Sabtu, 26 Sep 2026 00:02 WIB

Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Selasa, 11 Agu 2026 19:49 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau lahan kering di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik. (dok.ist)
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau lahan kering di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik. (dok.ist)

selalu.id - Kekeringan yang melanda kabupaten gresik jawa timur, membuat Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, meninjau areal persawahan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Selasa (11/8/2026) siang. Saat mengecek langsung area persawahan yang mengalami kekeringan, Mentan Amran didamping Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, beserta jajaran Kementan RI.

Data Kementerian Pertanian mencatat, 229,9 hektar lahan pertanian di Jawa Timur terdampak kekeringan. Dari angka itu, ada 19,2 hektar yang berada di Gresik. Merespon ini, Mentan Amran mengaku akan mengupayakan pengadaan pompa secara langsung tanpa birokrasi yang panjang.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Hari ini kita langsung mengecek lapangan karena kedengaran ada kekeringan 200 hektar lebih. Nah, 200 hektar ini kita tidak boleh anggap remeh. Sekecil apapun kita bisa memberikan solusi di lapangan," ujar Amran.

Untuk lahan yang masih memiliki sumber air, pemerintah menyiapkan pompa untuk mengalirkan air dari sungai atau waduk ke sawah. Sedangkan di wilayah tanpa sumber air, pemerintah menyiapkan sumur dangkal. titik sumur akan ditentukan melalui survei geolistrik.

Dalam kunjungan ini, Menteri Amran menyebut bahwa stok beras jawa timur menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dengan Mencapai 1,3 juta ton. Meski demikian, mitigasi kekeringan tetap dilakukan untuk menjaga produksi.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

"Alhamdulillah, saat ini untuk Jawa Timur itu berasnya 1,3 juta dan ini tertinggi sepanjang sejarah. Jadi kita tenang tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini. Insya Allah aman," sambungnya.

Mentan juga menyerahkan dua unit traktor kepada kelompok ibu-ibu buruh tani. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi buruh tani, melalui pemanfaatan dan penyewaan alat secara berkelompok.

Baca Juga: Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

Sementara itu, petani di Desa Munggugianti mengaku kelimpungan mencari air. Kondisi kekeringan ini sudah terjadi hampir satu bulan terakhir. Penggarap ladang terpaksa harus berjuang ekstra untuk mencari air untuk menyiram lahan mereka dimasa pemupukan.

"Kering ini lahannya, kalau pemupukan ya dicarikan air ke mana-mana. Kalau tidak dicarikan air, tidak bisa tumbuh," ujar Lasih yang sudah genap berusia 73 tahun.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.