Rabu, 16 Sep 2026 22:02 WIB

Temui Massa Demo Penyekatan Suramadu, Wali Kota Eri Cahyadi Dipuji Ketua PCNU Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jun 2021 21:58 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi demo penyekatan Suramadu di Balai Kota, Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi saat menemui massa aksi demo penyekatan Suramadu di Balai Kota, Surabaya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Surabaya (selalu.id) - Langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menemui ribuan warga Madura, yang menggelar aksi demo menolak penyekatan di Suramadu menuai pujian dari tokoh masyarakat. Salah satunya dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri, yang menyebut tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik dan bijak. 

"Seharusnya pemimpin ya seperti itu. Setiap ada masalah di warga, diselesaikan dengan cara bertemu dan berdialog supaya tahu kemauan warga itu apa. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dicari solusinya yang terbaik," ujar Muhibbin, dikonfirmasi, Senin (21/6/2021). 

Sebelumnya perlu diketahui, ribuan warga Madura menggelar aksi demonstrasi ke Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). Mereka menolak adanya penyekatan dan swab antigen yang diselenggarakan Pemkot Surabaya di Suramadu. Saat di Balai Kota, demontrans tersebut ditemui Eri Cahyadi. Perwakilan warga Madura juga diterima Eri Cahyadi di ruang rapat wali kota, untuk diajak dialog. 

Menurut Muhibbin, upaya Wali Kota Eri untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah benar dan baik. Seharusnya masyarakat mendukung upaya pemerintah tersebut, yang menyekat dan tes swab antigen di Suramadu. 

"Masyarakat bersama dengan Pemkot Surabaya, Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim harus bersama-sama mendukung. Kita percaya bahwa upaya itu efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami lonjakan sangat tajam," ungkapnya. 

Dia mengatakan, apa yang telah dilakukan Eri Cahyadi saat ini bisa diteruskan. Artinya apa yang telah dilakukan selama ini dijadikan sebagai pola dalam rangka untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi aspirasi warga. 

"Saya kira, apa yang sudah dilakukan diteruskan. Pak Eri sering turun langsung ke warga, mendengarkan dan merespon apa yang menjadi kehendak warga. Tentunya sejauh tetap sesuai aturan dan kemaslahatan bersama. Jika ada perbedaan kepentingan, dicari titik temunya," katanya. 

Muhibbin juga mengapresiasi saat ribuan warga Madura yang menggelar aksi demo sempat dipimpin Eri Cahyadi menggemakan sholawat. Menurut dia, hal itu bagus dilakukan. Sebab dalam kultur masyarakat Indonesia, sholawat merupakan bacaan yang sangat familiar. 

"Dengan sholawat bisa mendinginkan suasana, bisa mendinginkan hati. Jadi bagus-bagus saja dilantunkan disetiap keadaan," tandasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.