Selasa, 03 Feb 2026 06:49 WIB

Kadin Jatim dan Dubes Kazakhstan Perkuat Kerjasama Bidang Perdagangan dan Investasi

Kunjungan kerjasama Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov ke Kadin Jatim
Kunjungan kerjasama Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov ke Kadin Jatim

selalu.id - Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov didampingi oleh First Secretary Kedutaan Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Bauyrzhan Zhaparov dan Counsellor Deputy Head af Mission Arnur Tanbay melakukan kunjungan ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Senin (18/12/2023) kemarin.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Ketua Umum Bidang Jasa dan Perdagangan Luar Negeri Kadin Jatim, Prof. Tommy Kaihatu dan sejumlah jajaran pengurus serta pengusaha Jatim yang bergerak di berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Serzhan Abdykarimov menyatakan ketertarikan Kazakhstan untuk memperkuat hubungan kemitraan bisnis dengan Jawa Timur, utamanya dengan pengusaha Jatim. Keinginan tersebut dengan melihat banyaknya potensi yang bisa dikerjasamakan. Terlebih ada beberapa kesamaan antara Indonesia dengan Kazakhstan

"Kazakhstan adalah negara terluas di dunia dengan populasi mayoritas muslim. Indonesia, pada gilirannya, adalah negara muslim terbesar berdasarkan jumlah penduduk," ungkapnya kepada selalu.id, Selasa (19/12/2023).

Ia menegaskan, Kazakhstan merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tengah, sedangkan Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Meskipun secara geografis letak negara Kazakhstan terpencil, tetapi Kazakhstan mempunyai potensi yang sangat baik untuk memajukan dan mewujudkan kerja sama perdagangan bilateral, ekonomi dan investasi.

"Tentu saja kami menganggap interaksi yang erat dengan Kadin Jawa Timur sebagai salah satu pemicu utama terjadinya dialog langsung antara dunia usaha dengan wilayah Kazakhstan," ujar Serzhan Abdykarimov

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa sejauh ini Kazakhstan telah menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Omset perdagangan antara Kazakhstan dan Indonesia telah mengalami peningkatan fenomenal sebesar 20 kali lipat dalam 20 tahun terakhir, melonjak dari US$19,25 juta pada tahun 2004 menjadi lebih dari US$600 juta pada akhir tahun 2022.

"Hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2023, perdagangan timbal balik kita telah mencapai US$240 juta. Kazakhstan telah berhasil menarik investasi asing langsung sebesar US$510,9 juta dari Indonesia sejak tahun 1992," terangnya.

Dan rencananya, tahun depan Kadin Indonesia akan mengirimkan misi dagang ke Kazakhstan. "Kami berencana menandatangani MoU dan mendirikan Kazakh-Indonesian Business Council. Saya berharap Kadin Jatim dapat bergabung dalam delegasi tersebut," tambah Serzhan Abdykarimov

Menurutnya, beberapa peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan diantaranya adalah eksplorasi di bidang minyak dan gas, pertambangan, bahan kimia, furnitur, tekstil, farmasi, pengolahan kayu, pertanian, dan pariwisata.

Dalam bidang perdagangan dan transit, lanjutnya, posisi strategis Kazakhstan di persimpangan Eropa dan Asia menawarkan pintu gerbang yang berharga bagi eksportir Indonesia. Infrastruktur transportasi dan transit Kazakhstan yang sudah mapan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha di Indonesia, khususnya melalui pusat transit dan transportasi.

"Menurut saya, jalur ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengangkut barang-barang Indonesia dari Jawa Timur lebih jauh ke negara-negara Asia Tengah dan Eropa, serta Negara Kaspia. Saat ini, negara kita menyumbang 70 persen lalu lintas perdagangan transit yang mengalir dari Tiongkok ke Eropa dan sebaliknya," tandasnya.

Kazakhstan juga menawarkan banyak peluang dan berkomitmen kuat untuk mendorong investasi asing di sektor-sektor utama perekonomian. "Kami ingin mengundang dunia usaha Indonesia untuk berinvestasi di Kazakhstan dalam bidang pertanian, industri ringan, minyak dan gas, industri manufaktur dan lain-lain," terang Serzhan Abdykarimov.

Menanggapi hal tersebut, Adik Dwi Putranto mengatakan sangat senang karena Kadin Jatim telah mendapatkan kepercayaan dari negara Kazakhstan untuk melakukan kerjasama di bidang investasi dan perdagangan.

"Seperti yang telah dijelaskan, mereka sangat tertarik di bidang pertanian, pertambangan, migas dan transportasi atau pelabuhan. Setelah ini beliau juga akan melakukan kunjungan ke pelabuhan untuk melihat proses ekspor impor. Tentunya ini akan kami tindak lanjuti. Karena sejauh ini investasi dari Kazakhstan di Jatim masih belum ada, kemungkinan di hilirisasi pertanian," pungkasnya.

Baca Juga: Satukan 10 Ribu Warga Kalimantan, K3 Jatim Perkuat Jejaring dan Kolaborasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.