Rabu, 19 Agu 2026 21:13 WIB

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Penampakan hutan Gunung Arjuno yang terbakar. (Dok. Adpim Pemprov Jatim).
Penampakan hutan Gunung Arjuno yang terbakar. (Dok. Adpim Pemprov Jatim).

selalu.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di lereng Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, pada Rabu (19/8) dini hari.

Petugas mendeteksi setidaknya tiga titik api di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bantu Pemadaman Karhutla Bromo, Kepala DPKP Surabaya: Kemanusiaan Tidak Punya Sekat Wilayah Administratif

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, membenarkan kemunculan kobaran api yang mulai terlihat warga dan petugas sekitar pukul 01.00 WIB.

"Intinya kejadian mulai titik terlihat tadi malam sekitar jam 01.00 WIB. Sekarang prinsipnya saya sudah memberangkatkan tim kami yang di pos Sumber Brantas. Itu karena terlihat tiga spot," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Jumadi menjelaskan, sebaran titik api berada di atas wilayah Pondokan dan sekitar Lembah Kidang. Meski begitu, pihak otoritas belum bisa membeberkan secara rinci total luasan lahan yang terbakar.

Sebagai langkah penanganan cepat, helikopter siaga disiapkan untuk pemadaman udara (water bombing) guna mencegah api makin meluas.

"Kemungkinan untuk water bombing. Walau water bombing jangan dipersepsikan parah. Ini mumpung masih kecil, itu di-water bombing itu cepat selesai," jelasnya.

Namun, proses pemadaman udara sempat terkendala faktor cuaca di lapangan.

Baca Juga: Karhutla Bromo Probolinggo Berhenti, Luasan Dampak Capai 1.120,3 Hektare

"Tapi tadi heli sudah asesmen. Cuma karena anginnya kencang ndak berani. Keselamatan pesan. Heli sudah standby," tambah Jumadi.

Jalur Pendakian Ditutup, Seluruh Pendaki Dipastikan Dipaksa Turun

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tertuang dalam Surat Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Petugas gabungan langsung menyisir seluruh jalur untuk memastikan tidak ada pendaki yang terjebak di kawasan rawan tersebut.

"Iya (ditutup). Karena ada pendaki yang tadi di Lengkehan sudah turun semuanya. Kemudian yang di Pos Tretes ini tadi tim saya nyusul ke atas untuk bisa memastikan mereka sudah keluar semuanya," tegasnya.

Pihak Dinas Kehutanan Jatim memastikan kawasan puncak hingga pos-pos pendakian kini sudah bersih dari aktivitas pendaki.

"Untuk pendaki clear. Itu pendaki di luar yang ekspedisi. Lewat tiga jalur mereka sudah clear semuanya," pungkas Jumadi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan kualitas kearsipan secara berkelanjutan. Target dalam RPJMD 2027 ditetapkan mencapai 82, atau setara dengan predikat A.

Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026, Arif Fathoni, mengatakan panitia turut memeriksa penataan zona suporter serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Korban berharap aparat bergerak cepat meringkus pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih jeli terhadap tawaran kerja luar negeri.