Senin, 02 Feb 2026 00:15 WIB

Berjibaku dengan Banjir, Mensos Risma Sisir Kawasan Terisolir di Pati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Jan 2023 12:22 WIB
Mensos Risma saat menyisir daerah terisolir banjir di Jawa Tengah
Mensos Risma saat menyisir daerah terisolir banjir di Jawa Tengah

selalu.id - Sepekan berlalu sejak Kabupaten Pati, Jawa Tengah terendam banjir pada penghujung tahun 2022, Jumat (6/1), Menteri Sosial Tri Rismaharini menyisir sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak cukup parah hingga ke area-area terisolir menggunakan perahu karet.

Tiga lokasi tersebut yaitu Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero di Kecamatan Sukolilo dan Desa Tondomulyo, serta Desa Karangrowo di Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

"Kemarin, saya dapat kabar daerah Pati ini ada wilayah terisolir yang belum mendapat bantuan, terus saya datang ke tempat ini," kata Mensos di Pati, pada Jumat (6/1/2023).

Menurutnya, tekadnya menjangkau daerah terisolir didasarkan atas prinsip semua warga terdampak bencana berhak mendapatkan penanganan atau perlakuan yang sama.

"Saya selalu sampaikan (kepada jajaran), kita harus ada (bisa menjangkau) di titik-titik yang terjauh (yang tidak terjangkau), agar semua warga terdampak bisa mendapatkan hak mereka," katanya.

Setibanya di lokasi pertama di Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero di Kecamatan Sukolilo, Mensos dihadapkan pada genangan air setinggi paha orang dewasa. Tanpa pikir panjang, ia segera mengenakan sepasang sepatu boots dan _life jacket_ sebelum menaiki perahu karet yang telah disiapkan.

Mensos pun mengitari area pemukiman warga dan lahan persawahan seluas 600 hektar yang mendadak berubah bak hamparan sungai luas, sambil sesekali menyapa warga yang masih bertahan di rumah masing-masing dari atas perahu.

Kedalaman air di area ini diperkirakan mencapai dua meter lebih. Butuh waktu hampir 30 menit untuk perahu karet tiba di posko banjir Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero.

Hal serupa juga dilakukannya di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, yang kawasan rendamannya mencapai 150 hektar. Di lokasi ini, sekitar 276 rumah dengan 308 KK/894 jiwa terdampak.

Mensos pun menyambangi empat rumah warga terisolir di kawasan ini menggunakan perahu, sembari menyerahkan langsung bantuan kepada mereka dari atas perahu menjelang petang.

Membagikan mainan dan paket makanan kepada anak-anak juga tampaknya menjadi hal tak terpisahkan dari Mensos Risma. Hal ini dilakukannya tanpa terkecuali di ketiga lokasi yang dikunjunginya. Anak-anak pun berjejal, menginginkan pemberian langsung dari Mensos Risma.

Baca Juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

Pati, dikatakan Risma, bukan lokasi pertama yang diberi bantuan oleh Kemensos. Sejak daerah Pantai Utara (Pantura) Jawa dilanda banjir akhir tahun 2022 sampai awal tahun 2023, penanganan banjir telah dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Kita sudah lakukan (penanganan banjir) di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kudus, dan hari ini, Pati. Kita sudah bantu," ucapnya.

Dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati sendiri, Kemensos telah mengirimkan bantuan logistik terdiri dari makanan siap saji 2.000 paket, bumbu siap saji 468 paket, makanan anak 1.500 paket, selimut 300 lembar, kasur 300 lembar, sandang bayi 300 paket, sandang dewasa 300 paket, pembalut wanita 1.080 paket, genset _portable_ 2 unit, dan perahu evakuasi 3 unit.

Untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak banjir, mantan orang nomor satu di Surabaya ini juga mengecek dapur umum di dua lokasi, yakni di Sentra "Margo Laras" di Pati dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.

Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Pati Muhtadi menyatakan dengan mengerahkan 23 personel Tagana Pati, dapur umum dari kedua lokasi tersebut mampu memproduksi nasi bungkus sebanyak 2.900 setiap harinya untuk didistribusikan ke sejumlah titik banjir.

"Dapur umum di 2 titik, di Sentra dan di Dinsos, sudah 4 hari ini berjalan. Yang di Sentra memproduksi kurang lebih 400 bungkus, yang di Dinsos kurang lebih ada 2.500 bungkus per hari, untuk 3 kali makan," katanya di sela-sela kunjungan Mensos.

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Santunan untuk 3 Korban Banjir di Semarang

Selain meninjau lokasi bencana banjir dan mengecek dapur umum, Mensos juga menyerahkan santunan kepada ahli waris dari tiga korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Santunan senilai Rp15 juta/korban jiwa diberikan kepada Iin Sofiati ahli waris dari almh. Dinda Shefira Angelita asal Tegal, Puji Sugiharto ahli waris dari Muh. Kavinabeel asal Jepara, dan Parniati ahli waris dari alm. Sunaryo asal Ngawi. Saat kejadian, ketiganya tengah berada di Kota Semarang.

Iin Sofiati (48), yang merupakan ibu sekaligus ahli waris dari almh. Dinda Shefira Angelita (19) terpukul atas kehilangan anaknya yang tengah mengenyam bangku perkuliahan di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Anaknya meregang nyawa akibat tersengat listrik saat melintasi area banjir tidak jauh dari indekosnya di Kota Semarang bersama temannya, yang juga meninggal di tempat yang sama, alm. Muh. Kavinabeel.

Atas perhatian Kemensos kepadanya, Iin mengucap syukur. "Sebenarnya, saya tidak berharap (santunan) ini, tapi karena ini bentuk perhatian dari Kemensos, apalagi diantar langsung oleh Ibu Menteri, saya _Alhamdulillah_ sekali," kata Iin usai menerima santunan di Sentra Margo Laras di Pati. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.