Kamis, 03 Sep 2026 16:40 WIB

Buntut Pembekuan Pers Kampus, Mahasiswa Stikosa-AWS Gelar Aksi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Feb 2023 12:17 WIB
Aksi Protes Mahasiswa Stikosa-AWS, Senin (27/2/2023)
Aksi Protes Mahasiswa Stikosa-AWS, Senin (27/2/2023)

selalu.id - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikais-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) melakukan aksi demonstrasi, Senin (27/2/2023). Aksi tersebut buntut dari kasus downgrade nilai dua mahasiswa bernama Kiki dan Feby.

Nilai beberapa mata kuliah dua mahasiswa atau reporter Acta Surya itu di-downgrade menjadi E. Padahal sebelumnya Kiki dan Feby mendapat predikat A untuk beberapa mata kuliah tersebut. Peristiwa ini menimpa keduanya usai mewawancarai Ketua Stikosa AWS, Meithiana Indrasari.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Aksi mahasiswa kampus jurnalistik tertua se-Indonesia timur itu, juga buntut dari pembekuan Lembaga Pers Kampus (LPM) Acta Surya, oleh pihak kampus. Sebelumnya Stikosa-AWS juga telah menyegel sekretariat Acta Surya.

Koordinator Aksi Kiki Evelin menjelaskan aksi ini berkaitan erat dengan matinya kebebasan berpendapat di Stikosa-AWS. Kiki menyebut, aksi mereka juga didukung oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa-AWS.

"Aksi ini berdasarkan inisiatif mahasiswa dan ada dukungan dari IKA," kata Kiki saat dihubungi selalu.id.

Baca Juga: Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Sebelumnya, penurunan nilai dan upaya pembredelan Acta Surya dilakukan pihak kampus, usai Kiki dan Feby merekam tanpa izin saat mewawancarai Ketua Stikosa-AWS, Meithiana Indrasari.

Meski pembinaan kepada keduanya sudah dilakukan, tapi Kiki dan Feby tetap saja dijatuhi nilai E untuk beberapa mata kuliah yang tidak berkaitan dengan aktifitas peliputan. Bahkan berita keduanya juga tidak sempat terpublikasi.

"Mereka (Stikosa-AWS) membahas etika jurnalistik dan pembahasan mengenai merekam tanpa izin dapat dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Mereka juga mengatakan, Acta Surya seharusnya tidak menulis tentang buruknya kampus. Berita Acta dianggap sudah memprovokasi," ujar Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya Stikosa AWS, Fierda.

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Aksi mahasiswa inipun secara keseluruhan merupakan respon atas ketidakadilan dan kesewenangan yang diberlakukan pihak kampus. Selain kepada Kiki dan Feby, juga kepada LPM Acta Surya.

"Mengenai prosedur pembekuan organisasi, tidak sesuai dengan alur panduan. Serta perlu pengkajian ulang mengenai panduan organisasi, karena ada beberapa poin yang sudah tidak relevan. Beberapa poin juga perlu pengkajian ulang," pungkas Fierda. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.