Jumat, 05 Jun 2026 07:10 WIB

Harga Bahan Pokok Meroket, Cabai Tembus Rp85.000 Perkilo

Pedagang bahan pokok
Pedagang bahan pokok

selalu.id - Menyoal naiknya harga pada komoditas pangan khususnya harga cabai yang hari ini kian melambung tinggi, membuat para pedagang dan konsumen mengeluh.

Seperti yang sebelumnya diberitakan oleh selalu.id, lonjakan harga pada beberapa komoditas pangan yang terjadi akhir-akhir ini, tidak lain merupakan imbas dari adanya inflasi akhir tahun (2023). 

Berdasarkan dari pantauan selalu.id, beberapa pedagang pangan di pasar tradisional seperti pasar Keputran, Surabaya mengeluhkan kenaikan harga yang terbilang fantastis tersebut.

Salah satu pedagang cabai dipasar Keputran, Hj. Siti (63), mengatakan jika sebelumnya harga cabai rawit masih di angka Rp50.000,- sampai Rp55.000,- perkilonya. Namun, per hari ini, Senin (13/11/2023) dini hari, mengalami lonjakan harga sebesar Rp75.000 hingga Rp85.000 perkilogramnya.

"Harga cabai per hari ini naiknya ugal-ugalan mas. Sore (Minggu, 12/11) kemarin harga masih Rp55ribu perkilonya, tapi per hari Senin (13/11) ini jadi Rp85ribu perkilonya," jelas Hj. Siti kepada reporter selalu.id saat dikonfirmasi via selular, Senin (13/11/2023).

Sementara itu, harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur juga mulai alami kenaikan yang cukup drastis. Seperti diketahui, saat ini pedagang menjual harga telur ayam sebesar Rp28.000 - Rp29.000 perkilogramnya, padahal sebelumnya hanya berkisar diharga Rp24.000 - Rp25.000 perkilogram.

Menurut Candra (45) salah satu agen telur yang memiliki toko di pasar tradisional Manyar, Surabaya mengatakan, kenaikan ini baru terjadi sejak lima hari lalu, yang belum diketahui penyebab kenaikannya.

"Dari yang awalnya seharga Rp 24 ribu sekarang bisa sampai Rp 28 ribu perkilogram. Penyebabnya karena di sana (distributor) udah naik jadi kita ikut naikkan harga," ujar Candra saat dikonfirmasi selalu.id, Senin Pagi.

Candra menyebutkan, kenaikan ini belum terlalu signifikan, karena ia memperkirakan akan terus alami kenaikan terlebih jelang akhir tahun ini. "Kemungkinan besar, harga bakal naik terus mas, bisa-bisa tembus diatas angka Rp 30 ribu ke atas," katanya.

Sementara itu, kondisi ini dikeluhkan oleh pembeli atau masyarakat dari kalangan menengah ke bawah, yang harus ekstra mengatur finansial mereka di tengah kondisi perekonomian yang tidak pasti.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.