Kamis, 04 Jun 2026 05:02 WIB

HIV/AIDS Mulai Menyasar Remaja di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Gerak Cepat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Des 2023 13:15 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

selalu.id - DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota untuk mengedepankan pendidikan humanis terkait penyakit HIV yang telah menyasar ke para remaja.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto mengatakan, peningkatan kasus HIV itu terjadi bukan di kalangan usia dewasa saja. Namun, justru juga menyasar kalangan remaja yang berusia 15-19 tahun.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Herlina menyampaikan, penambahan kasus HIV di Surabaya lebih kurang 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena jika penderita HIV dari usia 0-14 tahun maka penularannya dari orang tuanya. Kenyataannya yang terjadi adalah ini remaja yang mereka beraktivitas secara mandiri," kata Herlina, Minggu (3/11/2023).

Lebih lanjut Politisi Perempuan Demokrat itu memaparkan, berdasar data yang berhasil dihimpun, untuk kasus HIV pada 2023 berdasarkan kelompok umur dengan NIK Surabaya, kurang dari 14 tahun usianya ada 7 penderita, 15-19 tahun 36 penderita, 20-24 tahun 106 penderita, 25-49 tahun ada 398 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 53 penderita.

Sementara, untuk 2022, kurang dari 14 tahun usianya ada 8 penderita, 15-19 tahun 21 penderita, 20-24 tahun 120 penderita, 25-49 tahun ada 386 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 51 penderita.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Di usia 15-19 tahun di 2022 dan 2023 terlihat ada peningkatan 15 orang yang menderita HIV,"jelasnya.

Herlina berharap Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan sebaliknya. Sebab, di usia 15-19 tahun ada dua jenjang pendidikan SMP dan SMA.

Sementara itu, lanjutnya, untuk pendidikan di SMA sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Tolong kedepankan pendidikan yang humanis. Ini masalahnya masih di fase yang bsia dibentuk kok di fase pendidikan SMP dan SMA. Harapan untuk menjadikan generasi yang lebih baik lagi masih ada," tutur Ketua Fraksi Demokrat itu.

Terpisah sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan bahwa Kota Surabaya telah melakukan perluasan layanan testing HIV melalui 122 layanan. Di antaranya pada 63 puskesmas, 57 rumah sakit, dan 2 klinik utama.

"Sedangkan, untuk pemberian layanan dukungan, perawatan dan pengobatan (PDP) HIV juga telah tersebar di 52 layanan di 38 puskesmas, 13 rumah sakit, dan 1 klinik utama," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.