Kamis, 03 Sep 2026 14:32 WIB

Galang Dana Bantuan Korban Erupsi Semeru, Bonek Jual Tiket Persebaya Vs Persib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Des 2021 19:08 WIB
Tiket online Persebaya Vs Persib Bandung
Tiket online Persebaya Vs Persib Bandung

Surabaya (selalu.id) - Cara kreatif dilakukan Bonek (suporter Persebaya Surabaya) dalam menggalang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Yakni donasi dengan menjual tiket pertandingan Persebaya Vs Persib Bandung.

Hasil penjualan tiket tersebut bukan untuk menonton Persebaya secara langsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Melainkan untuk didonasikan kepada korban terdampak erupsi Gunung, Semeru di Kabupaten Lumajang. Satu tiket seharga Rp 19.270. Tiket tersebut sudah terjual sebanyak 11.566 pukul 13.33 WIB. Jika dikalkulasikan besaran donasi mencapai Rp 222.876.820.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Program tersebut digagas oleh suporter Persebaya, Bonek melalui program Bonek Peduli Semeru. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui cara online di website yang sudah disediakan.

Salah satu perwakilan Bonek, Husein Ghozali menjelaskan, donasi melalui tiket-tiket tersebut akan disalurkan berupa barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

"Kan kita (sudah) kirim tim asesmen juga ke sana (lokasi bencana), mulai dari pendataan apa yang dibutuhkan sampai yang lain-lain. Mangkanya nanti kita yang membelanjakan (barang-barang bantuan)," kata Husein Ghozali atau Cak Cong sapaan akrabnya, Rabu (8/12/2021) sore.

Sementara itu, kata Cak Cong, berdasarkan hasil asesmen tim dilapangan menyatakan kebutuhan pokok jadi hal urgent yang harus segera dipenuhi.

"Kan kemungkinan nanti (penjualan tiket) ditutup. Terus kita koordinasi dengan teman-teman bonek bagikan teknisnya kaya apa," terangnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Bantuan tersebut lanjut Cak Cong, tidak langsung diberikan ke posko, namun langsung bagikan ke sasaran yang terdampak Semeru.

"Kita ada posko sendiri, makanya ada tim asesmen sendiri, nah mereka yang tau daerah ini butuh ini," ujarnya.

Direncanakan untuk mempercepat proses distribusi bantuan, Cak Cong menyebut akan ada personel tambahan yang diberangkatan dari Surabaya menuju lokasi bencana.

"Wah akeh iku (Banyak itu yang berangkat) 10 lebih koyoakene (sepertinya). Karena wakeh bantuane (banyak bantuannya)," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

Tingginya animo para suporter maupun masyarakat dalam membantu sesama melalui program pembelian tiket sangat disyukuri olehnya.

"Alhamdullilah, karena (masyarakat dan suporter) merasa waktunya bersama untuk membantu," ungkapnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.