Minggu, 04 Okt 2026 11:38 WIB

Silaturahmi ke AMSI, Ketua PA GMNI Jatim Berkomitmen Menyemai Nilai Kebangsaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Des 2022 23:50 WIB
Ketua PA GMNI Jatim bersama pengurus AMSI
Ketua PA GMNI Jatim bersama pengurus AMSI

selalu.id - Radikalisme tengah menjadi ancaman yang meluas di masyarakat. Paham yang menonjolkan praktik intoleransi ini telah menyebar, melalui berbagai cara dan hampir berada di semua sektor.

Hal ini menjadi tantangan bersama, terutama jika dikaitkan dengan kehidupan berbangsa. Radikalisme berpotensi besar menimbulkan disintegrasi.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Situasi ini disampaikan oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Timur saat bersilaturahmi ke sekretariat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Kota Surabaya pada Senin (12/12/2022).

Ketua DPD PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono mengungkapkan, pengaruh paham radikalisme ternyata sudah ditanamkan sejak dini, dari berbagai sumber yang saya terima. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat dampak yang timbul sangat membahayakan.

"Banyak yang resah tentang menguatnya pengaruh radikalisme, walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan untuk membendung paham ini. Namun potensi ancamannya masih cukup besar" ujar Deni.

Deni mengungkapkan, saat audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu, pihaknya saling berbagi fakta terkait gerakan radikalisme. Pemprov Jatim, terang dia, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran paham tersebut.

"Dan pada titik itu kita bersama-sama memiliki komitmen untuk sebanyak mungkin menyemai tanduran kebangsaan," ujarnya.

Problem ini, menurut Deni, sudah masuk pada ranah ideologi berbangsa dan bernegara yang dampaknya cukup mengkhawatirkan. Apalagi jika melihat pada sejumlah temuan, radikalisme telah menyebar kuat pada sendi - sendi fundamental kenegaraan.

Untuk menguatkan komitmen tersebut, PA GMNI Jatim akan berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Diharapkan melalui kolaborasi timbul upaya bersama untuk menghalau dampak radikalisme tersebut. Termasuk dengan media online agar hoaks yang menyebar di media sosial terkait propaganda dan agitasi radikalisme bisa dicegah dan diklarifikasi. Ini upaya bersama kita untuk menyemai lebih banyak lagi tanduran kebangsaan.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Kami mengharapkan dukungan pula dari AMSI Jatim untuk menguatkan dan berkolaborasi. Karena ini masalah kita bersama saat ini. Kondisinya, mohon maaf saat ini kita sedang tidak baik-baik saja," kata Deni.

Dia pun menyadari betul, hal ini ada kaitannya dengan tahun politik. Namun demikian, pihaknya tidak ingin menarik isu ini hanya pada ranah politik mengingat dampaknya jauh lebih mengkhawatirkan.

Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman, menyambut baik gagasan yang disampaikan PA GMNI Jatim. Dia mengungkapkan ada kegelisahan yang sama terkait masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam ancaman radikalisme.

"Sebenarnya memang selama ini masih terserak kekuatan yang punya visi dan kepedulian yang sama," kata Arief.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Arief berkaca pada Arab Spring yang terjadi di negara-negara Timur Tengah, di mana dampaknya tersebar luas berkat media sosial. Padahal, saat itu media sosial belum berkembang pesat seperti sekarang.

"Apalagi sekarang ini sudah ada 200 juta pengguna media sosial. Ini justru ancaman sangat besar, apalagi yang menjadi konsumen adalah anak-anak muda, ini mudah sekali terpapar" jelasnya.

Apalagi jika memahami algoritma digital, Arief menilai ini membuat pengguna internet semakin terkurung. Ini karena algoritma digital, khususnya media sosial, akan memberikan informasi yang cenderung disukai oleh penggunanya.

"Kalau seperti itu kan, perspektif kita menjadi sangat sempit. Itu tentu semakin menimbulkan fanatisme, ekstremisme pemikiran terhadap kelompok tertentu menjadi semakin kuat. Karena tidak komprehensif ya, pandangan-pandangan atau pemikiran itu tidak semuanya masuk," tutupnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan di lapangan masih ditemukan ratusan titik aktivitas yang tidak memiliki dasar hukum.