Rabu, 21 Okt 2026 19:54 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkot Surabaya Gelar Imunisasi Polio Gratis di Puskesmas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jan 2024 10:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada 15 Januari 2024 mendatang. Imunisasi ini dilakukan untuk melindungi perkembangan dan kesehatan anak-anak di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2024 dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah secara serentak sebanyak 2 putaran.

“Sasaran imunisasi Polio, yaitu semua anak usia 0-7 tahun (7 tahun 11 bulan 29 hari), tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” kata Nanik, Senin (8/1/2024).

Nanik menjelaskan, pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023 Tentang Pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) dalam Rangka Penanggulangan KLB Polio cVDPV2 dilaksanakan sebanyak 2 (dua) putaran.

“Putaran pertama mulai 15 – 21 Januari 2024, sedangkan putaran kedua dimulai pada 19-25 Februari 2024. Jika berdasarkan kajian epidemiologi masih ditemukan risiko penularan, maka dapat dilakukan Pekan Imunisasi Nasional putaran berikutnya atau mop-up (kegiatan) di beberapa wilayah,” jelasnya.

Ia menerangkan, imunisasi tersebut dapat memberikan perlindungan tambahan pada sistem kekebalan tubuh dari penyakit Polio. Selanjutnya, dapat mengurangi risiko penularan, menurunkan tingkat penularan dari satu orang ke orang lainnya, serta mengurangi dampak berat atau komplikasi saat terserang virus Polio.

Nantinya, masyarakat dapat mengakses layanan Pekan Imunisasi Nasional di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel), Posyandu, Balai RT/RW, Pendopo Kelurahan, Tempat Penitipan Anak (TPA)/Day Care, Pondok Pesantren (Ponpes), Satuan Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, dan SD/Sederajat.

“Pelaksanaan imunisasi ini merupakan program pemerintah yang tidak dipungut biaya atau gratis. Ini juga menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya dalam melakukan upaya dan memfasilitasi masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan imunisasi Polio hingga tingkat RW maupun di sekolah,” terangnya.

Ia lantas melanjutkan, bagi anak yang belum sekolah bisa mendatangi pos imunisasi tingkat RW di masing-masing wilayah. Sedangkan bagi anak yang sudah sekolah, pelaksanaan imunisasi akan dilakukan di masing-masing sekolah.

“Untuk pelaksanaan di Kota Surabaya akan mengoptimalkan upaya kolaborasi pentahelix dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.