Jumat, 06 Nov 2026 05:50 WIB

KPU Gandeng Polda Jatim Wujudkan Pemilu Tanpa Kecurangan

Penandatanganan kerjasama KPU dan Polda Jatim
Penandatanganan kerjasama KPU dan Polda Jatim

selalu.id - Pentingnya posisi Jawa Timur menjadi satu-satunya Provinsi dengan pencairan anggaran mencapai 58%, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berkomitmen untuk selalu mendukung proses jalannya demokrasi di Jatim. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan kerjasama antara Polda Jatim dengan KPU Jatim.

Dalam laporannya, Ketua KPU Jatim Choirul Anam menyebut, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam proses Pemilu. Ia memuji komitmen Gubernur Khofifah sehingga ketercapaian anggaran Jatim untuk keperluan pemilu melampaui target 40%, bahkan mencapai 58%. Yang mana, ini merupakan yang tertinggi diantara provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga: Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

"Jatim adalah battlefront untuk kebutuhan Pemilu. Ibu gubernur memiliki komitmen dimana Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang pencairan anggaran mencapai 58 persen. Jatim telah menyampaikan anggaran tahap pertama untuk Pemilu dan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim untuk mendukung proses demokrasi di Jawa Timur," ujarnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Senin (25/12/2023).

Tak hanya itu, secara khusus Choirul Anam juga meminta pada kerjasama dengan satuan TNI-POLRI yang ada di Jatim untuk turut mendukung pengiriman logistik seputar pemilihan umum ke daerah kepulauan di Jawa Timur. Contohnya, wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Sejalan dengan itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Rafael Granada Bay menyampaikan komitmennya untuk menciptakan Pemilu yang aman, terkendali, dan jujur bagi masyarakat Jawa Timur. Pihaknya juga berkomitmen untuk bekerjasama dengan KPU terutama dalam pengantaran logistik Pemilu ke berbagai daerah di Jawa Timur.

"Pemilu merupakan sarana integrasi bangsa yang vital. Kerjasama antara KPU dan TNI akan menjadi kunci keberhasilan dalam pemilu. Saya berkomitmen mendukung penuh KPU dalam proses pengantaran logistik dan berbagai kebutuhan pemilu lainnya," tegasnya.

Baca Juga: Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sementara, disisi lain, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Imam Sugianto juga menyebutkan pentingnya pengelolaan optimal oleh penyelenggara Pemilu yang didukung oleh POLRI, TNI, dan elemen masyarakat lainnya. Sehingga pelaksanaan pemilu di Jatim dapat berjalan aman, tertib, dan damai.

"Pada tahun 2024 Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah bangsa. Polda Jatim akan bekerjasama dengan KPU, TNI, serta berkoordinasi dengan polrestabes hingga polsek untuk memantau kelancaran pelaksanaan pemilu," ucapnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Tegas! Bupati Sidoarjo Minta ASN Jauhi Suap dan Gratifikasi

Pasalnya, praktik suap, pungutan liar, dan gratifikasi berpotensi merusak kepercayaan masyarakat sekaligus menghambat pembangunan daerah.

Kemenko PM Ajak Kampus Tak Sekadar Hadir di Desa, Tapi Ukur Dampak Kesejahteraan Warga

Tiga strategi utamanya mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, dan penurunan jumlah kantong kemiskinan.