Kamis, 01 Okt 2026 16:49 WIB

Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB
Warga RT 10 Gubeng Kertajaya nobar film kemerdekaan "Kusno, Soekarno Arek Suroboyo" saat Tasyukuran. (foto:andra for selalu.id)
Warga RT 10 Gubeng Kertajaya nobar film kemerdekaan "Kusno, Soekarno Arek Suroboyo" saat Tasyukuran. (foto:andra for selalu.id)

selalu.id – Suasana malam menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sejumlah kampung Surabaya dibuat berbeda, salah satunya di kampung Gubeng Kertajaya, RT 10.

Tampak warga tak hanya berkumpul untuk tasyakuran dan doa bersama, tetapi juga menonton film bertema perjuangan. Menariknya, sosok Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut muncul sebagai aktor dalam film tersebut yang berjudul "Kusno, Soekarno Arek Suroboyo". 

Baca Juga: Digeruduk Gempar Jatim, Citraland Surabaya Bantah Privatisasi Air

Layar tancap sederhana di tengah kampung pun menjadi ruang bagi warga, khususnya anak muda, untuk mengenal kembali cerita tentang perjuangan dan sejarah kemerdekaan.

Bagi warga, nobar film kemerdekaan bukan sekadar hiburan untuk mengisi malam 17 Agustus. Ada pesan yang ingin ditanamkan, terutama kepada generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah bangsanya.

Ketua RT 10 Gubeng Kertajaya Surabaya, Rizky Andranata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak muda sekaligus mengajak mereka menghargai jasa para pahlawan.

“Memberikan ilmu pengetahuan terhadap generasi muda untuk menghormati dan menghargai jasa pahlawan. Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” kata Rizky, kepada selalu.id, usai nobar Film saat Tasyukuran Agustus, Minggu (16/8/2026) malam.

Menurutnya, pemutaran film juga terasa semakin relevan karena sosok yang diangkat memiliki keterkaitan kuat dengan Surabaya.

Bagi Arek Suroboyo, sejarah perjuangan tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia yang lahir di Surabaya.

“Karena Presiden RI pertama berasal dari Surabaya, maka Arek Suroboyo punya jiwa pahlawan yang diwarisi oleh Bung Karno,” ujarnya.

Rizky menyebut kegiatan tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan perayaan Agustusan sebelumnya.

Jika sebelumnya warga hanya menggelar nobar sebagai hiburan bersama, kali ini film kemerdekaan diharapkan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan perjuangan kepada generasi muda.

“Perbedaan tahun sebelumnya hanya sebatas nobar film biasa,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Batasi Kendaraan Dinas, Kadis Dipegangi Mobil Listrik

Melalui cerita perjuangan tersebut, warga berharap anak muda tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mengambil semangat yang ada di dalamnya.

Rizky menyebut semangat itu sebagai upaya mewarisi “api perjuangan” Bung Karno yang berasal dari Surabaya.

“Untuk mewarisi api perjuangan Bung Karno yang berasal dari Surabaya, sehingga muncul jiwa kepemimpinan agar menjadi anak muda yang punya daya juang tinggi untuk merubah nasib lebih baik,” tuturnya.

Pesan tersebut terasa penting di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat saat ini.

Menurut Rizky, persoalan warga tidak hanya soal pembangunan fisik. Masih ada keluhan mengenai lapangan pekerjaan, akses pendidikan yang terjangkau, hingga persoalan kemiskinan.

Ia berharap pendidikan dasar hingga menengah dapat semakin mudah diakses masyarakat, termasuk melalui pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA.

Baca Juga: Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya

Selain itu, kesenjangan ekonomi juga masih menjadi perhatian. Ia menilai semangat saling membantu antarwarga yang dulu kuat di lingkungan kampung juga perlu kembali ditumbuhkan.

“Keluhannya seperti lapangan pekerjaan, pendidikan yang terjangkau, gratis dari SD-SMA, kemiskinan masih banyak, kesenjangan Gini Ratio, dan saling membantu terhadap sesama yang menurun,” ungkapnya.

Bagi Rizky, kemerdekaan bukan hanya cerita masa lalu yang diputar di layar.

Semangat perjuangan para pahlawan, tambah Andra, justru perlu diterjemahkan ke persoalan hari ini. Anak muda diharapkan punya keberanian untuk belajar, bekerja, memimpin, sekaligus membantu lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, layar film di tengah kampung malam itu menjadi lebih dari sekadar tontonan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

Dalam momen itu, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.

Daftar Lengkap Reshuffle Menteri dan Pejabat yang Dilantik Presiden Prabowo

Langkah perombakan ini tercatat menjadi reshuffle ke-7 di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemkab Sidoarjo Teguhkan Komitmen dalam Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Kesaktian Pancasila

Momentum 1 Oktober ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga ideologi Pancasila sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan.

Sidoarjo Bidik STBM Paripurna 2026, Tim Verifikator Nasional Tinjau Enam Lokasi

Enam lokasi tersebut dipilih untuk menggambarkan pelaksanaan lima pilar STBM di berbagai sektor.

Kejutan! Presiden Prabowo Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, DPR Setuju Komjen Suyudi sebagai Kapolri Baru

Lembaga legislatif menerima Surat Presiden terkait permintaan dilakukannya uji kelayakan calon tunggal Kapolri.

Top 5 Berita: 3 Anggota DPRD Kader Gerindra hingga Kakek Tewas

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca di dominasi pemberitaan soal tiga anggota DPRD dari Kader Gerinda yang ditangkap polisi saat pesta narkoba.