Senin, 19 Okt 2026 01:54 WIB

Buntut Pembekuan Pers Kampus, Mahasiswa Stikosa-AWS Gelar Aksi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Feb 2023 12:17 WIB
Aksi Protes Mahasiswa Stikosa-AWS, Senin (27/2/2023)
Aksi Protes Mahasiswa Stikosa-AWS, Senin (27/2/2023)

selalu.id - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikais-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) melakukan aksi demonstrasi, Senin (27/2/2023). Aksi tersebut buntut dari kasus downgrade nilai dua mahasiswa bernama Kiki dan Feby.

Nilai beberapa mata kuliah dua mahasiswa atau reporter Acta Surya itu di-downgrade menjadi E. Padahal sebelumnya Kiki dan Feby mendapat predikat A untuk beberapa mata kuliah tersebut. Peristiwa ini menimpa keduanya usai mewawancarai Ketua Stikosa AWS, Meithiana Indrasari.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Aksi mahasiswa kampus jurnalistik tertua se-Indonesia timur itu, juga buntut dari pembekuan Lembaga Pers Kampus (LPM) Acta Surya, oleh pihak kampus. Sebelumnya Stikosa-AWS juga telah menyegel sekretariat Acta Surya.

Koordinator Aksi Kiki Evelin menjelaskan aksi ini berkaitan erat dengan matinya kebebasan berpendapat di Stikosa-AWS. Kiki menyebut, aksi mereka juga didukung oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa-AWS.

"Aksi ini berdasarkan inisiatif mahasiswa dan ada dukungan dari IKA," kata Kiki saat dihubungi selalu.id.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Sebelumnya, penurunan nilai dan upaya pembredelan Acta Surya dilakukan pihak kampus, usai Kiki dan Feby merekam tanpa izin saat mewawancarai Ketua Stikosa-AWS, Meithiana Indrasari.

Meski pembinaan kepada keduanya sudah dilakukan, tapi Kiki dan Feby tetap saja dijatuhi nilai E untuk beberapa mata kuliah yang tidak berkaitan dengan aktifitas peliputan. Bahkan berita keduanya juga tidak sempat terpublikasi.

"Mereka (Stikosa-AWS) membahas etika jurnalistik dan pembahasan mengenai merekam tanpa izin dapat dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Mereka juga mengatakan, Acta Surya seharusnya tidak menulis tentang buruknya kampus. Berita Acta dianggap sudah memprovokasi," ujar Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya Stikosa AWS, Fierda.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Aksi mahasiswa inipun secara keseluruhan merupakan respon atas ketidakadilan dan kesewenangan yang diberlakukan pihak kampus. Selain kepada Kiki dan Feby, juga kepada LPM Acta Surya.

"Mengenai prosedur pembekuan organisasi, tidak sesuai dengan alur panduan. Serta perlu pengkajian ulang mengenai panduan organisasi, karena ada beberapa poin yang sudah tidak relevan. Beberapa poin juga perlu pengkajian ulang," pungkas Fierda. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.