Selasa, 20 Okt 2026 01:33 WIB

Harga Bahan Pokok Meroket, Cabai Tembus Rp85.000 Perkilo

Pedagang bahan pokok
Pedagang bahan pokok

selalu.id - Menyoal naiknya harga pada komoditas pangan khususnya harga cabai yang hari ini kian melambung tinggi, membuat para pedagang dan konsumen mengeluh.

Seperti yang sebelumnya diberitakan oleh selalu.id, lonjakan harga pada beberapa komoditas pangan yang terjadi akhir-akhir ini, tidak lain merupakan imbas dari adanya inflasi akhir tahun (2023). 

Berdasarkan dari pantauan selalu.id, beberapa pedagang pangan di pasar tradisional seperti pasar Keputran, Surabaya mengeluhkan kenaikan harga yang terbilang fantastis tersebut.

Salah satu pedagang cabai dipasar Keputran, Hj. Siti (63), mengatakan jika sebelumnya harga cabai rawit masih di angka Rp50.000,- sampai Rp55.000,- perkilonya. Namun, per hari ini, Senin (13/11/2023) dini hari, mengalami lonjakan harga sebesar Rp75.000 hingga Rp85.000 perkilogramnya.

"Harga cabai per hari ini naiknya ugal-ugalan mas. Sore (Minggu, 12/11) kemarin harga masih Rp55ribu perkilonya, tapi per hari Senin (13/11) ini jadi Rp85ribu perkilonya," jelas Hj. Siti kepada reporter selalu.id saat dikonfirmasi via selular, Senin (13/11/2023).

Sementara itu, harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur juga mulai alami kenaikan yang cukup drastis. Seperti diketahui, saat ini pedagang menjual harga telur ayam sebesar Rp28.000 - Rp29.000 perkilogramnya, padahal sebelumnya hanya berkisar diharga Rp24.000 - Rp25.000 perkilogram.

Menurut Candra (45) salah satu agen telur yang memiliki toko di pasar tradisional Manyar, Surabaya mengatakan, kenaikan ini baru terjadi sejak lima hari lalu, yang belum diketahui penyebab kenaikannya.

"Dari yang awalnya seharga Rp 24 ribu sekarang bisa sampai Rp 28 ribu perkilogram. Penyebabnya karena di sana (distributor) udah naik jadi kita ikut naikkan harga," ujar Candra saat dikonfirmasi selalu.id, Senin Pagi.

Candra menyebutkan, kenaikan ini belum terlalu signifikan, karena ia memperkirakan akan terus alami kenaikan terlebih jelang akhir tahun ini. "Kemungkinan besar, harga bakal naik terus mas, bisa-bisa tembus diatas angka Rp 30 ribu ke atas," katanya.

Sementara itu, kondisi ini dikeluhkan oleh pembeli atau masyarakat dari kalangan menengah ke bawah, yang harus ekstra mengatur finansial mereka di tengah kondisi perekonomian yang tidak pasti.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.