Rabu, 21 Okt 2026 19:52 WIB

Dinkes Sebut Penyakit Campak di Surabaya Didominasi Wilayah Utara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Jan 2023 18:07 WIB
Imunisasi campak di Surabaya
Imunisasi campak di Surabaya

selalu.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menyebut kasus campak di Surabaya didominasi wilayah Utara. Saat ini, tecatat sebanyak 46 kasus yang sudah sembuh per Desember 2022.

Nanik menjelaskan, kasus campak tersebut sebagian besar mempunyai riwayat dari perjalanan perbatasan Kota Surabaya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Limpahan dari tetangga pulau, karena Madura saat ini ditetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa). Januari 2023 sekarang belum ada konfirmasi kasus," kata Nanik, Kamis (26/1/2023).

Campak tersebut, Nanik menjelaskan, disebabkan oleh penyakit akut dan menular virus RNA dari genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Ia menyebut Virus tersebut mudah mati karena panas dan cahaya. Dinkes Surabaya melakukan upaya pencegahan penularan penyakit campak dengan memberikan tambahan imunisasi pada anak. Hal ini sudah melalui rekomendasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

Nanik menjelaskan, Pemkot Surabaya akan melakukan secara rutin dengan sweeping (door to door) bagi yang belum diimunisasi, untuk menjamin pemerataan cakupan di masing-masing wilayah Surabaya.

Dinkes Surabaya juga telah melakukan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Agustus-Oktober 2022 lalu dengan memberikan imunisasi Measles Rubella (MR) dan melengkapi status imunisasi yang belum lengkap kepada sasaran anak usia 9-59 bulan.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Kegiatan BIAN secara serentak dilakukan untuk meningkatkan herd immunity terhadap penyakit Campak," kata Nanik.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan suspek Campak yang ditandai dengan gejala demam dan ruam, akan dilakukan pengambilan sampel serum, penyelidikan Epidemiologi, pencatatan dan pelaporan secara individual.

"Hal ini dilakukan secara agresif sejak akhir tahun 2022, mengingat adanya risiko penularan melalui wilayah perbatasan Surabaya yang terindikasi ada peningkatan kasus sejak TW 3-4 tahun 2022 di wilayah tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Nanik meminta masyarakat untuk mengenali ciri-ciri atau gejala penyakit Campak yang harus diwaspadai oleh para orang tua, diantaranya, panas badan biasanya > 38 derajat celcius selama 3 hari atau lebih, disertai salah satu atau lebih gejala batuk, pilek, mata merah atau mata berair.

"Bercak kemerahan/rash/ruam yang dimulai dari belakang telinga berbentuk makulopapular selama 3 hari atau lebih, beberapa hari kemudian (4-7 hari) akan menyebar ke seluruh tubuh," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.