Selasa, 20 Okt 2026 11:06 WIB

Wali Kota Eri Minta Oknum Penganiaya Anggota Satpol PP Ditangkap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Des 2023 15:19 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dua anggota Satpol PP yang dianiaya oleh massa buruh. Ia menyebut perbuatan anarkis itu sangat disayangkan dan kebangetan.

Eri pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan tindakan anarkis massa buruh itu ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

"Laporan ke polisi sudah, dan saya juga menyampaikan pada pak Kapolrestabes, saya memohon dan meminta untuk menjadi atensi. Karena ini sudah perbuatan yang kebangetan," tegas Eri, kepada selalu.id, Jumat (1/12/2023).

Kejadian itu sudah diperiksa polisi, kata Eri, pihak kepolisian dalam penyelidikan bahwa sudah menemukan wajah-wajah oknum massa buruh yang menganiaya kedua anggota Satpol PP.

"Ini lagi dikejar oleh polisi, karena orangnya sudah ketahuan, wajahnya sudah ketahuan," ujarnya.

Tak hanya itu, Eri meminta oknum-oknum massa buruh itu segera ditangkap. Menurutnya ini merupakan preseden buruk untuk Kota Surabaya bahwa karena selama ini pihaknya telah memberikan contoh masyarakat dengan baik.

"Bagaimana caranya pelaku harus ditangkap. Ini ternyata pelaku juga dari luar Surabaya. Karena itu saya minta atensi ditangkap betul ini agar tidak terulang di Kota Surabaya," ungkapnya.

Ia menyebut, oknum-oknum dari massa buruh yang menganiaya petugas Satpol PP itu merupakan warga luar Surabaya. Sehingga, pihak kepolisian mengejar sampai ke rumahnya.

"Yang pasti luar surabaya. Ini lagi dikejar sampai ke rumahnya, pokoknya saya minta ditangkap. Karena ini tidak bagus juga buat pendidikan Kota Surabaya kalau modelnya kayak begini," ungkapnya.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan, dalam kejadian itu kedua Satpol PP berisinial AM dan TA saat itu sedang melakukan tugas menjaga pendistrian di Jalan Ahmad Yani, tepatnya sekitar Bundaran Dolog Taman Pelangi arah Surabaya, Kamis (30/11/2023).

"Karena Satpol PP kami pada waktu itu di belakang banyak masyarakat yang tidak bisa lewat. Sehingga, masyarakat itu melewati pedestrian. Ada yg terlambat kerja dan lain-lain, petugas Satpol PP meminta izin membuka sebentar supaya bisa lewat. Tapi ketika dibuka itulah terjadi permasalahan ini," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Surabaya M. Fikser menyebut dua anggotanya AM dan TA yang dianianya massa buruh mengalami patah tulang dan retak bagian dada.

"Setelah dilakukan rontgent difoto terlihat ada TA mengalami patah tulang belikat sebelah kanan, satunya AM ada retak di dada kanan," kata Fikser.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.