Kamis, 22 Okt 2026 17:07 WIB

Terkait Kasus Pelecehan Seksual, PWNU Jatim Usulkan Sertifikasi Pondok Pesantren

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Des 2021 20:06 WIB
Konferensi pers di PWNU Jatim
Konferensi pers di PWNU Jatim

Surabaya (selalu.id) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan melakukan sertifikasi pondok pesantren. Sertifikasi tersebut dilakukan untuk mencegah hal - hal yang tidak diinginkan diluar aktivitas pondok pesantren.

Diketahui, marak pemberitaan tindakan asusila dilingkungan pondok. Terbaru pelecehan seksual yang terjadi di Jawa Barat. Herry Irawan (36), oknum guru pesantren salah satu boarding school di Bandung yang memperkosa 12 santri, dan menghamili 9 diantaranya.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Plt Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pondok Pesantren Indonesia, Jawa Timur, Abdus Salam Shohib mengatakan bahwa pihaknya akan menggandeng pihak-pihak eksternal untuk mengantisipasi kekerasan dan pelecehan seksual terjadi di pesantren.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan, kata dia, adalah menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di kota terkait.

"Kami koordinasi internal dan eksternal. Komunikasi dan koordinasi dengan LBH dan lembaga kesejahteraan warga yang mengatasi perempuan dan anak juga keluarga," ujarnya, saat konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Minggu (12/12/2021).

Selain berkoordinasi dengan LBH di kota masing-masing pesantren, pihaknya juga akan menggandeng Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara pendidikan pesantren.

"Bagi NU, ini waktunya introspeksi dan cari solusi. Langkah konkritnya akan memberi sertifikat pesantren yang sehat dan aman," jelasnya.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Sertifikasi ini juga, kata dia, dilakukan untuk memberikan ketegasan bahwa pesantren tersebut berafiliasi dengan NU. Dengan begitu, tidak ada kerancuan maupun misinformasi.

"Kita bersyukur dalam situasi ini pesantren maju pesat dan dapat kepercayaan tinggi. Pesantren yang djbawahi NU ngga ada yang ngga berkembang. Ini bukti trust tinggi," ujarnya. .

Atas berita kasus pelecehan seksual yang dilakukan Herry Irawan di salah satu boarding School di Bandung. Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, M Ali Ramdhani, mengatakan bahwa pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian.

Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

"Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut," kata M Ali. (Ade)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka datang sekitar pukul 14.45 WIB.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.