Selasa, 21 Jul 2026 10:57 WIB

Penderita Kanker Payudara Meningkat di Surabaya, Dinkes Gencarkan SADANIS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Sep 2023 12:49 WIB
Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut kasus penderita payudara di Kota Pahlawan mengalami peningkatan di tahun 2023.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan meningkatnya kasus penderita kanker payudara di tahun ini sebanyak 1.677 kasus.

"Berdasarkan data tahun 2022–2023 kasus kanker mengalami sedikit peningkatan yakni sebanyak 1,2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya," kata Nanik, Rabu (20/9/2023).

Nanik menjelaskan bahwa rata-rata penyebab kanker payudara adalah pola makan yang buruk hingga mengalami obesitas seperti makanan tinggi lemak dan rendah serat, serta mengandung zat pengawet atau pewarna.

"Merokok dan terpapar asap rokok, kurang olahraga atau aktifitas fisik, dan tidak bisa mengelola stress," ujarnya.

Tak hanya itu, Nanik juga menjelaskan bahwa ada faktor yang tidak dikendalikan penyakit kanker payudara yakni karena genetik dari riwayat penyakit keluarga.  Beberapa kasus pun diketemukan pada perempuan yang mengalami menstruasi di usia dini atau di bawah 12 tahun.

"Sedangkan distribusi data kanker payudara berdasarkan usia ada pada range usia 19-59 tahun," jelasnya.

Oleh karenanya, untuk mencegah penyakit kanker payudara itu, Dinkes Surabaya melaksanakan skrining melalui SADANIS (Periksa Payudara Sendiri).

"Pemeriksaan dapat dilakukan di setiap Puskesmas bersamaan dengan skrining IVA," ucapnya.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Untuk pemeriksaan dilakukan pada wanita usia produktif, yaitu usia 15 tahun ke atas, kata Nanik, apabila di temukan benjolan akan dilakukan rujukan.

"Rujukan dari Faskes Tk. 1 ke RS untuk mengetahui keganasan pada benjolan payudara," sebutnya.

Lebih lanjut Nanik menambahkan untuk upaya Dinkes dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara yakni dengan menguatkan kegiatan promotif dan edukasi untuk masyarakat agar mengetahui cara pencegahan dan terhindar dari penyakit kanker.

"Meningkatkan skrining SADANIS, melaksanakan Posyandu Prima untuk mendeteksi kesehatan pada wanita usia subur," tuturnya.

Lalu upaya tersebut juga dengan melakukan skrining faktor risiko PTM melalui Posbindu untuk mengetahui kebiasaan pola hidup dan mengedukasi melakukan PHBS secara konsisten.

Baca Juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.