Selasa, 21 Jul 2026 07:11 WIB

Beri Remisi Belasan Ribu Narapidana di Hari Kemerdekaan, Negara Berhemat Rp 20,6 Miliar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Agu 2020 20:36 WIB
Grafis rincian penghematan anggaran negara dengan berkurangnya jumlah napi di lapas dan rutan. Foto : Poster Kemenkumham untuk selalu.id
Grafis rincian penghematan anggaran negara dengan berkurangnya jumlah napi di lapas dan rutan. Foto : Poster Kemenkumham untuk selalu.id

Surabaya (selalu.id) - Pemberian Remisi Umum 2020 di Jatim diperkirakan menghemat anggaran negara hingga Rp. 20,6 miliar untuk pengadaan bahan makanan. Negara akan semakin berhemat karena masih ada 531 orang WBP masih menunggu SK susulan untuk mendapatkan remisi dari Menkumham. Hal ini juga berdampak pada menurunnya tingkat overkapasitas di lapas/rutan di Jatim yang mencapai 98 persen.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Hal itu diungkapkan Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono usai memberikan SK Menkumham kepada perwakilan WBP di Aula Lapas I Surabaya hari ini, Senin (17/8/2020). Krismono menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengusulkan 11.799 WBP untuk mendapatkan remisi kepada Ditjen Pemasyarakatan.

Namun, hingga 16 Agustus 2020, yang sudah dipastikan remisi ada 11.268 orang WBP. 

"Ditjen Pemasyarakatan masih melakukan verifikasi data yang baru diusulkan setelah 7 Agustus 2020," terangnya.

Meski begitu, Krismono menjelaskan bahwa pemberian remisi umum kemerdekaan ini berpotensi menghemat uang negara. Khususnya dalam hal pengadaan bahan makanan.

Selama ini, setiap WBP mendapatkan jatah makanan seharga Rp. 21.000/ hari. Namun, jika dikalikan dengan jumlah penerima dan jumlah hari remisi yang didapat, maka anggaran yang bisa dihemat negara bisa mencapai Rp 20,6 miliar. 

"Ini hanya itungan kasar saja, tapi kira-kira untuk Jatim saja akan menyumbang penghematan sejumlah Rp 20,6 miliar," jelas Krismono.

Jumlah ini dipastikan bertambah karena ada ratusan WBP yang akan mendapatkan SK remisi susulan. Belum lagi, jumlah WBP yang telah mendapatkan asimilasi dan integrasi berdasarkan Permenkumham Nomor 10 tahun 2020 sampai per 16 Agustus 2020 sebanyak 8.104 Orang. 

"Program ini juga berdampak positif dalam mengurangi overcrowded dalam lapas/ rutan," tutur Krismono. 

Per tanggal 16 Agustus 2020, jumlah WBP di 39 lapas/ rutan di Jatim mencapai 25.393 orang. Terdiri dari 6.555 tahanan dan 18.838 berstatus narapidana. Sedangkan kapasitas hunian hanya 12.846 atau mengalami overcrowded rata-rata mencapai 98 persen.

Kendati masih tergolong tinggi, jumlah itu menurun drastis dari awal tahun yang mencapai 134 persen. 

"Tahun ini tingkat overkapasitas di Jatim paling rendah selama 4 tahun terakhir, semoga kondisi ini membuat pelayanan dan pembinaan di lapas/ rutan semakin optimal," terang Krismono. (Jay) Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.