Kamis, 03 Sep 2026 17:11 WIB

Festival Rujak Uleg Surabaya Diprotes, Warga Sebut Pesta Pejabat, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Mei 2023 20:22 WIB
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Seperti tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 730, Pemerintah Kota menggelar agenda pesta tahunan rakyat, salah satunya Festival Rujak Uleg Surabaya.

Penggelaran Festival Rujak Uleg itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2022 dan 2023 festival rangkainnya HJKS itu digelar di Kembang Jepun kya-kya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) digelar pada Sabtu (6/5/2023) kemarin dan mendapat protes dari masyarakat yang datang langsung di acara tersebut.

Sejumlah netizen protes dan berkeluh kesah membagi kekecewaannya saat menghadiri festival rujak uleg. Pada saat pembukaan, Festival tersebut digelar terbatas hanya untuk tamu undangan dan beberapa pejabat saja. Dibatasi pagar dari besi antara lokasi pembukaan dengan lokasi lainnya. Masyarakat yang antusias mendatangi festival tahunan tersebut harus berdesakan lantaran tidak bisa memasuki lokasi. Masyarakat yang bukan tamu undangan dilarang mendekati lokasi pembukaan.

Disediakan layar besar untuk menonton seremoni pembukaan acara Festival Rujak Uleg.

Salah satu akun Tiktok my journey menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Festival Rujak Uleg itu, Ia menyebut warga tidak masuk ke area sekitar panggung, namun yang diperbolehkan hanya pejabat dan tamu undangan saja.

"Aku kaget banget ternyata begini acaranya. Warga gak boleh melbu. Jadi warga ini gak boleh melbu mek amping-amping (berharap) tok, yang boleh hanya pejabat dan undangan. Iki awak ndewe gak boleh melbu,"kata akun TikTok my journey itu, diposting, Minggu (7/5/2023).

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa ribuan masyarakat awalnya antusias menghadiri Festival itu. Namun antusias tersebut berubah saat masyarakat berdesak-desakan ingin sekedar melihat acara Festival tahunan khas Surabaya tersebut. Bahkan, ada yang pingsan lantaran lemas.

"Jadi ada emak yang kehilangan kesadaran, ada yang semaput (pingsan). Ada ibu-ibu lansia dia pingin banget melbu (masuk) tapi wes lemes, akhirnya lungguh (duduk) disitu. Bayangno wong tuwo didesek wong wong yaopo? (Bayangkan orang tua didesak orang-orang gimana). Aku mengusahakan ke satpol PP dan BPBD tapi yang kacamata ( petugas ditunjuk) gak boleh, katanya ini aturan. gendeng (gila),"ujarnya.

Padahal, lanjut akun tersebut bahwa warga yang ingin masuk ke dalam festival hanya ingin berpartisipasi untuk meramaikan Ulang Tahun Kota Surabaya.

"Ini warga pingin masuk tidak hanya sekedar makan rujak uleg gratis. Awakdewe (kita) ini ingin berpartisipasi meramaikan ulang tahun Kota Surabaya bentuk rasa cinta awak dewe,"tuturnya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Yang pejabat, panitia seng kate melbu (mau masuk) lewat sini (batas pagar) ndusel (mendesak) wong-wong (penonton). Mereka lewat geser sana sini. Ayolah ini pesta rakyat bukan pesta pejabat,"tegasnya.

Salah satu netizen juga berkomentar "aku sudah merasakan tahun kemarin wes kapok aku. Biarlah pejabat dan jajaranya aja yang merayakan kita cuma bisa mendoakan semoga Surabaya tetap jaya,"ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya memberikan penjelasan bahwa diberlakukannya pagar pembatas agar Festival tersebut berjalan dengan tertib dan rapi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.