Kamis, 04 Jun 2026 04:47 WIB

Bayi di Surabaya Meninggal Mendadak Usai Diberi Susu Formula

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Des 2022 15:59 WIB
Petugas BPBD membawa jenazah bayi ke RSU dr Soetomo
Petugas BPBD membawa jenazah bayi ke RSU dr Soetomo

selalu.id - Bayi berusia 2 bulan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Jalan Semolowaru Utara, Sukolilo, Surabaya, Selasa (13/12/2022). Disebutkan ada kejanggalan pada kematian bayi tersebut. Diduga akibat susu formula yang usai diberikan.

Informasi yang dihimpun Selalu.id melalui laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, kejadian tersebut pukul 10.43 WIB. Diketahui bayi tersebut juga mempunyai riwayat kelainan jantung.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, menurut keterangan keluarga sekitar pukul 4.30 WIB, bayi perempuan berisinial SFA itu sebelumnya diberi susu formula oleh orangtuanya.

"Kemudian orang tua (ibunya) mengetahui bayi itu tiba-tiba tidak bergerak,"kata Hidayat melalui laporannya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Saat mengetahui anaknya tidak bergerak, Ibu yang berisinial CNM (29) langsung menghubungi pihak puskesmas menur untuk segera diperiksa.

"Kemudian puskesmas menur menghubungi 112 Command center untuk tindak lanjut dikarenakan indikasi bayi meninggal tidak wajar,"ujarnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Petugas tim Inafis langsung ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap bayi dan di bawa ke RSU dr Soetomo, menggunakan ambulans PMI.

Keluarga bayi diarahkan ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas meninggalnya bayi tersebut. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.