Kamis, 04 Jun 2026 12:28 WIB

Rapat Pleno Golkar Usulkan Arif Fathoni Duduki Pimpinan DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Agu 2024 09:07 WIB
Arif Fathoni saat rapat pleno Golkar Surabaya
Arif Fathoni saat rapat pleno Golkar Surabaya

selalu.id - DPD Golkar Surabaya mengusulkan Arif Fathoni menduduki kursi pimpinan Dewan Pimpinan Rakyar Daerah (DPRD) Surabaya.

Usulan itu disampaikan saat DPD Golkar menggelar rapat pleno diperluas dengan agenda tunggal rekruitmen nama calon Pimpinan DPRD Kota Surabaya, Sabtu (11/8/2024) kemarin.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Hal ini dilakukan mengingat Partai Golkar Kota Surabaya berhak mendapatkan 1 unsur Pimpinan DPRD Kota Surabaya setelah berhasil meraih posisi 4 dalam pemilu legislatif 2024 kemarin.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Heri Sugiono mengatakan, sejak pemilu pasca reformasi digelar oleh Komisi Pemilihan Umum, ini merupakan prestasi baik yang diraih oleh Partai Golkar Kota Surabaya.

Menurutnya partai Golkar berhak menempatkan kadernya menjadi unsur Pimpinan DPRD Kota Surabaya.

Untuk itu prestasi ini harus terus ditingkatkan melalui kerja-kerja menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal dimasa yang akan datang.

"Tren Golkar Surabaya terus mengalami peningkatan, konsolidasi kader harus terus ditingkatkan, agar solid dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Bahkan soal Pilwali lanjut Heri Sugiono, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M Sarmudji memerintahkan kepada Partai Golkar Kota Surabaya tidak perlu duduk terpaku menunggu rekomendasi terbit.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Tetapi terus memanaskan mesin politik melalui serangkaian konsolidasi organisasi sehingga ketika rekomendasi itu terbit Partai Golkar Kota Surabaya bisa menjadi kontributor aktif dalam mengantarkan figur yang akan memimpin Surabaya 5 tahun mendatang.

"Ini hanya soal waktu saja, Insya Allah namanya tidak jauh dari yang diharapkan oleh segenap kader Partai Golkar kota Surabaya," paparnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono yang memimpin jalannya rapat pleno mengatakan, sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan dari DPP Partai Golkar, maka rapat pleno mengusukan 3 nama untuk diusulkan ke DPP Partai Golkar yang akan dipilih dan ditetapkan salah satunya oleh Ketua Umum Partai Golkar menjadi unsur Pimpinan DPRD Surabaya 5 tahun mendatang.

"Kebetulan posisinya adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara, ada Adinda Arif Fathoni, Akmarawita Kadir dan Agung Prasojo, namun masukan dan saran yang muncul dalam rapat pleno kali ini yang berharap Dik Toni menjadi Wakil Ketua DPRD Surabaya dari semua pengurus akan dicatat dalam berita acara rapat yang akan kami sampaikan ke DPP Partai Golkar," tegasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Terpisah Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, mekanisme internal telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar, rapat pleno yang dipimpin oleh DPD Partai Golkar Jawa Timur juga berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat sesuai dengan DNA Partai Golkar.

Ia mengatakan pula, soal siapa yang akan ditugaskan menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode mendatang itu merupakan kewenangan absolut Ketua Umum Partai Golkar.

"Sebagai kader kita siap dikaryakan dimasa saja, yang lebih penting adalah bagaimana Amanah yang telah diraih menjadi instrument untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Surabaya, sehingga Partai Golkar Kota Surabaya terus bisa memenangkan hati masyarakat dalam setiap kontestasi," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.