Jumat, 04 Sep 2026 20:27 WIB

Wali Kota Eri Minta Oknum Penganiaya Anggota Satpol PP Ditangkap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Des 2023 15:19 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dua anggota Satpol PP yang dianiaya oleh massa buruh. Ia menyebut perbuatan anarkis itu sangat disayangkan dan kebangetan.

Eri pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan tindakan anarkis massa buruh itu ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

"Laporan ke polisi sudah, dan saya juga menyampaikan pada pak Kapolrestabes, saya memohon dan meminta untuk menjadi atensi. Karena ini sudah perbuatan yang kebangetan," tegas Eri, kepada selalu.id, Jumat (1/12/2023).

Kejadian itu sudah diperiksa polisi, kata Eri, pihak kepolisian dalam penyelidikan bahwa sudah menemukan wajah-wajah oknum massa buruh yang menganiaya kedua anggota Satpol PP.

"Ini lagi dikejar oleh polisi, karena orangnya sudah ketahuan, wajahnya sudah ketahuan," ujarnya.

Tak hanya itu, Eri meminta oknum-oknum massa buruh itu segera ditangkap. Menurutnya ini merupakan preseden buruk untuk Kota Surabaya bahwa karena selama ini pihaknya telah memberikan contoh masyarakat dengan baik.

"Bagaimana caranya pelaku harus ditangkap. Ini ternyata pelaku juga dari luar Surabaya. Karena itu saya minta atensi ditangkap betul ini agar tidak terulang di Kota Surabaya," ungkapnya.

Ia menyebut, oknum-oknum dari massa buruh yang menganiaya petugas Satpol PP itu merupakan warga luar Surabaya. Sehingga, pihak kepolisian mengejar sampai ke rumahnya.

"Yang pasti luar surabaya. Ini lagi dikejar sampai ke rumahnya, pokoknya saya minta ditangkap. Karena ini tidak bagus juga buat pendidikan Kota Surabaya kalau modelnya kayak begini," ungkapnya.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan, dalam kejadian itu kedua Satpol PP berisinial AM dan TA saat itu sedang melakukan tugas menjaga pendistrian di Jalan Ahmad Yani, tepatnya sekitar Bundaran Dolog Taman Pelangi arah Surabaya, Kamis (30/11/2023).

"Karena Satpol PP kami pada waktu itu di belakang banyak masyarakat yang tidak bisa lewat. Sehingga, masyarakat itu melewati pedestrian. Ada yg terlambat kerja dan lain-lain, petugas Satpol PP meminta izin membuka sebentar supaya bisa lewat. Tapi ketika dibuka itulah terjadi permasalahan ini," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Surabaya M. Fikser menyebut dua anggotanya AM dan TA yang dianianya massa buruh mengalami patah tulang dan retak bagian dada.

"Setelah dilakukan rontgent difoto terlihat ada TA mengalami patah tulang belikat sebelah kanan, satunya AM ada retak di dada kanan," kata Fikser.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.