Jumat, 05 Jun 2026 01:24 WIB

Penderita Kanker Payudara Meningkat di Surabaya, Dinkes Gencarkan SADANIS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Sep 2023 12:49 WIB
Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut kasus penderita payudara di Kota Pahlawan mengalami peningkatan di tahun 2023.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan meningkatnya kasus penderita kanker payudara di tahun ini sebanyak 1.677 kasus.

"Berdasarkan data tahun 2022–2023 kasus kanker mengalami sedikit peningkatan yakni sebanyak 1,2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya," kata Nanik, Rabu (20/9/2023).

Nanik menjelaskan bahwa rata-rata penyebab kanker payudara adalah pola makan yang buruk hingga mengalami obesitas seperti makanan tinggi lemak dan rendah serat, serta mengandung zat pengawet atau pewarna.

"Merokok dan terpapar asap rokok, kurang olahraga atau aktifitas fisik, dan tidak bisa mengelola stress," ujarnya.

Tak hanya itu, Nanik juga menjelaskan bahwa ada faktor yang tidak dikendalikan penyakit kanker payudara yakni karena genetik dari riwayat penyakit keluarga.  Beberapa kasus pun diketemukan pada perempuan yang mengalami menstruasi di usia dini atau di bawah 12 tahun.

"Sedangkan distribusi data kanker payudara berdasarkan usia ada pada range usia 19-59 tahun," jelasnya.

Oleh karenanya, untuk mencegah penyakit kanker payudara itu, Dinkes Surabaya melaksanakan skrining melalui SADANIS (Periksa Payudara Sendiri).

"Pemeriksaan dapat dilakukan di setiap Puskesmas bersamaan dengan skrining IVA," ucapnya.

Baca Juga: 210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

Untuk pemeriksaan dilakukan pada wanita usia produktif, yaitu usia 15 tahun ke atas, kata Nanik, apabila di temukan benjolan akan dilakukan rujukan.

"Rujukan dari Faskes Tk. 1 ke RS untuk mengetahui keganasan pada benjolan payudara," sebutnya.

Lebih lanjut Nanik menambahkan untuk upaya Dinkes dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara yakni dengan menguatkan kegiatan promotif dan edukasi untuk masyarakat agar mengetahui cara pencegahan dan terhindar dari penyakit kanker.

"Meningkatkan skrining SADANIS, melaksanakan Posyandu Prima untuk mendeteksi kesehatan pada wanita usia subur," tuturnya.

Lalu upaya tersebut juga dengan melakukan skrining faktor risiko PTM melalui Posbindu untuk mengetahui kebiasaan pola hidup dan mengedukasi melakukan PHBS secara konsisten.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.