Senin, 19 Okt 2026 19:32 WIB

BKKBN Ajak Masyarakat Proaktif Akselerasikan Penurunan Angka Stunting di Jawa Timur

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM

selalu.id - Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM, ajak seluruh elemen masyarakat berupaya serius untuk akselerasi penurunan angka stunting di wilayah Jawa Timur. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan pers.

Dijelaskannya, bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan, tetapi juga libatkan faktor budaya, pola asuh, dan sanitasi. "Di Jawa Timur, kasus stunting masih signifikan di Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Namun, di Kota Surabaya, angka stunting turun menjadi 4,8 persen," kata Maria kepada selalu.id, Jumat (22/12/2023).
 
Pihaknya optimis upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur dapat berhasil jika dilakukan secara kolaboratif. Selain itu, Ia pun ajak seluruh pihak untuk ikut berperan dalam upaya tersebut.

"Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pers. Untuk itu kami tetap optimis dengan upaya yang dilakukan, akan terjadi penurunan signifikan jika saling kolaborasi dan merangkai ide positif bersama-sama," tegasnya.

Meskipun demikian, Maria menyebut jika target penurunan angka stunting di Jawa Timur pada tahun 2024 adalah 14%. Artinya, estimasi target di tahun ini adalah 16%. "Tahun kemarin masih di 19,2 persen, jadi kita doakan sama-sama tahun ini bisa turun 16 persen," paparnya.

Sementara itu, Maria juga mengajak masyarakat lapis bawah hingga jajaran perangkat daerah turut serta berperan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur. Hal itu dikarenakan, perlu adanya kolaborasi positif dan strategi bersama dengan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi dan insan pers.

"Kita harus jitu tentukan sasaran itu dengan pas. Kalau memang sasaran tembak keluarga itu karena faktor kemiskinan, nanti kita upayakan untuk bagaimana ada satu pemberdayaan ekonomi keluarga," tambahnya.

Maria juga sampaikan bahwa pihaknya lakukan upaya serius serta kerjasama lintas sektor dalam penanggulangan stunting di Jawa Timur. Harapannya, upaya ini mampu membawa perubahan positif serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Editor : Ading
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.