Jumat, 05 Jun 2026 20:36 WIB

Beralih ke Listrik PLN, Ratusan Petani di Ponorogo Hemat Biaya Produksi Hingga 65 Persen

Listrik masuk sawah PLN
Listrik masuk sawah PLN

selalu.id - PT PLN (Persero) giatkan elektrifikasi untuk pertanian di wilayah Ponorogo. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama program agriculture bundling package (Listrik Masuk Sawah) dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Ponorogo dua hari yang lalu yakni, Senin (11/12/2023).

Melalui program listrik masuk sawah ini, sebanyak 821 petani di 10 lokasi telah beralih menggunakan listrik PLN. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan, bahwa elektrifikasi di sektor pertanian ini, merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

Dikatakannya, saat ini di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan electrifying agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA. Meski begitu, elektrifikasi untuk pertanian harus terus digiatkan di Jawa Timur.

"Untuk Banyuwangi, kami melistriki buah naga, di Gresik untuk kebun jeruk, ada juga untuk peningkatan produktivitas peternakan serta pertanian di berbagai wilayah," jelas Agus kepada selalu.id di Surabaya, Rabu (13/12/2023).

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan program ini merupakan jawaban atas kebutuhan para petani. Sebelumnya, pengairan sawah tadah hujan di Ponorogo hanya mengandalkan mesin konvensional yang biaya cukup tinggi.

"Namun dengan pompa ini tentu menghemat biaya dan meningkatkan produksi pangan kita. Selama ini, dengan pengairan dengan mesin konvensional produksi padi hanya satu kali setahun. Namun dengan pompa listrik ini, produksi padi akan jauh meningkat," terang Sugiri.

Kholid (50) salah satu petani yang merasakan manfaat dari program listrik masuk sawah. Ia menuturkan sebelumnya para petani di wilayahnya menggunakan genset untuk membantu pengairan sawah dan menghabiskan dana jutaan rupiah dalam semusim.

"Kami menggunakan lima sumur untuk pompa listrik pengairan sawah. Sebagai gambaran dalam 1 musim tanam untuk sawah 1 hektar menghabiskan biaya kurang lebih 1,4 juta jika menggunakan diesel sementara jika menggunakan pompa listrik hanya membutuhkan biaya 500ribu. Hemat biaya sampai dengan 65 persen," terang Kholid.

Baca Juga: Listrik Padam hingga 4 Jam Lebih Terjadi di Kedung Tarukan Surabaya, Belum Ada Petugas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.