Rabu, 04 Feb 2026 02:41 WIB

Marak Mandi Live TikTok, Pakar Unair Sebut Eksploitasi Kemiskinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 17 Jan 2023 15:44 WIB
Tayangan mandi live di TikTok
Tayangan mandi live di TikTok

selalu.id - Fenomena Eksploitasi kemiskinan yang terjadi di Live Tiktok dengan membuat konten orang yang sudah tua sedang mandi lumpur, menjadi marak di media sosial. Hal itu demi mendapatkan kepopuleran dan uang.

Pakar atau Dosen Departemen Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Angga Prawadika mengatakan, saat ini penyedia konten di media sosial tengah berlomba untuk menyajikan sesuatu yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Baca Juga: Ugal-ugalan di Jalan Raya Nganjuk, Dua Sopir dan Satu Kenek Segera Disidang

"Orang-orang ini berupaya untuk menarik perhatian dengan berbagai macam strategi, salah satunya live mandi lumpur di Tiktok itu,” kata, Angga melalui keterangan rilisnya, Selasa (17/1/2023).

Angga menjelaskan bahwa praktik ini sudah lama terjadi. Menurutnya, tayangan eksploitasi kemiskinan ini sudah sering kali muncul dan penontonnya banyak.

"Dimulai dari konten yang ada di televisi kemudian praktik semacam ini dibawa ke platform lain seperti Tiktok," jelasnya.

Tujuannya, mereka membuat konten-konten mandi lumpur tersebut untuk mendapatkan popularitas dan bersaing dengan penghasil konten lain.

"Mau tidak mau praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini diakui bisa menarik perhatian orang banyak," ujarnya.

Perlombaan untuk menarik perhatian masyarakat ini, kata Angga, menjadikan kreator konten media sosial sering melupakan nilai moral dan etika yang sejatinya harus selalu mereka junjung.

Ia menilai fenomena eksploitasi kemiskinan hanyalah permulaan saja. Kedepannya praktik semacam ini bisa terjadi lebih ekstrim untuk menarik perhatian masyarakat.

"Masalahnya adalah kurangnya pemahaman atas moral dan etika di internet serta keinginan mendapat popularitas secara singkat," ungkapnya.

Meski begitu, literasi digital perlu ditingkatkan guna menanggapi permasalahan ini. Literasi digital tidak hanya menampilkan cara menggunakan media sosial yang baik dan benar namun juga dampak dari konten yang dihasilkan.

Sementara itu, netizen memiliki peran penting untuk menghentikan praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini.

"Netizen punya power yang lebih besar ketika ada sesuatu yang menyimpang seperti ini. Netizen bisa bersatu untuk menekan praktik yang salah ini, bahwa praktik ini hanya menempatkan masyarakat rural sebagai bahan candaan saja," ujarnya.

Lebih lanjut Angga menerangkan, meski menjadi kreator konten tidak mudah, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai moral dan etika.

"Konten yang mengedepankan nilai moral dan etika akan jauh lebih bertahan lama," terangnya.

Selain itu Angga turut membagikan tips bagi masyarakat yang ingin menjadi kreator konten. Pertama, buatlah konten yang tidak kontroversial.

"Tayangan kontroversial seringkali menjadi boomerang. Hal ini mudah sekali untuk ditinggalkan masyarakat," tuturnya.

Kedua, menurut Angga, banyak cara untuk menarik perhatian masyarakat.

"Jangan khawatir karena banyak topik lain yang bisa diangkat seperti konten lucu, menarik, dan lebih berkelas," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.