Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Buntut Dokter Gadungan di RS PHC Surabaya, DPRD Jatim Minta Verifikasi Ulang Tenaga Medis

anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari
anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari

selalu.id - Kasus penipuan berkedok sebagai tenaga medis profesional atau dokter yang terjadi di RS PHC Surabaya menyita perhatian publik. Pasalnya, operasi penipuan oleh Susanto telah dilakukan selama hampir 3 tahun.

Susanto pun diketahui menyamar sebagai tenaga medis profesioal di RS PHC Surabaya dengan memanipulasi data dan dokumen-dokumen legalitas profesinya dari mencatut identitas asli dokter lain yakni dr Anggi Yurikno yang bekerja di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhati Sehat Bandung.

Baca Juga: Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

Oleh sebab itu, anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari mengaku sangat terkejut, saat mendengar ada dokter gadungan yang bisa dan telah bekerja selama hampir tiga tahun di rumah sakit ternama di Kota Surabaya. Untuk itu, ia sangat mengecam kecerobohan administratif rumah sakit tersebut.

Bagi Agatha, terkuaknya kasus tersebut sangat mengganggu profesionalitas tenaga medis. Apalagi ini menyangkut kesehatan dan nyawa seorang pasien.

"Dengan munculnya kasus ini, saya meminta dilakukan verifikasi ulang seluruh tenaga medik. Tidak hanya di rumah sakit, Susanto (dokter gadungan, red) pernah bekerja. Tapi kalau perlu diseluruh rumah sakit di Jawa Timur. Jangan-jangan ada kasus serupa. Mungkin tidak dokternya, tapi juga bisa perawatnya atau tenaga medis lainnya. Bagaimana mungkin seorang yang hanya lulusan SMA bisa memberikan pengobatan ala dokter, dan itu berlangsung hampir tiga tahun," kata Agatha, saat dikonfirmasi, Jumat (15/9/2023).

Baca Juga: Mantan Anggota DPR Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Kuota Haji 2026, Kerugian Diklaim Rp2 Miliar

Sekadar informasi, Susanto dokter gadungan tersebut diketahui setelah pihak RS PHC Surabaya akan melakukan perpanjangan kontrak pada 12 Juni 2023 lalu. RS PHC ini berada di bawah PT Pelindo Husada Citra.

Berselang hampir tiga tahun, pihak rumah sakti menemukan ketidaksesuaian antara hasil foto dengan Sertifikat Tanda Registrasi (STR) yang dikirimkan. Hal itu diketahui, setelah RS PHC meminta ulang data dokumen lamaran pekerjaan untuk memperpanjang kontraknya.

"Dan ternyata, dari informasi yang saya dapat, Susanto sebelumnya juga pernah melakukan penipuan serupa di rumah sakit di Kalimantan pada 2006-2008. Ini sungguh keterlaluan. Dia bisa mengelabui administrasi rumah sakit. Itu artinya ada kelemahan disana," ungkap Alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Baca Juga: Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Dengan adanya kasus ini, Agatha meminta pihak rumah sakit untuk meminta maaf kepada seluruh pasien yang pernah ditanganinya. Sebab ini merupakan murni kecerobohan rumah sakit, yang tidak melakukan seleksi secara ketat tenaga medis yang direkrut.

"Saya juga meminta penegak hukum untuk memprosesnnya dengan tegas. Kalau perlu menghukum dengan hukuman maksimal. Sebab Susanto telah dua kali melakukan penipuan dengan menjadi dokter gadungan," tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

Persoalan utamanya bukan penolakan terhadap aturan. Pedagang hanya meminta agar standar penegakan regulasi diberlakukan secara sama terhadap seluruh pasar.