejadian.

Kata dia bahwa ledakan itu terjadi di tempat gudang penyimpanan sejumlah bahan peledak dan akan dimusnahkan.

“Bahan peledak itu terdiri dari beberapa barang temuan, bahan peledak seperti bondet, bahan peledak untuk bon ikan yang rencananya akan didisposal,” terangnya

Ia membeberkan isi gudang tersebut yakni ada black powder, serbuk petasan lebih 1 kg. Kata dia bahan itu digunakan tim penjinak bom (Jibom) untuk memusnahkan barang peledak.

“Digunakan tim Jibom, manakala kewilayahan menemukan atau menyita barang peledak atau temuan dari masyarakat atau temuan barang-barang lama yang tidak digunakan itu diserahkan ke Jiandak  kemudian dimusnahkan Dengan menggunakan bahan powder, blackpowder dan bahan peledak lain, serbuk arang dan potasium flotat,” terangnya.

Polda Jatim memastikan tidak adanya korban jiwa. Namun, sebanyak 10 anggotanya menjadi korban dan mengalami luka-luka karena terkena pecahan kaca saat ledakan bom mortir terjadi.

“Kita lihat tadi kaca-kaca pecah, efek itu semburat ke dalam kemudian mengenai anggota kita yang sedang di dalam ruangan, yang lima gak masalah,” kata Irjen Pol Imam,” jelasnya.

Kepolisian juga menyidik ledakan tersebut berasal di sekitar gudang. Saat ini pihaknya sednag mendata dampak ledakan tersebut termasuk rumah warga.

“Efek 20 meter itu terdampak salah satunya kantor kecamatan, kantor kodim, kaca termasuk datasemen pecah kaca, karena efek getaran yang kuat,”ujarnya.

“Sedang kita datakan, kita koordinasikan dengan pemilik, termasuk masyarakat, sedang kita datakan kalau ada rumah yang terdampak akan kita komunikasikan dan kita  perbaiki kembali,” pungkasnya.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.