Minggu, 19 Jul 2026 20:25 WIB

Bertemu Pengurus PWI Jatim, Eri Cahyadi Berkomitmen Menjaga Kebebasan Pers di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Okt 2020 11:32 WIB
Eri Cahyadi bersama para pengurus PWI Jatim
Eri Cahyadi bersama para pengurus PWI Jatim

Surabaya (selalu.id)b- Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendengarkan aspirasi dan masukan dari berbagai lapisan masyarakat agar pembangunan Kota Pahlawan dalam lima tahun kedepan menjadi semakin baik. Salah satu masukan yang didengar adalah dari kalangan wartawan.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Jumat Sore (2/10/2020), mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut berkunjung ke kantor PWI Jatim. Eri menyampaikan program kerja dan mendengarkan ide maupun gagasan pembangunan kota dari para jurnalis senior.

"Kita tadi ngobrol-ngobrol terkait program-program kerja ke depan seperti apa, kami sampaikan semuanya ke PWI. Paling tidak semua masyarakat Surabaya harus mengerti, apa sih yang bisa membuat Surabaya lebih hebat dan lebih keren lagi," kata Eri Cahyadi. Jumat sore (2/10/2020).

Eri menegaskan komitmennya untuk terus merawat dan memajukan kebebasan pers di Surabaya. Tidak boleh ada persekusi terhadap insan media karena masalah pemberitaan.

"Kemitraan yang terjalin haruslah kritis-konstruktif. Tidak zamannya lagi pemimpin, bahkan kalau masih calon pemimpin, untuk tidak mau dikritik. Kalau ada kritik, mekanismenya adalah hak jawab, sesuai UU Pers. Itu komitmen yang saya pegang teguh, karena saya sadar, dengan kontrol dari media, pembangunan kota ini bisa terus disempurnakan," ujar Eri.

Sementara itu, dalam diskusi dengan PWI, Eri menyebut banyak ide yang menarik untuk segera dilaksanakan ketika dia terpilih menjadi Wali Kota Surabaya. Salah satunya terkait sektor pariwisata.

"Karena masukannya itu top bener dan masukannya bermanfaat bagi masyarakat, ya harus dieksekusi. Banyak masukan bagus dari kawan-kawan pers," ujarnya.

Ketua PWI Jatim Ainur Rohim menyampaikan saran kepada Eri Cahyadi mengenai potensi Surabaya menjadi tujuan wisata domestik maupun mancanegara. Karena 10 tahun terakhir ini pembangunan mengenai pertamanan dan segala macamnya sangat luar biasa di Surabaya. Tujuan orang bukan hanya berwisata tetapi juga bisa melakukan aktivitas apapun. Jadi misalkan ada orang yang mau berinvestasi di Surabaya dengan kenyamanan kotanya seperti ini maka tentu akan membuat orang tertarik. 

"Dan tadi juga ada sharing untuk lebih merevitalisasi, menguatkan kawasan-kawasan Utara di Surabaya sebagai tempat wisata. Pak Eri tadi juga menyampaikan bahwa Jalan Tunjungan nanti akan dihidupkan kembali. Dihidupkan pada realitas-realitas Jalan Tunjungan yang seperti tahun 60'an, 70'an dan 80'an. Secara konsep beliau sudah punya dan tinggal dieksekusi kalau beliau benar-benar terpilih sebagai Wali Kota Surabaya," urainya.

Ainur menambahkan, dengan latar belakang Eri Cahyadi sebagai seorang birokrat dan mempunyai pengalaman dalam pembangunan Surabaya, maka segala penjelasannya hampir konkrit.

"Kesannya apa? Beliau adalah seorang birokrat dan lama di Pemkot sehingga paparan-paparannya nyaris semuanya implementatif. Artinya sesuatu yang memang sangat mungkin untuk bisa dieksekusi, jadi tidak terlalu mengawang-awang, kongkrit, semuanya kongkrit," tambahnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.