Jumat, 06 Nov 2026 02:42 WIB

Beralih ke Listrik PLN, Ratusan Petani di Ponorogo Hemat Biaya Produksi Hingga 65 Persen

Listrik masuk sawah PLN
Listrik masuk sawah PLN

selalu.id - PT PLN (Persero) giatkan elektrifikasi untuk pertanian di wilayah Ponorogo. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama program agriculture bundling package (Listrik Masuk Sawah) dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Ponorogo dua hari yang lalu yakni, Senin (11/12/2023).

Melalui program listrik masuk sawah ini, sebanyak 821 petani di 10 lokasi telah beralih menggunakan listrik PLN. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan, bahwa elektrifikasi di sektor pertanian ini, merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

Dikatakannya, saat ini di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan electrifying agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA. Meski begitu, elektrifikasi untuk pertanian harus terus digiatkan di Jawa Timur.

"Untuk Banyuwangi, kami melistriki buah naga, di Gresik untuk kebun jeruk, ada juga untuk peningkatan produktivitas peternakan serta pertanian di berbagai wilayah," jelas Agus kepada selalu.id di Surabaya, Rabu (13/12/2023).

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan program ini merupakan jawaban atas kebutuhan para petani. Sebelumnya, pengairan sawah tadah hujan di Ponorogo hanya mengandalkan mesin konvensional yang biaya cukup tinggi.

"Namun dengan pompa ini tentu menghemat biaya dan meningkatkan produksi pangan kita. Selama ini, dengan pengairan dengan mesin konvensional produksi padi hanya satu kali setahun. Namun dengan pompa listrik ini, produksi padi akan jauh meningkat," terang Sugiri.

Kholid (50) salah satu petani yang merasakan manfaat dari program listrik masuk sawah. Ia menuturkan sebelumnya para petani di wilayahnya menggunakan genset untuk membantu pengairan sawah dan menghabiskan dana jutaan rupiah dalam semusim.

"Kami menggunakan lima sumur untuk pompa listrik pengairan sawah. Sebagai gambaran dalam 1 musim tanam untuk sawah 1 hektar menghabiskan biaya kurang lebih 1,4 juta jika menggunakan diesel sementara jika menggunakan pompa listrik hanya membutuhkan biaya 500ribu. Hemat biaya sampai dengan 65 persen," terang Kholid.

Baca Juga: Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.