Senin, 17 Agu 2026 10:42 WIB

Pemain dan Penonton Soekarno Cup 2026 Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Pemain bola Soekarno Cup mengheningkan cipta untuk korban gempa Flores sebelum bertanding.
Pemain bola Soekarno Cup mengheningkan cipta untuk korban gempa Flores sebelum bertanding.

selalu.id - Duka atas gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut dirasakan insan sepak bola dalam gelaran Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur. Sebelum kick-off pertandingan pada Sabtu (15/8/2026), para pemain muda, official, panitia, dan penonton serentak mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban bencana.

Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi membuat suasana kompetisi yang biasanya dipenuhi sorak-sorai seketika berubah menjadi khidmat. Aksi tersebut digelar di sejumlah venue yang menjadi lokasi pertandingan Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Baca Juga: KSOP dan PWI Gresik Gelar Fun Game Mini Soccer, Nuansa Merah Putih Hadir di Lapangan

Para pemain dari kedua tim yang akan bertanding berdiri berdampingan di tengah lapangan. Mereka menundukkan kepala dan memanjatkan doa, diikuti penonton di tribun yang menghentikan sejenak dukungan kepada tim masing-masing. Suasana semakin mengharukan ketika sejumlah penonton yang memiliki kerabat di NTT terlihat meneteskan air mata.

Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma’ruf, mengatakan mengheningkan cipta menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana.

Baca Juga: Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Wadah Pemersatu Talenta Muda Sepak Bola

“Di balik semangat kompetisi dan olahraga, ada rasa persaudaraan bangsa yang tak boleh terputus. Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Anang yang juga legenda Timnas Indonesia.

Menurut Anang, momen tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan berada di atas persaingan olahraga. Para penonton dan pemain muda yang berasal dari berbagai daerah dipersatukan dalam keheningan untuk menyampaikan doa serta dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Baca Juga: Jawa Barat Tekuk Tuan Rumah Jatim 4-1 di Laga Pembuka Soekarno Cup U-17

Bagi penyelenggara dan peserta Soekarno Cup 2026, pertandingan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan hijau. Di tengah musibah yang menimpa masyarakat NTT, kompetisi tersebut juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian dan semangat persaudaraan antarsesama anak bangsa.

Setelah prosesi mengheningkan cipta selesai, pertandingan kembali dilanjutkan. Namun, keheningan beberapa menit sebelum kick-off meninggalkan pesan kuat bahwa rivalitas di lapangan tidak menghapus rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap mereka yang sedang tertimpa bencana. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Malam Tasyakuran di Petrang Jember Diwarnai Saling Suap Tumpeng

Kegiatan ini dipercaya warga menjadi gambaran bahwa hubungan antara pengurus lingkungan tidak hanya sebatas koordinasi administratif.

Akibat Kebakaran, Diduga 22 Motor di Bengkel KNV Sidoarjo Ikut Hangus

Kendaraan tersebut diduga sebagian besar merupakan milik pelanggan. Kondisi sejumlah motor bahkan ludes hingga hanya menyisakan kerangka setelah terkena kobaran

Kebakaran Dini Hari, Bengkel Modifikasi Racing di Kahuripan Nirwana Ludes

Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api.

Malam Tasyakuran HUT RI jadi Ruang Ibu-ibu di Barata Jaya Surabaya Bicara Soal SPMB

Warga menyoroti kendala yang dirasakan warga ketika anak memasuki jenjang SMP hingga SMA, terutama berkaitan dengan pilihan sekolah dan jarak.

Hadapi Tantangan Zaman, Pemuda Pakis Gang 2 Surabaya Siap Jadi Tuan dan Nyonya di Rumah Sendiri

Farel- sapaan akbrab Rasieka Tabina Farel menilai, keberadaan pemuda di kampung tidak hanya sebatas menjadi pelaksana kegiatan sosial.

Fenomena Sound Horeg di Sidoarjo: Dari Swadaya Puluhan Juta hingga Ujian Ketertiban

Di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, misalnya, sembilan armada sound horeg turut memeriahkan kegiatan hiburan tahun ini.