Rabu, 04 Feb 2026 00:53 WIB

Kemensos Hadir Beri Harapan Anak-anak yang Terancam Putus Sekolah di Depok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Feb 2023 20:09 WIB

selalu.id - Sebuah bangunan berbentuk letter U terletak persis di belakang Terminal Depok, Jawa Barat. Tongkrongannya tampak mencolok dari bangunan lain di sekitarnya.

Dari luar, terdengar riuh suara puluhan siswa jenjang pendidikan SD hingga SMA.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Ya, bangunan yang tersusun dari tumpukan kontainer dengan cat warna-warni pada bagian luar itu merupakan ruang-ruang kelas dari bangunan Sekolah Masjid Terminal (Master) di Depok.

Di dalamnya, para siswa tengah antusias menyimak edukasi dan terlibat dalam kegiatan pembekalan yang diberikan dari Kementerian Sosial bersama Polda Metro Jaya.

“Jadi, kegiatan di Sekolah Master Depok ini, bentuk sinergitas kami (Kemensos) dengan Polda Metro Jaya, pada khususnya, kolaborasi dengan Srikandi Polwan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus),” kata Koordinator Pemulihan dan Reintegrasi Sosial pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA) Kemensos, Rosehan Ansyari, belum lama ini.

Sekolah Master merupakan sekolah alternatif yang diperuntukkan bagi anak kaum marjinal yang kesulitan memperoleh akses pendidikan, seperti anak jalanan, anak terlantar, anak disabilitas dan anak yang berhadapan dengan hukum.

Pria yang akrab disapa Rehan ini mengatakan, kepada anak-anak di Sekolah Master, Kemensos memberikan edukasi dan pembekalan seputar pencegahan _bullying_ dan kekerasan seksual terhadap anak, hingga kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

“Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari Kemensos memberikan semacam _ice breaking_, pengetahuan-pengetahuan dasar tentang kesiapsiagaan bencana kalau terjadi gempa dan sebagainya. Kemudian, teman-teman dari Polda juga bicara tentang _bullying_, kekerasan seksual, dan perlindungan terhadap anak,” ucapnya menjelaskan.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Edukasi dimaksudkan untuk mencegah kenakalan anak dan remaja di lingkungan sekolah maupun sekitarnya. Maklum, para siswa di Sekolah Master merupakan eks anak jalanan, pengamen, maupun pemulung.

“Kami sih inginnya, mereka tetap bisa sekolah, seperti anak-anak pada umumnya. Nah, lewat edukasi ini, harapannya menghindarkan mereka dari kasus kenakalan anak dan remaja seusianya,” kata dia.

Selain memberikan edukasi, Kemensos juga membantu perlengkapan sekolah. “Dari Kemensos, kita bantu perlengkapan sekolah berupa tas, termasuk juga kebutuhan nutrisi, seperti susu, permakanan, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga: Tak Tertib Adminduk, Pemkot Surabaya Sebut Seribu Data Kematian Belum Dilaporkan

Yang diberikan edukasi dan bantuan perlengkapan sekolah, Muhammad Rijal (11) mengungkapkan rasa senangnya. “Dapat materi menyenangkan, dapat tas, buku, pensil, pulpen, sama snack,” katanya.

Siswa kelas empat SD ini mengaku sekolahnya baru pertama kali disinggahi para petugas resmi. Ia berharap bisa kembali mengikuti kegiatan serupa. “Seneng, ini pertama kali. Mau lagi kalo ada (kegiatan) begini,” tuturnya.

Setelah Sekolah Master di Depok, kolaborasi Kemensos dan Polwan Polda Metro Jaya ini, rencananya akan dilanjutkan ke beberapa sekolah lainnya di Jakarta dan sekitarnya. (SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.