Rabu, 21 Okt 2026 01:47 WIB

Dinilai Ada Permainan Putusan, Satgas Saber Pungli Pantau Kejaksaan Negeri Sumenep

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Mar 2021 14:33 WIB
Miko Saleh saat dikonfirmasi wartawan
Miko Saleh saat dikonfirmasi wartawan

Baca Juga: Top 5 Berita: Kakek Tewas hingga Terlibat Pungli

Sumenep (selalu.id) - Satgas Saber Pungli Tim Sos Kemenkopolhukam menyorot Kejaksaan Negeri Sumenep. Hal ini terkait Keputusan hukuman penjara empat tahun kepada Hery Sugeng Purnomo terkait kasus hutang sebesar 2,850 miliar.

Sorotan tersebut membidik keputusan pengadilan yang mengembalikan semua jaminan berupa sertifikat tanah dan surat kendaraan kepada pemiliknya masing-masing. Pemberi pinjaman (Rahman) merasa rugi lantaran jaminan dikembalikan, sedangkan uang miliknya yang dipinjam Hery tidak kembali.

Kasus ini bermula saat Hery meminjam uang kepada Rahman sejumlah total Rp. 2,850 miliar untuk keperluan pembangunan proyek jalan yang ternyata fiktif. Hery pun memberikan sertifikat tanah milik kekerabatnya kepada Rahman yang kerap dipanggil ipong sebagai jaminan. 

Seiring berjalannya waktu, keduanya mulai tidak sejalan lantaran Rahman mengendus upaya penipuan yang dilakukan Hery yang merupakan teman kecilnya sendiri. Hingga akhirnya Rahman melaporkan Hery dengan pasal penipuan 378 KUHP, dan menjebloskan Hery ke tahanan. 

"Sejak Januari sudah diputuskan dia bersalah, meskipun dia (Hery) baru dimasukkan penjara awal Februari," ujar Rahman Senin pagi (8/3/2021)

Kasus ini masih memusingkan Rahman. Pasalnya dokumen jaminan yang dipegang Rahman tidak kembali ke tangannya. Padahal dokumen jaminan itu diserahkan Rahman sebelumnya untuk keperluan proses pengadilan. 

"Jadi kalau saya ndak dapat uang saya, trus ndak dapat dokumen jaminan saya, ini sama saja saya rugi," keluh Rahman yang mengaku tak menyangka dokumen jaminan sertifikat dan BPKB sejumlah kendaraan dari Hery tidak dikembalikan kepadanya. 

"Sama kejaksaan malah dikembalikan ke pemilik sertifikatnya masing-masing. Lalu nasib saya sebagai korban bagaimana?" imbuhnya. 

Apa yang dialami Rahman mendapat perhatian Satgas Saber Pungli Tim Sos Kemenkopolhukam. Demikian disampaikan  Ketua Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat GNPK Jatim, Miko Saleh. 

Saat berkunjung ke Sumenep, Miko menggambarkan apa yang dialami Rahman ini sebagai permainan putusan hukum. 

"Ketidakadilan sedang berlangsung. Mestinya setelah putusan, ada kesepakatan dan seluruh dokumen dan sertifikat yang dikuasai Rahman, dimediasi agar kembali padanya," Ujar Miko. 

Menurut Miko, sikap Kejaksaan Negeri Sumenep yang langsung mengembalikan dokumen jaminan kepada pemiliknya masing-masing sangat tidak bijaksana. 

"Padahal semua kan tahu, itu haknya Rahman, kalau gini namanya tidak adil," ungkap Miko. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada  pernyataan resmi dari pihak Kejari Sumenep. Dari pengakuan Rahman, Kejari tidak mengembalikan dokumen jaminan ke Rahman karena sudah prosedur. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.