Minggu, 19 Jul 2026 20:21 WIB

Marak Mandi Live TikTok, Pakar Unair Sebut Eksploitasi Kemiskinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 17 Jan 2023 15:44 WIB
Tayangan mandi live di TikTok
Tayangan mandi live di TikTok

selalu.id - Fenomena Eksploitasi kemiskinan yang terjadi di Live Tiktok dengan membuat konten orang yang sudah tua sedang mandi lumpur, menjadi marak di media sosial. Hal itu demi mendapatkan kepopuleran dan uang.

Pakar atau Dosen Departemen Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Angga Prawadika mengatakan, saat ini penyedia konten di media sosial tengah berlomba untuk menyajikan sesuatu yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

"Orang-orang ini berupaya untuk menarik perhatian dengan berbagai macam strategi, salah satunya live mandi lumpur di Tiktok itu,” kata, Angga melalui keterangan rilisnya, Selasa (17/1/2023).

Angga menjelaskan bahwa praktik ini sudah lama terjadi. Menurutnya, tayangan eksploitasi kemiskinan ini sudah sering kali muncul dan penontonnya banyak.

"Dimulai dari konten yang ada di televisi kemudian praktik semacam ini dibawa ke platform lain seperti Tiktok," jelasnya.

Tujuannya, mereka membuat konten-konten mandi lumpur tersebut untuk mendapatkan popularitas dan bersaing dengan penghasil konten lain.

"Mau tidak mau praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini diakui bisa menarik perhatian orang banyak," ujarnya.

Perlombaan untuk menarik perhatian masyarakat ini, kata Angga, menjadikan kreator konten media sosial sering melupakan nilai moral dan etika yang sejatinya harus selalu mereka junjung.

Ia menilai fenomena eksploitasi kemiskinan hanyalah permulaan saja. Kedepannya praktik semacam ini bisa terjadi lebih ekstrim untuk menarik perhatian masyarakat.

"Masalahnya adalah kurangnya pemahaman atas moral dan etika di internet serta keinginan mendapat popularitas secara singkat," ungkapnya.

Baca Juga: Ugal-ugalan di Jalan Raya Nganjuk, Dua Sopir dan Satu Kenek Segera Disidang

Meski begitu, literasi digital perlu ditingkatkan guna menanggapi permasalahan ini. Literasi digital tidak hanya menampilkan cara menggunakan media sosial yang baik dan benar namun juga dampak dari konten yang dihasilkan.

Sementara itu, netizen memiliki peran penting untuk menghentikan praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini.

"Netizen punya power yang lebih besar ketika ada sesuatu yang menyimpang seperti ini. Netizen bisa bersatu untuk menekan praktik yang salah ini, bahwa praktik ini hanya menempatkan masyarakat rural sebagai bahan candaan saja," ujarnya.

Lebih lanjut Angga menerangkan, meski menjadi kreator konten tidak mudah, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai moral dan etika.

"Konten yang mengedepankan nilai moral dan etika akan jauh lebih bertahan lama," terangnya.

Selain itu Angga turut membagikan tips bagi masyarakat yang ingin menjadi kreator konten. Pertama, buatlah konten yang tidak kontroversial.

"Tayangan kontroversial seringkali menjadi boomerang. Hal ini mudah sekali untuk ditinggalkan masyarakat," tuturnya.

Kedua, menurut Angga, banyak cara untuk menarik perhatian masyarakat.

"Jangan khawatir karena banyak topik lain yang bisa diangkat seperti konten lucu, menarik, dan lebih berkelas," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.