Jumat, 06 Nov 2026 07:07 WIB

Tenun Ikat Blitar Binaan PLN Peduli Bangkitkan Asa Mantan Pekerja Migran dan Difabel

Pekerja tenun ikat di Blitar
Pekerja tenun ikat di Blitar

selalu.id - Riuh rendah suara alat tenun diiringi musik daerah memecah heningnya suasana Desa Dayu yang terletak di Nglegok, Kabupaten Blitar. Wiji Utami bersama tiga rekannya memulai kegiatan membuat kain tenun ikat.

Sejak tahun 2019, kegiatan membuat tenun ikat telah menjadi salah satu kegiatan rutin yang berpusat di kediaman Sucipto, penggagas tenun ikat Blitar. Tenun ikat ini telah mampu mengangkat perekonomian Wiji dan mantan pekerja migran lainnya.

Bagi Wiji dan lainnya, kegiatan menenun menjadi sarana pemulihan bagi pekerja migran yang mengalami trauma dan terpuruk pasca kepulangan ke Indonesia. Bersosialisasi dengan rekan-rekan, memintal benang, hingga merangkai benang menjadi selembar kain tenun dengan motif etnik khas Blitar yakni Penataran.

Menenun tidak hanya membawa rasa nyaman bagi Wiji, tenun juga membawa rasa percaya dirinya kembali muncul untuk hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya menenun, Wiji juga mulai dapat memberi pelatihan kepada masyarakat setelah sebelumnya tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya yang tidak lagi sempurna.

"Saya malu sama teman-teman, kondisi saya seperti ini. Rasanya tidak ada yang bisa saya kerjakan untuk diri saya dan orang lain. Melalui kelompok ini, sekarang ternyata ada yang mau dengarkan saya, bisa ngajarin orang. Senang ketemu orang," kata Wiji dengan mata berbinar saat ditemui selalu.id, Sabtu (30/12/2023).

Sejak berdiri, PLN Peduli hadir dan mendampingi perjalanan lima orang pekerja yang merintis usaha tenun ikat ini. Seiring dengan berjalannya waktu dan dukungan penuh PLN Peduli, Tenun Ikat Blitar kini telah memiliki 27 pekerja yang terlibat dalam pembuatan dan pengolahan tenun ikat. 
Sementara itu, General Manager PT PLN (Perser) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat mantan pekerja migran untuk tetap mandiri dan berdaya.

"PLN Peduli memiliki semangat yang sama untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, memberi manfaat lebih kepada masyarakat umum dan menjalin sinergi positif. Kami berharap dengan mengiringi perjalanan mereka. Tenun Ikat Blitar menjadi produk lokal unggulan yang mampu menembus pasar nasional bahkan dunia," ujarnya.

Meski sempat vakum selama pandemi, komunitas pengrajin tenun ikat blitar yang berada di bawah naungan Rumah BUMN Blitar ini mampu meraup omset 62 juta pada tahun 2022 dan 66,33 juta pada tahun 2023.

"Semoga penghasilan terus bertambah yang tentunya akan meningkatkan semangat para pengrajin. Lebih dari itu, tenun ikat bagi mereka bukan hanya menggabungkan untaian benang menjadi kain namun juga menjadi alat bagi masyarakat untuk menyambung impian yang belum sempat terwujud," pungkas pengelola Rumah BUMN Blitar, Sulistyaningsih saat memberikan pelatihan kepada para pengrajin di Desa Dayu ini.

Baca Juga: Adu Nasib di Surabaya, Arek Blitar Malah Masuk Penjara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.