Sabtu, 06 Jun 2026 11:01 WIB

PDIP Digandrungi Perempuan di Surabaya, Agatha: Sinyal Kemenangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Jul 2023 22:15 WIB
Wakil Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Lingkungan Hidup DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari 
Wakil Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Lingkungan Hidup DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari 

selalu.id -  Surabaya Survei Center (SSC) melakukan survei pada Kamis lalu (13/7/2023). Survei tersebut tidak hanya terkait tokoh-tokoh politik yang masuk dalam bursa dalam kompetisi Pemilu 2024 mendatang, melainkan juga pandangan pemilih perempuan terhadap representasi partai politik ideal bagi mereka.

Terkait hal itu, PDI Perjuangan Surabaya menjadi partai yang dipilih oleh mayoritas kelompok pemilih perempuan di Surabaya. Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan, PDIP memuncaki pilihan sebagai partai yang paling dipilih oleh kelompok pemilih perempuan di Surabaya dengan meraih angka 49,8 persen.

“Baru kemudian diikuti oleh Gerindra dengan 7,5 persen dan PKB dengan 7,2 persen, serta Golkar dengan 6,5 persen, Demokrat dengan 6,2 persen. Partai-partai lainnya hanya berada di kisaran 3 persen ke bawah,” katanya.

Merespon hasil survei tersebut, kader perempuan yang juga Wakil Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Lingkungan Hidup DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari menganggap sebagai sinyal kemenangan PDIP di Kota Pahlawan.

“Ini kepercayaan yang luar biasa buat PDI Perjuangan Kota Surabaya. Bisa dibilang ini sebuah sinyal kemenangan untuk partai di tahun 2024,” kata Agatha saat dihubungi, Sabtu (14/7/2023).

Suara perempuan, lanjut Agatha akan cukup mempunyai pengaruh banyak mengingat, populasi pemilih perempuan yang lebih banyak dari laki-laki. Terlebih lagi pemilih pemula atau milenial.

“Kepercayaan ini tentunya menjadikan semangat kader PDI Perjuangan Kota Surabaya semakin berkobar. Perempuan dan millenial sudah di barisan kita,” ujar Agatha yang juga Anggota Komisi B DPRD Jatim.

Menurutnya, pengaruh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang selalu meminta kadernya untuk turun ke bawah, untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. "Selalu bersama rakyat terutama saat mereka mengalami kesulitan,"ungkap Agatha.

Selain itu, DPC PDI Perjuangan Surabaya mempunyai program - program kerja yang pro wong cilik, terutama bagi kaum perempuan. Tak ketinggalan, program pemberdayaan perempuan melalui urban farming, perikanan darat, dan pendampingan UMKM

"Program - program tersebut yang dirasakan masyarakat punya manfaat. Sehingga mereka (rakyat) merasakan kehadiran kader - kader PDI Perjungan," pungkasnya.

Diketahui dari hasil survei SSC tersebut, terdapat lima Besar Partai Pilihan Perempuan, antara lain;
1. PDIP : 49,8 persen
2. Gerindra : 7,5 persen
3. PKB : 7,2 persen
4. Golkar : 6,5 persen
5. Demokrat : 6,2 persen. (Adg)

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.