Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB
selalu.id – Suasana malam menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sejumlah kampung Surabaya dibuat berbeda, salah satunya di kampung Gubeng Kertajaya, RT 10.
Tampak warga tak hanya berkumpul untuk tasyakuran dan doa bersama, tetapi juga menonton film bertema perjuangan. Menariknya, sosok Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut muncul sebagai aktor dalam film tersebut yang berjudul "Kusno, Soekarno Arek Suroboyo".
Baca Juga: Malam Tasyakuran di Petrang Jember Diwarnai Saling Suap Tumpeng
Layar tancap sederhana di tengah kampung pun menjadi ruang bagi warga, khususnya anak muda, untuk mengenal kembali cerita tentang perjuangan dan sejarah kemerdekaan.
Bagi warga, nobar film kemerdekaan bukan sekadar hiburan untuk mengisi malam 17 Agustus. Ada pesan yang ingin ditanamkan, terutama kepada generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah bangsanya.
Ketua RT 10 Gubeng Kertajaya Surabaya, Rizky Andranata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak muda sekaligus mengajak mereka menghargai jasa para pahlawan.
“Memberikan ilmu pengetahuan terhadap generasi muda untuk menghormati dan menghargai jasa pahlawan. Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” kata Rizky, kepada selalu.id, usai nobar Film saat Tasyukuran Agustus, Minggu (16/8/2026) malam.
Menurutnya, pemutaran film juga terasa semakin relevan karena sosok yang diangkat memiliki keterkaitan kuat dengan Surabaya.
Bagi Arek Suroboyo, sejarah perjuangan tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia yang lahir di Surabaya.
“Karena Presiden RI pertama berasal dari Surabaya, maka Arek Suroboyo punya jiwa pahlawan yang diwarisi oleh Bung Karno,” ujarnya.
Rizky menyebut kegiatan tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan perayaan Agustusan sebelumnya.
Jika sebelumnya warga hanya menggelar nobar sebagai hiburan bersama, kali ini film kemerdekaan diharapkan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan perjuangan kepada generasi muda.
“Perbedaan tahun sebelumnya hanya sebatas nobar film biasa,” katanya.
Baca Juga: Malam Tasyakuran HUT RI jadi Ruang Ibu-ibu di Barata Jaya Surabaya Bicara Soal SPMB
Melalui cerita perjuangan tersebut, warga berharap anak muda tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mengambil semangat yang ada di dalamnya.
Rizky menyebut semangat itu sebagai upaya mewarisi “api perjuangan” Bung Karno yang berasal dari Surabaya.
“Untuk mewarisi api perjuangan Bung Karno yang berasal dari Surabaya, sehingga muncul jiwa kepemimpinan agar menjadi anak muda yang punya daya juang tinggi untuk merubah nasib lebih baik,” tuturnya.
Pesan tersebut terasa penting di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat saat ini.
Menurut Rizky, persoalan warga tidak hanya soal pembangunan fisik. Masih ada keluhan mengenai lapangan pekerjaan, akses pendidikan yang terjangkau, hingga persoalan kemiskinan.
Ia berharap pendidikan dasar hingga menengah dapat semakin mudah diakses masyarakat, termasuk melalui pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Zaman, Pemuda Pakis Gang 2 Surabaya Siap Jadi Tuan dan Nyonya di Rumah Sendiri
Selain itu, kesenjangan ekonomi juga masih menjadi perhatian. Ia menilai semangat saling membantu antarwarga yang dulu kuat di lingkungan kampung juga perlu kembali ditumbuhkan.
“Keluhannya seperti lapangan pekerjaan, pendidikan yang terjangkau, gratis dari SD-SMA, kemiskinan masih banyak, kesenjangan Gini Ratio, dan saling membantu terhadap sesama yang menurun,” ungkapnya.
Bagi Rizky, kemerdekaan bukan hanya cerita masa lalu yang diputar di layar.
Semangat perjuangan para pahlawan, tambah Andra, justru perlu diterjemahkan ke persoalan hari ini. Anak muda diharapkan punya keberanian untuk belajar, bekerja, memimpin, sekaligus membantu lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, layar film di tengah kampung malam itu menjadi lebih dari sekadar tontonan.
Editor : Redaksi