Selasa, 03 Feb 2026 18:54 WIB

PT. Smelting Gresik Diresmikan, Gubernur Khofifah Optimis Perkuat Sektor Hilirisasi Industri di Jatim

Peresmian PT Smelting di Gresik
Peresmian PT Smelting di Gresik

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik peresmian Ekspansi PT. Smelting di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (14/12) kemarin.

Khofifah mengatakan, keberadaan PT. Smelting di Gresik yang merupakan pabrik peleburan dan pemurnian tembaga yang pertama di Indonesia ini akan memperkuat sektor hilirisasi industri sekaligus memberikan nilai tambah industri di Jatim.

"Dengan diresmikannya PT. Smelting di Gresik ini maka akan memperkuat sektor hilirisasi industri yang menjadi komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan berbagai nilai tambah dan penciptaan lapangan pekerjaan," katanya kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Jumat (15/12/2023). 

Dengan adanya hal tersebut, Khofifah optimis, jika multiplier effect dari aktivitas hilirisasi industri dari PT. Smelting dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk ke tanah air, menghasilkan devisa besar dari ekspor dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.

"Kami di Jatim berupaya mendukung kebijakan hilirisasi industri meliputi industri berbasis agro, berbasis  tambang dan mineral, serta berbasis migas dan batubara yang ada di Jawa Timur. Saya bererima kasih kepada Pak Presiden yang telah meresmikan  Ekspansi PT. Smelting di Gresik, semoga memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai ekspor bagi industri tembaga," jelasnya.

Dikatakannya, PT. Smelting sendiri mempunyai cakupan wilayah seluas 28,5 hektare (ha) kawasan industri Gresik. Pembangunannya sendiri dimulai sejak tahun 1996 hingga 1998. Kemudian melakukan empat kali ekspansi mulai dari tahun 2004, 2006 dan 2009, serta tahun 2018. 

Sementara itu, di tahun 2023, tepatnya Bulan Desember ini Ekspansi PT Smelting diresmikan sekaligus memasuki ekspansi kelima yang dapat meningkatkan kapasitas pemurnian konsentrat menjadi 1.300.000 ton per tahun .

Adapun nilai investasi Ekspansi sebesar US$ 250 Juta atau sekitar Rp3,7 trilliun yang dibiayai oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Lebih lanjut, PT Smelting menggunakan teknologi Mitsubishi dan ISA untuk peleburan serta pemurnian tembaga.

Teknologi itu, kata Khofifah lanjut menhelaskan, ramah lingkungan. Ia menyebut proses Mitsubishi yang merupakan sebuah proses peleburan dan konversi tembaga yang berkesinambungan serta ramah lingkungan.

Selain itu, proses Mitsubishi terbukti ekonomis karena mampu menghasilkan anoda tembaga dengan kemurnian tinggi, rendah emisi, dan konsentrasi SO2 yang lebih tinggi di dalam gas buang.

Lebih jauh disampaikan Gubernur Jatim ini, dalam operasionalnya, PT. Smelting selalu menjaga limbah produksi untuk tidak melebihi ambang batas yang ditentukan dan sesuai dengan standar serta hukum dan peraturan lingkungan yang telah ditetapkan.

Sementara dari proses pengolahan tembaga di PT. Smelting, dihasilkan beberapa produk samping seperti sulfuric acid, copper slag, gypsum, anode slime dan copper telluride. Semua produk ini bisa dijual dan digunakan oleh banyak konsumen di dalam negeri dan luar negeri.

Seperti diketahui, pada acara tersebut, Presiden Jokowi juga mengatakan, pemerintah memberi apresiasi dan menghormati apa yang telah dilakukan oleh PT Smelting dalam ekspansi meningkatkan kapasitas anoda tembaga dari 1 juta ton naik 300 menjadi 1,3 juta ton per tahun.

"Hal ini menunjukkan komitmen dari PT Freeport Indonesia yang bekerja sama dengan Mitsubishi untuk menghilirkan melalui Ekspansi sehingga nilai tambah ada di Indonesia serta bisa di produksi di dalam negeri," ungkapnya.

"Dengan mengucap Bismillahirahmanirrohim pada sore hari ini saya meresmikan Ekspansi PT. Smelting di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur," kata Presiden Jokowi saat meresmikan.

Presiden Jokowi berharap, nantinya PT. Smelting ini akan mendukung smelter yang ada di JIIPE Gresik yang bisa memproduksi 1,7 juta ton per tahun. Sehingga, Indonesia mampu memproduksi tembaga dan turunannya menjadi 3 juta ton per tahun.

"Jika nanti semua sudah beroperasi dan menghasilkan berbagai sumber energi tembaga dan turunannya, diyakini banyak negara-negara dunia yang akan melirik Indonesia dan berinvestasi membangun industri industri turunan tembaga di Indonesia," katanya.

Presiden juga berkomitmen seluruh hasil mineral, tembaga, timah dan berbagai turunannya harus diolah menjadi barang setengah jadi hingga barang jadi. Tidak boleh lagi mengirim bahan mentah.

"Sektor mineral, tembaga, timah, nikel semuanya harus di hilirisasikan agar nilai tambah ada di negara kita. Baik itu di sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan sektor lain. Jangan sampai kita kirim lagi mineral dalam bentuk mentah. Harus menjadi minimal setengah jadi atau menjadi barang jadi," tegasnya.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.