• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 10:12 WIB

Kreatif, Ini Teknik Baru Sekolah Daring di Surabaya

Metode pembelajaran padagogi di Sekolah Murid Merdeka

Metode pembelajaran padagogi di Sekolah Murid Merdeka

Surabaya (selalu.id) - Sekolah Murid Merdeka (SMM) Surabaya memiliki teknik atau metode padagogi menghadapi sekolah daring masa pandemi Covid-19 ini. Dengan menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka dikalim mampu menyampaikan pelajaran dengan baik kepada siswa.

Baca Juga: PDIP Surabaya Bakal Jaring Kandidat Pilwali, Eri-Armuji Jadi Prioritas

"Sejak awal, bahkan sebelum pandemi, Sekolah Murid Merdeka (SMM) sudah menginisiasi model pembelajaran blended learning, yaitu metode yang menggabungkan pembelajaran online (dalam jaringan) dan pembelajaran offline atau tatap muka langsung. Rencana pembelajaran di SMM sudah termasuk pilihan pembelajaran online dan tatap muka langsung," kata Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti dalam rilis yang diterima selalu.id, Sabtu (5/6/2021).

Menurut Laksmi, belajar online bisa sangat menyenangkan dan bermakna. Kuncinya ada pada kreativitas yang dibangun tenaga pengajar. Semua pengajar SMM dituntut selalu mengembangkan kreativitas, agar peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka, baik dengan guru maupun teman-temannya.

"SMM menawarkan fleksibilitas. Kami percaya setiap anak punya kebutuhan yang berbeda, dan punya konteks belajar yang berbeda juga. Sebagai pendidik kami punya kewajiban merespons kebutuhan belajar anak, termasuk merespon konteks belajar yang ada di sekitar anak," jelasnya.

Dia mengatakan, keberadaan sekolah berkualitas relatif masih terbatas, biasanya hanya terkonsentrasi di kota besar. Seringkali orang tua siswa merasakan bahwa sekolah yang mereka harapkan jauh dari tempat tinggalnya. Seandainya bisa diakses, sekolah itu kurang fleksibel, dan belum sampai tingkat mengukur kebutuhan anak, atau berpihak pada anak.

"SMM didirikan untuk mengubah miskonsepsi bahwa kita memang bisa belajar dari mana saja, Pendidikan yang berkualitas harus merata dan bisa diakses semua anak di Indonesia. Berkat bantuan teknologi informasi, murid-murid SMM, tersebar dari Aceh hingga Papua,"ujar Laksmi.

Mengenai kurikulum yang dipakai, Laksmi menjelaskan, SMM tetap menggunakan Kurikulum Nasional. Namun dalam proses belajarmengajar, pihaknya menggunakan banyak pendekatan dan inovasi.

"Kami selalu merujuk riset-riset terbaru, misalnya tentang manajemen kelas maupun pedagogi. Kami punya tim kurikulum yang rutin melakukan kajian tentang metode pembelajaran, sebelum akhirnya melibatkan guru-guru untuk berdiskusi," kata dia.

Meskipun metode pembelajaran daring bisa diterapkan sepenuhnya, Laksmi juga berharap pembelajaran tatap muka secara langsung sudah bisa dilakukan pada tahun ajaran baru mendatang.

"Kami sangat excited menyambut tahun ajaran baru. SMM juga menyiapkan delapan sekolah satelit di delapan kota, antara lain di Bandung, Depok, Tangerang, Surabaya serta beberapa kota besar lainnya. SMM siap seandainya pelaksanaan belajar sudah diperbolehkan dengan tatap muka langsung, tentunya dengan pendekatan belajar yang tak kalah seru dan menyenangkan," ujarnya.

Editor : Redaksi