Rabu, 22 Jul 2026 06:44 WIB

Temui Massa Demo Penyekatan Suramadu, Wali Kota Eri Cahyadi Dipuji Ketua PCNU Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jun 2021 21:58 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi demo penyekatan Suramadu di Balai Kota, Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi demo penyekatan Suramadu di Balai Kota, Surabaya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Surabaya (selalu.id) - Langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menemui ribuan warga Madura, yang menggelar aksi demo menolak penyekatan di Suramadu menuai pujian dari tokoh masyarakat. Salah satunya dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri, yang menyebut tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik dan bijak. 

"Seharusnya pemimpin ya seperti itu. Setiap ada masalah di warga, diselesaikan dengan cara bertemu dan berdialog supaya tahu kemauan warga itu apa. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dicari solusinya yang terbaik," ujar Muhibbin, dikonfirmasi, Senin (21/6/2021). 

Sebelumnya perlu diketahui, ribuan warga Madura menggelar aksi demonstrasi ke Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). Mereka menolak adanya penyekatan dan swab antigen yang diselenggarakan Pemkot Surabaya di Suramadu. Saat di Balai Kota, demontrans tersebut ditemui Eri Cahyadi. Perwakilan warga Madura juga diterima Eri Cahyadi di ruang rapat wali kota, untuk diajak dialog. 

Menurut Muhibbin, upaya Wali Kota Eri untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah benar dan baik. Seharusnya masyarakat mendukung upaya pemerintah tersebut, yang menyekat dan tes swab antigen di Suramadu. 

"Masyarakat bersama dengan Pemkot Surabaya, Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim harus bersama-sama mendukung. Kita percaya bahwa upaya itu efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami lonjakan sangat tajam," ungkapnya. 

Dia mengatakan, apa yang telah dilakukan Eri Cahyadi saat ini bisa diteruskan. Artinya apa yang telah dilakukan selama ini dijadikan sebagai pola dalam rangka untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi aspirasi warga. 

"Saya kira, apa yang sudah dilakukan diteruskan. Pak Eri sering turun langsung ke warga, mendengarkan dan merespon apa yang menjadi kehendak warga. Tentunya sejauh tetap sesuai aturan dan kemaslahatan bersama. Jika ada perbedaan kepentingan, dicari titik temunya," katanya. 

Muhibbin juga mengapresiasi saat ribuan warga Madura yang menggelar aksi demo sempat dipimpin Eri Cahyadi menggemakan sholawat. Menurut dia, hal itu bagus dilakukan. Sebab dalam kultur masyarakat Indonesia, sholawat merupakan bacaan yang sangat familiar. 

"Dengan sholawat bisa mendinginkan suasana, bisa mendinginkan hati. Jadi bagus-bagus saja dilantunkan disetiap keadaan," tandasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.