Minggu, 18 Okt 2026 21:24 WIB

Festival Rujak Uleg Surabaya Diprotes, Warga Sebut Pesta Pejabat, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Mei 2023 20:22 WIB
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Seperti tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 730, Pemerintah Kota menggelar agenda pesta tahunan rakyat, salah satunya Festival Rujak Uleg Surabaya.

Penggelaran Festival Rujak Uleg itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2022 dan 2023 festival rangkainnya HJKS itu digelar di Kembang Jepun kya-kya.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) digelar pada Sabtu (6/5/2023) kemarin dan mendapat protes dari masyarakat yang datang langsung di acara tersebut.

Sejumlah netizen protes dan berkeluh kesah membagi kekecewaannya saat menghadiri festival rujak uleg. Pada saat pembukaan, Festival tersebut digelar terbatas hanya untuk tamu undangan dan beberapa pejabat saja. Dibatasi pagar dari besi antara lokasi pembukaan dengan lokasi lainnya. Masyarakat yang antusias mendatangi festival tahunan tersebut harus berdesakan lantaran tidak bisa memasuki lokasi. Masyarakat yang bukan tamu undangan dilarang mendekati lokasi pembukaan.

Disediakan layar besar untuk menonton seremoni pembukaan acara Festival Rujak Uleg.

Salah satu akun Tiktok my journey menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Festival Rujak Uleg itu, Ia menyebut warga tidak masuk ke area sekitar panggung, namun yang diperbolehkan hanya pejabat dan tamu undangan saja.

"Aku kaget banget ternyata begini acaranya. Warga gak boleh melbu. Jadi warga ini gak boleh melbu mek amping-amping (berharap) tok, yang boleh hanya pejabat dan undangan. Iki awak ndewe gak boleh melbu,"kata akun TikTok my journey itu, diposting, Minggu (7/5/2023).

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa ribuan masyarakat awalnya antusias menghadiri Festival itu. Namun antusias tersebut berubah saat masyarakat berdesak-desakan ingin sekedar melihat acara Festival tahunan khas Surabaya tersebut. Bahkan, ada yang pingsan lantaran lemas.

"Jadi ada emak yang kehilangan kesadaran, ada yang semaput (pingsan). Ada ibu-ibu lansia dia pingin banget melbu (masuk) tapi wes lemes, akhirnya lungguh (duduk) disitu. Bayangno wong tuwo didesek wong wong yaopo? (Bayangkan orang tua didesak orang-orang gimana). Aku mengusahakan ke satpol PP dan BPBD tapi yang kacamata ( petugas ditunjuk) gak boleh, katanya ini aturan. gendeng (gila),"ujarnya.

Padahal, lanjut akun tersebut bahwa warga yang ingin masuk ke dalam festival hanya ingin berpartisipasi untuk meramaikan Ulang Tahun Kota Surabaya.

"Ini warga pingin masuk tidak hanya sekedar makan rujak uleg gratis. Awakdewe (kita) ini ingin berpartisipasi meramaikan ulang tahun Kota Surabaya bentuk rasa cinta awak dewe,"tuturnya.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

"Yang pejabat, panitia seng kate melbu (mau masuk) lewat sini (batas pagar) ndusel (mendesak) wong-wong (penonton). Mereka lewat geser sana sini. Ayolah ini pesta rakyat bukan pesta pejabat,"tegasnya.

Salah satu netizen juga berkomentar "aku sudah merasakan tahun kemarin wes kapok aku. Biarlah pejabat dan jajaranya aja yang merayakan kita cuma bisa mendoakan semoga Surabaya tetap jaya,"ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya memberikan penjelasan bahwa diberlakukannya pagar pembatas agar Festival tersebut berjalan dengan tertib dan rapi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.