Senin, 19 Okt 2026 12:20 WIB

Marak Mandi Live TikTok, Pakar Unair Sebut Eksploitasi Kemiskinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 17 Jan 2023 15:44 WIB
Tayangan mandi live di TikTok
Tayangan mandi live di TikTok

selalu.id - Fenomena Eksploitasi kemiskinan yang terjadi di Live Tiktok dengan membuat konten orang yang sudah tua sedang mandi lumpur, menjadi marak di media sosial. Hal itu demi mendapatkan kepopuleran dan uang.

Pakar atau Dosen Departemen Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Angga Prawadika mengatakan, saat ini penyedia konten di media sosial tengah berlomba untuk menyajikan sesuatu yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

"Orang-orang ini berupaya untuk menarik perhatian dengan berbagai macam strategi, salah satunya live mandi lumpur di Tiktok itu,” kata, Angga melalui keterangan rilisnya, Selasa (17/1/2023).

Angga menjelaskan bahwa praktik ini sudah lama terjadi. Menurutnya, tayangan eksploitasi kemiskinan ini sudah sering kali muncul dan penontonnya banyak.

"Dimulai dari konten yang ada di televisi kemudian praktik semacam ini dibawa ke platform lain seperti Tiktok," jelasnya.

Tujuannya, mereka membuat konten-konten mandi lumpur tersebut untuk mendapatkan popularitas dan bersaing dengan penghasil konten lain.

"Mau tidak mau praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini diakui bisa menarik perhatian orang banyak," ujarnya.

Perlombaan untuk menarik perhatian masyarakat ini, kata Angga, menjadikan kreator konten media sosial sering melupakan nilai moral dan etika yang sejatinya harus selalu mereka junjung.

Ia menilai fenomena eksploitasi kemiskinan hanyalah permulaan saja. Kedepannya praktik semacam ini bisa terjadi lebih ekstrim untuk menarik perhatian masyarakat.

"Masalahnya adalah kurangnya pemahaman atas moral dan etika di internet serta keinginan mendapat popularitas secara singkat," ungkapnya.

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

Meski begitu, literasi digital perlu ditingkatkan guna menanggapi permasalahan ini. Literasi digital tidak hanya menampilkan cara menggunakan media sosial yang baik dan benar namun juga dampak dari konten yang dihasilkan.

Sementara itu, netizen memiliki peran penting untuk menghentikan praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini.

"Netizen punya power yang lebih besar ketika ada sesuatu yang menyimpang seperti ini. Netizen bisa bersatu untuk menekan praktik yang salah ini, bahwa praktik ini hanya menempatkan masyarakat rural sebagai bahan candaan saja," ujarnya.

Lebih lanjut Angga menerangkan, meski menjadi kreator konten tidak mudah, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai moral dan etika.

"Konten yang mengedepankan nilai moral dan etika akan jauh lebih bertahan lama," terangnya.

Baca Juga: Ugal-ugalan di Jalan Raya Nganjuk, Dua Sopir dan Satu Kenek Segera Disidang

Selain itu Angga turut membagikan tips bagi masyarakat yang ingin menjadi kreator konten. Pertama, buatlah konten yang tidak kontroversial.

"Tayangan kontroversial seringkali menjadi boomerang. Hal ini mudah sekali untuk ditinggalkan masyarakat," tuturnya.

Kedua, menurut Angga, banyak cara untuk menarik perhatian masyarakat.

"Jangan khawatir karena banyak topik lain yang bisa diangkat seperti konten lucu, menarik, dan lebih berkelas," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.