Kamis, 04 Jun 2026 07:06 WIB

Festival Rujak Uleg Surabaya Diprotes, Warga Sebut Pesta Pejabat, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Mei 2023 20:22 WIB
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Seperti tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 730, Pemerintah Kota menggelar agenda pesta tahunan rakyat, salah satunya Festival Rujak Uleg Surabaya.

Penggelaran Festival Rujak Uleg itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2022 dan 2023 festival rangkainnya HJKS itu digelar di Kembang Jepun kya-kya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) digelar pada Sabtu (6/5/2023) kemarin dan mendapat protes dari masyarakat yang datang langsung di acara tersebut.

Sejumlah netizen protes dan berkeluh kesah membagi kekecewaannya saat menghadiri festival rujak uleg. Pada saat pembukaan, Festival tersebut digelar terbatas hanya untuk tamu undangan dan beberapa pejabat saja. Dibatasi pagar dari besi antara lokasi pembukaan dengan lokasi lainnya. Masyarakat yang antusias mendatangi festival tahunan tersebut harus berdesakan lantaran tidak bisa memasuki lokasi. Masyarakat yang bukan tamu undangan dilarang mendekati lokasi pembukaan.

Disediakan layar besar untuk menonton seremoni pembukaan acara Festival Rujak Uleg.

Salah satu akun Tiktok my journey menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Festival Rujak Uleg itu, Ia menyebut warga tidak masuk ke area sekitar panggung, namun yang diperbolehkan hanya pejabat dan tamu undangan saja.

"Aku kaget banget ternyata begini acaranya. Warga gak boleh melbu. Jadi warga ini gak boleh melbu mek amping-amping (berharap) tok, yang boleh hanya pejabat dan undangan. Iki awak ndewe gak boleh melbu,"kata akun TikTok my journey itu, diposting, Minggu (7/5/2023).

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa ribuan masyarakat awalnya antusias menghadiri Festival itu. Namun antusias tersebut berubah saat masyarakat berdesak-desakan ingin sekedar melihat acara Festival tahunan khas Surabaya tersebut. Bahkan, ada yang pingsan lantaran lemas.

"Jadi ada emak yang kehilangan kesadaran, ada yang semaput (pingsan). Ada ibu-ibu lansia dia pingin banget melbu (masuk) tapi wes lemes, akhirnya lungguh (duduk) disitu. Bayangno wong tuwo didesek wong wong yaopo? (Bayangkan orang tua didesak orang-orang gimana). Aku mengusahakan ke satpol PP dan BPBD tapi yang kacamata ( petugas ditunjuk) gak boleh, katanya ini aturan. gendeng (gila),"ujarnya.

Padahal, lanjut akun tersebut bahwa warga yang ingin masuk ke dalam festival hanya ingin berpartisipasi untuk meramaikan Ulang Tahun Kota Surabaya.

"Ini warga pingin masuk tidak hanya sekedar makan rujak uleg gratis. Awakdewe (kita) ini ingin berpartisipasi meramaikan ulang tahun Kota Surabaya bentuk rasa cinta awak dewe,"tuturnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Yang pejabat, panitia seng kate melbu (mau masuk) lewat sini (batas pagar) ndusel (mendesak) wong-wong (penonton). Mereka lewat geser sana sini. Ayolah ini pesta rakyat bukan pesta pejabat,"tegasnya.

Salah satu netizen juga berkomentar "aku sudah merasakan tahun kemarin wes kapok aku. Biarlah pejabat dan jajaranya aja yang merayakan kita cuma bisa mendoakan semoga Surabaya tetap jaya,"ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya memberikan penjelasan bahwa diberlakukannya pagar pembatas agar Festival tersebut berjalan dengan tertib dan rapi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.