Kamis, 03 Sep 2026 12:04 WIB

Jawa Timur Berhasil Sabet Dua Penghargaan Anugerah Kihajar 2023

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai

selalu.id - Bukti Guru di Jawa Timur sudah melek teknologi dan digitalisasi, menjadi pencapaian membanggakan yang kembali ditorehkan Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional. Kali ini, Pemprov Jawa Timur sukses menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Kihajar 2023 yang digelar Kemendikbudristek RI, Jumat (17/11) malam.

Dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang Jawa Timur tersebut yakni Daerah Jawara Belajar.id. Kemudian juga Penghargaan Sinergi dimana Jatim menjadi partisipasi daerah dengan Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) terbanyak.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Kedua penghargaan tersebut diserahkan  oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti didampingi Kepala Pusdatin Muh. Hasan Chabibie kepada Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai yang mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim,  Aries Agung Paewai mengucapkan terimakasih atas geliat para guru untuk melek teknologi. Dua penghargaan yang diraih, kata Aries menunjukkan bahwa guru menyadari akan profesionalisme pendidik khususnya pada kompetensi pembelajaran teknologi.

"Bagaimana mengembangkan pembelajaran, menyajikan pembelajar yang inspiratif dan kreatif ini betul-betul di pikirkan oleh guru-guru agar siswanya menerima dengan baik materi yang disampaikan. Saya harap penghargaan ini terus menjadi semangat dan pemicu motivasi guru untuk terus upgrade diri," ujar Aries kepada selalu.id, Sabtu (18/11/2023).

Pj Wali Kota Batu ini juga menjabarkan diraihnya Penghargaan Sinergi tidak lepas dari jumlah pendaftar Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) terbanyak se Indonesia dari Jawa Timur yang mencapai 16.273 guru tahun 2023 dari total  79.170 guru pendaftar PembaTIK se Indonesia.

Pencapaian ini, terang Aries merupakan hasil sinergitas dan kolaborasi Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Prov. Jatim dengan BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan), BBPPMPV BOE, BBGP (Balai Besar Guru Penggerak), Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, Kapten - Co Kapten,Komunitas Belajar.id, Penggerak Komunitas Belajar.

Kolaborasi yang terbangun tersebut,  tambah Aries untuk mewujudkan Daerah dengan persentase aktivasi akun belajar.id tertinggi, Daerah dengan persentase siswa yang sudah tersertifikasi menjadi pelajar belajar.id. Selanjutnya, jumlah praktik baik pemanfaatan Chromebook, Pengguna bulanan aktif Chromebook tertinggi.

Kemudian, daerah yang menerbitkan surat edaran untuk aktivasi akun belajar.id & Chromebook bagi guru dan siswa, daerah dengan persentase pemanfaatan platform merdeka mengajar tertinggi dan daerah dengan persentase pemanfaatan rapor pendidikan tertinggi.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penghargaan ini menjadi kado istimewa Hari Guru yang jatuh pada 25 November mendatang. Sekaligus membuktikan bahwa guru di Jatim melek akan teknologi dan digitalisasi. Terlebih, tantangan besar digitalisasi juga menuntut guru untuk terus mengupgrade diri lewat literasi digital. 

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

"Alhamdulillah, terimakasih dan apresiasi kami sampaikan pada seluruh tenaga pendidik di Jatim. Dua penghargaan ini sangat berarti bagi Jatim, sekaligus penyemangat insan pendidikan kita untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif dan melek perkembangan teknologi dan digitalisasi," ucap Gubernur Khofifah, Sabtu (18/11).

Khofifah mengungkapkan, saat ini pemerintah telah memberikan penunjang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya dalam mengajar di era digitalisasi, salah satunya lewat akun belajar.id. Dimana guru dapat mengakses ke berbagai aplikasi untuk mendukung aktivitas belajar dari rumah, misalkan google meet, rapor pendidikan, platform merdeka mengajar dan sebagainya.

"Ini membuktikan bahwa guru-guru kita terus mengembangkan pembelajaran sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan siswa," imbuhnya.

Khofifah menambahkan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, guru juga harus mampu mengajak siswanya berpikir kritis, analitis, dan reflektif, bukan hanya sekedar mengejar target nilai sesuai kurikulum. Sehingga peserta didik dapat termotivasi untuk mempraktekan ilmu yang dimiliki dan ikut berkontribusi ke dalam masyarakat.

"Saat ini, pendidikan tidak lagi satu arah. Dan guru yang menjadi pusat. Penting bagi guru  sebagai fasilitator untuk menunjukan kompetensi yang harus dipenuhi siswa. Karena di era digital, siswa bisa mengakses berbagai informasi atau materi pembelajaran dari mana saja, bisa belajar dimana saja kapan saja. Ini tantangan yang harus ditangkap dengan baik oleh guru," tandasnya. 

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Untuk itu, lanjut Khofifah diperlukan partisipasi aktif melalui pendidikan interaktif untuk memperoleh pengetahuan. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif sesuai dengan yang telah dirancang oleh orang lain. Tapi juga mendapatkan pengetahuan dari apa yang ingin mereka ketahui.

"Ini juga akan melatih sikap kritis siswa dalam memahami persoalan yang terjadi di masyarakat," tambah dia. 

Melalui capaian ini,  Khofifah berharap para guru terus terpacu untuk meningkatkan kompetensinya dan terus belajar akan teknologi agar bisa menyajikan pembelajaran inovatif,  kreatif dan inspiratif bagi siswa di generasi Z.

"Semoga capaian ini bisa terus meningkatkan inovasi dan kreatifitas para tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan zaman di tengah era digital saat ini. Sehingga, akan menciptakan program pendidikan yang semakin berkualitas," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.