Selasa, 03 Feb 2026 06:02 WIB

Songsong Pemilu 2024, Golkar Desak Elit Nasional Hindari Narasi Tidak Mencerahkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Apr 2023 13:03 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni

Selalu.id - Persaingan politik menjelang Pemilu 2024 mulai memanas. Sebelumnya pun beredar tulisan Denny Indrayana tentang 10 skenario Presiden Joko Widodo memenangkan pemilu Presiden tahun 2024.

Tulisan itu menyebut, mencadangkan calon Presiden Prabowo Subianto dengan calon wakil Presiden Airlangga Hartarto bertujuan untuk memuluskan kemenangan calon Presiden Ganjar Pranowo menuai reaksi dari internal Partai Golkar.

Baca Juga: Golkar Surabaya Dukung Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Umum, Ini Alasannya

Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni berpendapat bahwa di era demokrasi semua warga negara memiliki kebebasan untuk mengeluarkan pendapatnya baik secara lisan maupun tulisan, namun mengenai akurasi pemikiran, hal itu tergantung akal sehat masing-masing warga negara.

“Saya sudah baca tulisan tersebut, dibeberapa hal saya nilai subjektivitasnya terlalu dominan dibandingkan objektivitasnya,” terang mantan advokat ini, saat ditemui di sela-sela acara silahturahmi lebaran.

Pria yang akrab disapa Toni ini menambahkan, di Indonesia posisi Presiden itu sebagai Kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, wajar jika kemudian Presiden berkomunikasi aktif dengan seluruh ketua umum partai politik dimasa-masa tahun politik, agar kesinambungan jalannya pemerintahan tetap terlaksana, hal ini merupakan bagian dari tradisi politik kebangsaan yang harus dimiliki oleh semua elit politik.

“Kalau terjadi kesinambungan pembangunan, yang diuntungkan adalah rakyat Indonesia bukan pribadi Pak Jokowi,” ujarnya.

Baca Juga: Rapat Pleno Golkar Usulkan Arif Fathoni Duduki Pimpinan DPRD Surabaya

Ia pun menilai, munculnya wacana duet Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto adalah hasil komunikasi politik yang natural dilakukan oleh partai politik akhir-akhir ini untuk memenangkan hati rakyat Indonesia dalam pemilu 2024 mendatang, bukan desain besar dari Istana untuk menjadi jembatan kemenangan calon presiden lain.

“Bahwa Golkar dan Gerindra sebagai bagian dari koalisi pemerintahan mengkomunikasikan hal ini kepada Presiden tentu ini menjadi tradisi tata krama politik (fatsun) yang dipegang oleh Ketua Umum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto, keliru kalau diasumsikan seperti tulisan Prof Denny,” jelasnya.

Dalam demokrasi langsung yang diadopsi Indonesia sejak pemilu tahun 1999, lanjut Toni, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih, tujuan dari demokrasi langsung seperti saat ini adalah rakyat yang mengggunakan hak pilihnya di bilik-bilik TPS.

Baca Juga: Komentar Golkar Soal Pujian Gibran untuk Eri Cahyadi: Sinyal Dukungan

“Agak susah membayangkan kalau ada desain kekuasaan untuk mengarahkan siapa yang akan menjadi pemenang, karena desain pemilu one man one vote, siapa calon Presiden dan calon wakil presiden yang menyenangkan hati rakyat itulah yang akan memenangkan hati rakyat dalam pemilu 2024, ini tentu menjadi tugas kita sebagai kader Partai Golkar untuk semakin mengenalkan secara intens segala rekam jejak Airlangga Hartarto dalam menjaga ekonomi Indonesia selama ini, sehingga rakyat bisa memilih beliau dalam Pilpres mendatang,” tegasnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini menjelaskan, dalam menghadapi pemilu 2024 mendatang, pihaknya berharap semua elemen bangsa, menghadirkan keteduhan dalam setiap narasi dan diskursus yang dikembangkan, sehingga rakyat bisa menyongsong pemilu 2024 dengan hati riang dan gembira sesuai dengan tujuan dari pesta demokrasi itu sendiri.

“Kalau setiap akademisi yang juga menjadi praktisi dan politisi memberikan narasi-narasi yang kurang mencerahkan, kasihan rakyat nanti justru menjadi apolitik, sehingga kita mengalami fase post truth democracy, mari kita sambut pemilu sebagai jembatan perlombaan kebaikan, bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.