Kamis, 20 Jun 2024 01:23 WIB

Keren! Mahasiswa Untag Surabaya Berhasil Ciptakan Program Prediksi Cuaca

  • Reporter : Ading
  • | Sabtu, 24 Feb 2024 09:34 WIB
Foto: Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ahmad Atsnal Fikri

Foto: Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ahmad Atsnal Fikri

selalu.id - Berbekal keinginan mencegah terjadinya bencana alam, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ahmad Atsnal Fikri berhasil menciptakan inovasi baru dengan membuat program prediksi cuaca menggunakan algoritma ANN.

Melalui tugas akhirnya berjudul ‘Model Prediksi Cuaca dengan Analisis Time Series Menggunakan Algoritma Artificial Neural Network (ANN).

Baca Juga: Dukung Digital Safety, Sistekin Untag Gandeng Google Beri Pembelajaran GCP


Mahasiswa yang akrab disapa Fikri ini mengaku dalam penyusunan tugas akhirnya banyak sekali mendapat dukungan dan arahan dari berbagai pihak, terutama dosen pembimbing, Supangat, M.Kom., P.hD., ITIL., COBIT., CLA. Karena cuaca yang berubah-ubah, penggunaan algorima ANN ini akan bermanfaat bagi masyarakat untuk melihat hasil prediksi cuaca.

“Tujuan utama saya mengambil tugas akhir ini agar masyarakat dapat melihat prediksi cuaca yang akan datang. Karena cuaca ini kan berubah-ubah, dengan adanya program ini masyarakat dapat bersiap menghadapi perubahan cuaca,” jelasnya.
Program ini memiliki visualisasi seperti grafik dan tabel sehingga harapannya masyarakat mampu membaca data dengan mudah.

“Jadi di dalam program nanti sudah terdapat visual grafis dan tabel saat prediksi cuaca muncul. Sehingga masyarakat yang melihat data lebih mudah untuk membacanya,” lanjut mahasiswa yang berhasil lulus dengan IPK 3,66 tersebut.
Fikri juga menambahkan program yang saat ini dibuat sudah memiliki data perkiraan cuaca dari tiga wilayah, yakni; Sidoarjo, Gresik, dan Banyuwangi. Namun, masyarakat juga dapat menambahkan data wilayah yang ingin diprediksi asalkan data tersebut tersimpan di National Oceanic and Atsmospheric Administration (NOAA).

“Saat ini program yang saya buat hanya masih memiliki tiga sample data, yaitu Gresik, Sidoarjo dan Banyuwangi. Namun, masyarakat juga bisa memasukan data dari wilayah lain asal wilayah tersebut memiliki data di NOAA,” terangnya.
Saat ini program yang dibuat masih menggunakan sistem website lokal atau localhost sehingga belum dapat diakses jika menggunakan device lain. Namun Ahmad berharap hal ini dapat menjadi inovasi untuk pengembangan program ini.

“Untuk mengakses program ini, masyarakat harus memiliki file yang saya buat karena belum dapat terakses melalui online. Besar harapan saya program ini dapat diakses melalui online dan menambahkan inovasi-inovasi lanjutan yang mendukung program ini,” harapnya.
Meskipun demikian, Ahmad menerangkan program prediksi cuaca ini sudah memiliki keakuratan diatas 70 persen yang memungkinkan perubahan cuaca tidak jauh berbeda dari yang dilihat pada data.

“Hasil penelitian dari program ini adalah akurasi prediksi seperti perubahan suhu 98,69 persen, kelembapan 98,42 persen tekanan air laut 99,92 persen, jarak pandang  95,02 persen, kecepatan angin 70,72 persen dan curah hujan 84,56 persen,” pungkas mahasiswa yang akan diwisuda pada 2 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga: Dukung Generasi Muda di Era Digital, UKM E-Sport Untag Gelar Pelatihan hingga Turnamen Game Online

Editor : Ading