Kamis, 22 Okt 2026 20:09 WIB

Viral Najwa Shihab Protes: Kenapa FIFA Diam Terhadap Israel?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 01 Apr 2023 17:34 WIB
Video Najwa Sihab
Video Najwa Sihab

selalu.id - Dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Bahkan video influencer dan presenter Najwa Shihab kembali viral di media sosial (medsos) akhir-akhir ini, Najwa terlihat sangat berapi-api mempertanyakan FIFA yang dinilainya tidak bisa adil terhadap anggotanya.

Baca Juga: KONI Sidoarjo Mulai Babak Baru, Fokus Persiapan Porprov 2027

Putri kedua ulama kharismatik Indonesia Quraish Shihab ini menyebut, jika klub sepakbola Israel berkali-kali bebas masuk dan melakukan kegiatan pertandingan sepakbola di wilayah Palestina.

"Palestinian Football Association sudah berkali-kali meminta FIFA untuk menjatuhkan sanksi ke klub-klub Israel, yang dengan spesifik melakukan kegiatan ilegal di wilayah Palestina. Namun FIFA selalu menolak memberikan sanksi ke klub Israel," ungkap Najwa.

Padahal sesuai aturan FIFA, lanjutnya, sudah sangat jelas menyebutkan, jika asosiasi sepakbola nasional tidak boleh melakukan kegiatan di wilayah asosiasi sepakbola nasional lainnya.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Di lain pihak, Najwa juga mencontohkan FIFA menjatuhkan sanksi ke Rusia ketika melakukan hal yang sama ke Krimea.

"FIFA langsung menjatuhkan sanksi ke Rusia pada 2014. Itu soal Krimea lho, bukan soal (perang) Ukraina. Sanksi itu dijatuhkan FIFA. Tapi FIFA menolak menjatuhkan sanksi ke Israel yang melakukan hal yang sama ke Palestina," ungkapnya.

Pernyataan Najwa tersebut kembali viral terkait dengan sorotan ke FIFA yang disebut banyak pihak tak berani menghadapi Israel yang terus melakukan kekerasan di Palestina. Berbagai aksi kekerasan dan kekejaman Israel itulah yang menyulut reaksi banyak pihak di Indonesia untuk menolak kehadiran Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U20 yang rencananya digelar di Indonesia.

Baca Juga: Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

Yang terbaru, dalam pernyataannya. The Palestine Higher Council of Youth and Sports (Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina) menyesalkan keputusan FIFA yang membatalkan Piala Dunia U20 di Indonesia. Dikutip dari media Palestina WAFA, Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina mengecam FIFA yang telah menetapkan standar ganda. Rusia disanksi karena berperang melawan Ukraina, tetapi FIFA tidak menghukum Israel yang terus menyerang Palestina.

"FIFA memutuskan untuk menghukum mereka yang mendukung para korban (Palestina), daripada menghukum para pelaku (Israel. Indonesia tidak akan berada dalam situasi ini seandainya FIFA menegakkan peraturannya dalam kasus Israel seperti yang terjadi di Rusia,” demikian pernyataan Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.