Senin, 23 Feb 2026 14:30 WIB

Beralih ke Listrik PLN, Ratusan Petani di Ponorogo Hemat Biaya Produksi Hingga 65 Persen

Listrik masuk sawah PLN
Listrik masuk sawah PLN

selalu.id - PT PLN (Persero) giatkan elektrifikasi untuk pertanian di wilayah Ponorogo. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama program agriculture bundling package (Listrik Masuk Sawah) dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Ponorogo dua hari yang lalu yakni, Senin (11/12/2023).

Melalui program listrik masuk sawah ini, sebanyak 821 petani di 10 lokasi telah beralih menggunakan listrik PLN. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan, bahwa elektrifikasi di sektor pertanian ini, merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

Dikatakannya, saat ini di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan electrifying agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA. Meski begitu, elektrifikasi untuk pertanian harus terus digiatkan di Jawa Timur.

"Untuk Banyuwangi, kami melistriki buah naga, di Gresik untuk kebun jeruk, ada juga untuk peningkatan produktivitas peternakan serta pertanian di berbagai wilayah," jelas Agus kepada selalu.id di Surabaya, Rabu (13/12/2023).

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan program ini merupakan jawaban atas kebutuhan para petani. Sebelumnya, pengairan sawah tadah hujan di Ponorogo hanya mengandalkan mesin konvensional yang biaya cukup tinggi.

"Namun dengan pompa ini tentu menghemat biaya dan meningkatkan produksi pangan kita. Selama ini, dengan pengairan dengan mesin konvensional produksi padi hanya satu kali setahun. Namun dengan pompa listrik ini, produksi padi akan jauh meningkat," terang Sugiri.

Kholid (50) salah satu petani yang merasakan manfaat dari program listrik masuk sawah. Ia menuturkan sebelumnya para petani di wilayahnya menggunakan genset untuk membantu pengairan sawah dan menghabiskan dana jutaan rupiah dalam semusim.

"Kami menggunakan lima sumur untuk pompa listrik pengairan sawah. Sebagai gambaran dalam 1 musim tanam untuk sawah 1 hektar menghabiskan biaya kurang lebih 1,4 juta jika menggunakan diesel sementara jika menggunakan pompa listrik hanya membutuhkan biaya 500ribu. Hemat biaya sampai dengan 65 persen," terang Kholid.

Baca Juga: Token Listrik PLN Diblokir di Sidoarjo, Warga Diminta Bayar Rp10 Juta untuk Tagihan Orang Lain

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menteri Agama Datangi KPK, Laporkan soal Fasilitas Jet Pribadi

Kedatangannya bertujuan untuk memberikan penjelasan resmi terkait penggunaan pesawat khusus saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan.

PGN Masuk Jajaran Elite Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik 2026

PGN termasuk dalam 19 perusahaan BUMN dan swasta dari Indonesia yang berperan besar dalam ekonomi global.

Nekat Sajikan Miras saat Bulan Puasa, 2 Restoran di Surabaya Dirazia

Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini menyebut, dua restoran yang menyediakan minuman itu menggunakan teko plastik sebelum diberikan kepada pelanggan.

Ular Piton 5 Meter Gegerkan Warga Tandes Surabaya

Ular ini diketahui hendak memangsa ayam milik Raden. Namun ketahuan, akhirnya gagal dan masuk ke dalam kandang.

3 Hari Pencarian, Bocah yang Hanyut di Sungai Pancar Glass Probolinggo Belum Ditemukan

‎Saat ini, petugas gabungan dari tim SAR, TNI/Polri, dan relawan terus berusaha melakukan pencarian terhadap korban.

Ingin Kuat Puasa? Cobain Makan Ini saat Sahur, Dijamin Joss

Ada beberapa makanan yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama karena mengandung banyak protein dan serat sehingga cocok dijadikan sebagai menu sahur.