Selasa, 21 Jul 2026 02:26 WIB

Wali Kota Eri Minta Oknum Penganiaya Anggota Satpol PP Ditangkap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Des 2023 15:19 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dua anggota Satpol PP yang dianiaya oleh massa buruh. Ia menyebut perbuatan anarkis itu sangat disayangkan dan kebangetan.

Eri pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan tindakan anarkis massa buruh itu ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

"Laporan ke polisi sudah, dan saya juga menyampaikan pada pak Kapolrestabes, saya memohon dan meminta untuk menjadi atensi. Karena ini sudah perbuatan yang kebangetan," tegas Eri, kepada selalu.id, Jumat (1/12/2023).

Kejadian itu sudah diperiksa polisi, kata Eri, pihak kepolisian dalam penyelidikan bahwa sudah menemukan wajah-wajah oknum massa buruh yang menganiaya kedua anggota Satpol PP.

"Ini lagi dikejar oleh polisi, karena orangnya sudah ketahuan, wajahnya sudah ketahuan," ujarnya.

Tak hanya itu, Eri meminta oknum-oknum massa buruh itu segera ditangkap. Menurutnya ini merupakan preseden buruk untuk Kota Surabaya bahwa karena selama ini pihaknya telah memberikan contoh masyarakat dengan baik.

"Bagaimana caranya pelaku harus ditangkap. Ini ternyata pelaku juga dari luar Surabaya. Karena itu saya minta atensi ditangkap betul ini agar tidak terulang di Kota Surabaya," ungkapnya.

Ia menyebut, oknum-oknum dari massa buruh yang menganiaya petugas Satpol PP itu merupakan warga luar Surabaya. Sehingga, pihak kepolisian mengejar sampai ke rumahnya.

"Yang pasti luar surabaya. Ini lagi dikejar sampai ke rumahnya, pokoknya saya minta ditangkap. Karena ini tidak bagus juga buat pendidikan Kota Surabaya kalau modelnya kayak begini," ungkapnya.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan, dalam kejadian itu kedua Satpol PP berisinial AM dan TA saat itu sedang melakukan tugas menjaga pendistrian di Jalan Ahmad Yani, tepatnya sekitar Bundaran Dolog Taman Pelangi arah Surabaya, Kamis (30/11/2023).

"Karena Satpol PP kami pada waktu itu di belakang banyak masyarakat yang tidak bisa lewat. Sehingga, masyarakat itu melewati pedestrian. Ada yg terlambat kerja dan lain-lain, petugas Satpol PP meminta izin membuka sebentar supaya bisa lewat. Tapi ketika dibuka itulah terjadi permasalahan ini," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Surabaya M. Fikser menyebut dua anggotanya AM dan TA yang dianianya massa buruh mengalami patah tulang dan retak bagian dada.

"Setelah dilakukan rontgent difoto terlihat ada TA mengalami patah tulang belikat sebelah kanan, satunya AM ada retak di dada kanan," kata Fikser.

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.