Kamis, 17 Sep 2026 15:47 WIB

Geliatkan Inklusifitas, Gubernur Khofifah Berangkatkan Tim Lintas Batas Disabilitas Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lepas keberangkatan Tim Lintas Batas Disabilitas
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lepas keberangkatan Tim Lintas Batas Disabilitas

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan Lintas Batas Disabilitas Provinsi Jawa Timur di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Selasa (28/11/2023). Pelepasan tersebut, ditandai dengan penyerahan Pataka dari Gubernur Khofifah kepada perwakilan rombongan Lintas Batas Disabilitas serta pemberangkatan didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan para Kepala OPD Pemprov Jatim.

Pada acara pelepasan itu, Khofifah memegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Temu Inklusi Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Trenggalek pada 3-4 Desember 2023.

Menurutnya, kegiatan Lintas Batas Disabilitas dilaksanakan tahun ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya.

"Melalui kegiatan ini diharapkan jangkauan pelayanan untuk disabilitas bisa lebih luas lagi hingga ke daerah-daerah. Sehingga gema Hari Disabilitas Internasional bisa dirasakan oleh seluruh difabel di Jatim," ujar Khofifah kepada selalu.id usai melepas tim lintas batas, Selasa (28/11/2023).

Tim Lintas Batas Disabilitas ini juga melibatkan berbagai komunitas difabel seperti DMI, PPDI, HWDI, Pertuni, dan Gerkatin serta pilar kesejahteraan sosial seperti Tagana, JSC, dan Pendamping Disabilitas dengan total 48 unit kendaraan.

Rinciannya, lanjut Khofifah menjelaskan secara rinci, 20 motor khusus DMI, motor trail pilar kesejahteraan sosial sebanyak 10 unit, mobil rescue Dinsos Jatim sejumlah 4 unit, dan ambulans Dinsos Jatim sebanyak 7 unit.

Turut serta, kendaraan pelayanan inovasi Jatim Social Care (JSC) Dinsos Jatim berupa Jasa Layanan Netra Mobile Unit (Janeta MU) untuk disabilitas netra, Program Wisata Edukasi Sosial Disabilitas Daksa (Pro Wes Difa) untuk disabilitas daksa, Mobil Audiometri Khusus Penanganan Dengar Terintegrasi (Maudi Khusnadi) untuk disabilitas rungu wicara, Jangkauan Layanan Kesehatan Jiwa dalam Keluarga dan Masyarakat (Jalak Wadul Mas) untuk disabilitas mental, dan mobil Pelayanan Edukasi tentang Disabilitas Intelektual untuk Keluarga dan Masyarakat (Padi Emas) untuk disabilitas grahita. Selain itu, ada pula 2 unit truk yang memuat bantuan alat bantu mobilitas bagi disabilitas.

Tim yang diberangkatkan ini akan memberikan pelayanan penyuluhan dan deteksi dini disabilitas, pemeriksaan kesehatan, pengukuran alat bantu mobilitas, pemeriksaan hearing aid, dan memberikan konsultasi kepada para penyandang disabilitas di 5 Bakorwil. Selain itu, tim juga membawa bantuan berupa alat bantu mobilitas dan sembako dari Gubernur Khofifah.

Usai diberangkatkan dari Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, tim Lintas Batas Disabilitas ini akan langsung bergerak menuju Bakorwil Pamekasan, tepatnya Pendopo Bangkalan untuk memberikan pelayanan. Esok hari, pelayanan akan dilakukan di Bakorwil Bojonegoro yang terpusat di Kabupaten Lamongan.

Kemudian pada tanggal 30 November 2023 di Bakorwil Jember tepatnya di Kabupaten Lumajang, 1 Desember 2023 di Bakorwil Malang tepatnya di Kabupaten Pasuruan, dan titik terakhir berada di Bakorwil Madiun tepatnya di Kabupaten Trenggalek pada 2 Desember 2023.

"Puncak acaranya ialah Temu Inklusi dan Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3-4 Desember 2023 di Kabupaten Trenggalek,: imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadikan issue inklusifitas semakin bermakna, dimana kebangkitan ekonomi mulai bergerak dan dampak-dampak sosial psikologis terus diatasi melalui program-program pemulihan sosial ekonomi nasional dengan semangat Jawa Timur Bangkit.

"Pembangunan Jawa Timur telah menuju inklusifitas baik dari sisi infrastruktur ramah difabel, pendidikan, hingga beragam pemberdayaan perekonomian bagi para penyandang disabilitas. Sehingga harapannya semakin sering mereka bertemu, semakin bisa menjalin sinergitas dan kolaborasi penguatan lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan Tim Lintas Batas Disabilitas juga diharapkan akan menggerakkan potensi sumber daya masyarakat setempat dan pemerintah daerah setempat agar lebih perhatian terhadap pemberian hak-hak disabilitas.

"Di lima lokasi Lintas Batas Disabilitas tersebut akan dihadiri sekitar 1.500 orang penyandang disabilitas, Pendamping Disabilitas, pilar kesejahteraan sosial, dan petugas kesehatan. Jumlah ini masih bisa bertambah lagi," ujarnya.

Ia menambahkan berdasarkan pendataan pada aplikasi e-Disabilitas yang dilakukan Dinsos Jatim bersama Dinsos kabupaten/kota dan Pendamping Disabilitas, jumlah penyandang disabilitas di Jatim per November 2023 sebanyak 17.401 orang.

Dikarenakan data yang didapat belum semuanya, masih terdapat disabilitas yang belum terjangkau oleh program Pemprov Jatim atau program dari kabupaten/kota, dan ternyata masih banyak pula keluarga yang menyembunyikan identitas anggota keluarganya karena malu atau tidak tahu informasi program.

"Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini Gubernur Khofifah menginginkan agar bisa dinikmati oleh seluruh penyandang disabilitas di Jawa Timur, tidak hanya di satu kota saja. Untuk itu Lintas Batas Disabilitas ini diselenggarakan," pungkasnya.

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Petugas datang berulang kali dalam sehari untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi.