Minggu, 20 Sep 2026 03:58 WIB

Perkuat Penelitian Sektor Pangan, Gubernur Khofifah Resmikan Badan Riset dan Inovasi Daerah Jatim

Peresmian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jatim
Peresmian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jatim

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melaunching Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jatim yang sebelumnya bernama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Prov. Jatim.

Launching tersebut ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah didampingi oleh Sekretaris Daerah Prov. Jatim Adhy Karyono dan Kepala BRIDA Jatim Andriyanto di Gedung BRIDA Jatim, Surabaya, Senin (18/12) malam.

Sebagai informasi, proses transformasi Balitbang menjadi BRIDA ini sendiri sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jatim nomor 13 tahun 2022 tentang Perubahan Keempat atas Perda No 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang kemudian ditindaklanjuti dengan Pergub No 71 Tahun 2023 tentang kedudukan, susunan organisasi, uraian tugas dan fungsi serta tata kerja badan.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden RI melalui Perpres No 78 tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Atas transformasi tersebut, Khofifah menaruh harapan besar BRIDA Jatim bisa menjadi pusat sinkronasi berbagai data inovasi yang ada di Jawa Timur. Utamanya sinkronasi dengan seluruh OPD Pemprov Jatim.

"Seluruh tim dari BRIDA diharapkan bisa memberikan referensi yang produktif kepada OPD yang lain. Kebutuhan akan Quick Research saat ini sangat penting. Karena tidak ada policy yang kita ambil secara imajiner, semua harus based on data," ungkap Khofifah kepada selalu.id, Selasa (19/12/2023).

Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan seluruh Kepala OPD Pemprov Jatim yang hadir agar menyampaikan kepada tim masing masing agar  bersifat lebih terbuka terhadap data institusi, utamanya dalam menyinkronkan data satu sama lain. Ini penting, untuk kemudahan dalam mengambil keputusan ataupun kebijakan.

"We have to open mind," cetusnya dengan tegas.

Khofifah menambahkan, Industri manufaktur Jawa Timur berhasil mencapai angka 31,34 persen pada tahun 2022, yang mana melebihi target nasional pada tahun 2045 yaitu 30 persen. Oleh sebab itu, BRIDA Jatim diharapkan bisa memberseiringi capaian sukses tersebut dengan ikut membangun kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jatim.

"Diprediksi pada Mei 2024 mendatang, Industri Manufaktur Jatim bisa mencapai 35 persen. Itulah mengapa, sinergitas dengan berbagai Perguruan Tinggi harus dikuatkan. Capaian Industri Manufaktur ini harus diberseiringi dengan kualitas SDM yang bisa mengikuti," tuturnya.

Di sisi lain, BRIDA Jatim juga diharapkan bisa memberikan penguatan penelitian di sektor pangan. Mengingat, Jatim sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi yang juga Lumbung Pangan nasional. Selain itu, di sisi peternakan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang sukses menjadi rujukan nasional  dan internasional yang harus dipertimbangkan.

"BRIDA memiliki tugas untuk meresearch apa yang dibutuhkan dan berdampak pada tingkat kemanfaatan yang bisa dirasakan masyarakat luas. Tidak hanya bagi masyarakat Jatim tapi juga bagi nasional secara umum," pesannya.

Lebih jauh disampaikan Khofifah, walaupun Jatim tercatat masih aman dalam stok pangan, masih terdapat PR yang harus diselesaikan. Yakni penguatan hasil produksi dan kualitas padi Jawa Timur yang diharapkan bisa terus ditingkatkan.

"Pangan adalah problem dunia, saya harap tidak  menjadi problem di Indonesia. Inilah kenapa saya harap sektor pangan bisa dilakukan penguatan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset Dan Inovasi Daerah Prov. Jatim Andriyanto menyebutkan bahwa BRIDA Jatim merupakan transformasi dari Balitbang Jatim yang bertujuan membantu Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membuat inovasi bermanfaat bagi masyarakat.

"Badan ini memembantu Gubernur dan Wagub Jatim untuk membuat inovasi yang kontribusinya bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur. Meskipun baru satu tahun bertransformasi telah membuat beberapa inovasi yang terbukti membantu dan meringankan pekerjaan masyarakat," ujarnya.

Di antaranya, Om-Kris Garang atau Omah Kristalisasi Garam Sepanjang Tahun sehingga masyarakat dapat memanen garam sepanjang tahun. Lalu budidaya Ulat Sutra berbasis eduwisata, solusi pembasmi rumput ramah lingkungan sehingga limbahnya menjadi pupuk, serta pemanfaatan tenaga matahari sebagai pengusir hama untuk budidaya bawang merah.

Andriyanto menekankan bahwa BRIDA Jatim akan terus berkomitmen untuk berinovasi melalui berbagai kegiatan riset bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta baik nasional maupun internasional. "Kegiatan riset di Brida meripakan kolaborasi dengan PTN Negeri dan Swasta untuk memperkaya hasil riset. Komitmen ini akan kita jaga selalu untuk mensejahterakan Jawa Timur," terangnya.

Turut hadir dalam Launching BRIDA Jatim tersebut, antara lain Guru Besar Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jatim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan jajaran Ka OPD Pemprov Jatim.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.

Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan

TPK Merauke terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Merauke.