Senin, 03 Agu 2026 09:21 WIB

Brand Parfum Ateape Gabungkan Aroma, Cerita, dan Ilustrasi Beri Pengalaman Lengkap Pemakainya

Foto: Produk Parfum Ateape
Foto: Produk Parfum Ateape

selalu.id - Industri parfum lokal di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu brand lokal yang sedang menjadi sorotan adalah Ateape, yang dikembangkan secara independen dengan konsep yang unik dan kreatif.

Ateape menghadirkan ide segar dengan menggabungkan tiga bentuk seni dalam satu produk, yaitu cerita pendek, aroma parfum, dan ilustrasi. 

Baca Juga: Ini Aplikasi Pinjaman Online yang Aman dan Terverifikasi OJK

Konsumen tidak hanya akan merasakan aroma yang menggoda indera penciuman, tetapi juga akan dibawa ke dalam dunia cerita yang mendalam melalui ilustrasi yang disertakan dalam kemasan produk.


Riyal Noor, sebagai mentor dan pelaku industri wewangian, telah menempuh berbagai pelatihan di berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Thailand untuk mengasah kemampuannya dalam pembuatan parfum. Visi dan misinya adalah untuk memajukan industri wewangian khususnya dalam bidang artisan perfumery.

"Pertumbuhan industri kosmetik dan parfum lokal di Indonesia mencapai lebih dari 3,8 persen dari PDB pada kuartal III tahun 2023. Industri parfum lokal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, dan dengan kehadiran brand seperti Ateape, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang holistik bagi para pengguna parfum," ujar Riyal Noor, indie perfumer yang terlibat dalam kolaborasi dengan Ateape, Senin (26/2/2024).

Dengan kehadiran brand seperti Ateape, industri parfum lokal Indonesia semakin menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Kolaborasi antara Ateape dan Riyal Noor dalam merilis seri terbaru 'Lentera' diharapkan dapat memberikan pengalaman holistik bagi para pengguna parfum.

Sementara itu, dukungan dari penggagas Kelas Bertumbuh, Ali Mahbub, dalam memperkenalkan industri parfum artisan melalui kelas-kelas edukasi, diharapkan dapat mencetak lulusan yang paham dan berpotensi dalam industri parfum lokal.

"Tujuannya adalah agar masyarakat semakin memahami potensi besar parfum dalam skala hobi maupun bisnis," tukasnya.

Seperti diketahui, Ateape adalah hasil kolaborasi tiga bentuk seni dalam satu produk, yaitu cerita pendek, aroma parfum, dan ilustrasi. Antara sastra dan seni aroma, dan gambar. Dikembangkan secara independen, menghadirkan ide segar dengan menggabungkan tiga bentuk seni dalam satu produk.

Konsep unik ini melibatkan tiga aspek seni, yaitu cerita pendek, aroma parfum, dan ilustrasi. Perpaduan ketiga elemen seni ini memberikan pengalaman yang holistik bagi para pengguna parfum. Konsumen akan merasakan aroma yang terinspirasi dari cerita pendek yang disajikan, sambil memvisualisasikan karakter dalam cerita melalui ilustrasi yang disertakan.

"Dengan begitu, pengalaman menggunakan parfum bukan hanya sebatas aroma yang menggoda indera penciuman, tetapi juga membawa mereka ke dalam dunia cerita yang mendalam," tutupnya.

Sedangkan menurut data Tokopedia, penjualan produk parfum naik lebih dari 2 kali lipat selama tahun 2023 jika dibandingkan dengan tahun 2020 saat pandemi lalu.


Potensi industri parfum lokal ini diperkirakan akan terus berkembang setiap tahunnya, memberikan peluang pertumbuhan yang besar bagi para pengusaha, terutama para pengusaha muda di industri wewangian.

Editor : Ading
Berita Terbaru

JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Menurutnya, aspek administrasi, keamanan, hingga perlindungan bagi petugas harus menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya insiden di lapangan.

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Ida Widayati menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

Unsur SAR hingga kini masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian sekaligus memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.