Selasa, 20 Okt 2026 00:48 WIB

Penderita Kanker Payudara Meningkat di Surabaya, Dinkes Gencarkan SADANIS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Sep 2023 12:49 WIB
Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut kasus penderita payudara di Kota Pahlawan mengalami peningkatan di tahun 2023.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan meningkatnya kasus penderita kanker payudara di tahun ini sebanyak 1.677 kasus.

"Berdasarkan data tahun 2022–2023 kasus kanker mengalami sedikit peningkatan yakni sebanyak 1,2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya," kata Nanik, Rabu (20/9/2023).

Nanik menjelaskan bahwa rata-rata penyebab kanker payudara adalah pola makan yang buruk hingga mengalami obesitas seperti makanan tinggi lemak dan rendah serat, serta mengandung zat pengawet atau pewarna.

"Merokok dan terpapar asap rokok, kurang olahraga atau aktifitas fisik, dan tidak bisa mengelola stress," ujarnya.

Tak hanya itu, Nanik juga menjelaskan bahwa ada faktor yang tidak dikendalikan penyakit kanker payudara yakni karena genetik dari riwayat penyakit keluarga.  Beberapa kasus pun diketemukan pada perempuan yang mengalami menstruasi di usia dini atau di bawah 12 tahun.

"Sedangkan distribusi data kanker payudara berdasarkan usia ada pada range usia 19-59 tahun," jelasnya.

Oleh karenanya, untuk mencegah penyakit kanker payudara itu, Dinkes Surabaya melaksanakan skrining melalui SADANIS (Periksa Payudara Sendiri).

"Pemeriksaan dapat dilakukan di setiap Puskesmas bersamaan dengan skrining IVA," ucapnya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Untuk pemeriksaan dilakukan pada wanita usia produktif, yaitu usia 15 tahun ke atas, kata Nanik, apabila di temukan benjolan akan dilakukan rujukan.

"Rujukan dari Faskes Tk. 1 ke RS untuk mengetahui keganasan pada benjolan payudara," sebutnya.

Lebih lanjut Nanik menambahkan untuk upaya Dinkes dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara yakni dengan menguatkan kegiatan promotif dan edukasi untuk masyarakat agar mengetahui cara pencegahan dan terhindar dari penyakit kanker.

"Meningkatkan skrining SADANIS, melaksanakan Posyandu Prima untuk mendeteksi kesehatan pada wanita usia subur," tuturnya.

Lalu upaya tersebut juga dengan melakukan skrining faktor risiko PTM melalui Posbindu untuk mengetahui kebiasaan pola hidup dan mengedukasi melakukan PHBS secara konsisten.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).