Kamis, 04 Jun 2026 11:25 WIB

Viral Pengemis Memaksa Minta Uang di Surabaya, Polisi dan Satpol PP Gerak Cepat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Nov 2023 09:25 WIB
AB saat di Polrestabes Surabaya
AB saat di Polrestabes Surabaya

selalu.id - Seorang pengemis viral di media sosial karena memaksa minta uang sebesar Rp 5 ribu rupiah dengan alasan belum makan dan lapar, di Kawasan Bratang, Surabaya.

Dalam video viralnya, pengemis tersebut diduga memaksa pengendara mobil untuk memberikan uang sebesar Rp 5 ribu rupiah, jika tak diberi, pengemis tersebut marah-marah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Menjadi perbincangan warganet, petugas Satpol PP Surabaya dan kepolisian menelusuri keberadaannya dan berhasil mengamankan pengemis tersebut pada Sabtu (25/11/2023) dini hari.

Kepala Satpol PP Surabaya, M fikser mengatakan pihaknya telah mengamankan pengemis yang diketahui berisinial AB tersebut. Setelah diamankan, diketahui bahwa AB sebelumnya pernah diamankan karena aksinya memaksa meminta uang dan meresahkan masyarakat.

Diketahui AB diamankan pada Jumat (20/10/2023) lalu saat dirinya menjalankan aksinya. Tak hanya itu, dirinya juga sempat mendapat pembinaan, namun AB kembali mengulangi perbuatannya.

"Dari data yang kita telusuri, yang bersangkutan pernah ditangkap. Kambuh lagi ini,"kata Fikser, Minggu (26/11/2023).

Kata dia, pihak Satpol PP bersama kepolisian sudah mencarinya di kawasan tersebut. Ternyata pengemis itu sering berpindah-pindah bahkan mengendarai motor atau sepeda angin.

"Dia berpindah-berpindah, di minimarket, masuk ke kampung, TL, tempat keramaian. Dia biasanya pakai motor atau sepeda. Memang berpindah-pindah. Bukan pengemis, bersikap pengemis,"ujarnya

Fikser menjelaskan apabila AB adalah warga Surabaya, Pemkot Surabaya akan menawarkan pekerjaan terhadap pengemis di program padat karya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"kalau memang dia miskin. Supaya dia bisa bekerja di program padat karya. Nanti Satpol PP akan menjadi saudara asuh yang bersangkutan,"jelasnya.

Akhirnya pengemis itu berhasil diamankan oleh polisi pada Sabtu, malam, dan diserahkan ke Satpol PP, Minggu (26/11) dini hari.

Kanit Jatanras Iptu Bobby, menyampaikan pihaknya telah berhasil mengamankan AB dan melakukan pemeriksaan terhadap AB.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan, bahwa tidak terdapat unsur pidana. Sehingga kami berkoordinasi dengan pihak Satpol PP kota Surabaya untuk kami serah terimakan," kata Bobby.

Bersama jajaran Polrestabes Surabaya, Satpol PP akan mendampingi AB sebagai saudara asuh Satpol PP Surabaya agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Satpol PP pun menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait data AB.

"Kami telusuri, AB ini berasal dari mana, kami juga akan dalami motifnya AB melakukan aksi itu. Satpol PP akan terus dampingi, jadi kami sebagai saudara asuh dari beliau ini," kata Fikser.

Tak hanya itu, Satpol PP meminta bantuan warga agar bisa memberitahu atau melaporkan ke Command Center 112 jika menemukan kejadian serupa. Fikser mengimbau jika ada pengemis maksa meminta warga diminta jangan diberi.

"Ndak usah kasih, telepon 112. Langsung kita ke lokasi untuk bisa melakukan penindakan dan tidak meresahkan warga lain. Ada personil juga yang menyebar, semua mencari, ada keterbatasan dari kita. Mohon bantuan juga dari warga,"tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.