Kala Para Purnawirawan Jember Menantang Angin Pantai Pancer demi Sang Saka
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Senin, 17 Agu 2026 20:13 WIB
selalu.id - Sengatan angin laut dan debur ombak di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember, menjadi saksi bisu sebuah pemandangan yang tak biasa pada Senin (17/8/2026).
Barisan lansia berseragam rapi berdiri tegap di atas pasir pantai, menantang usia dan terik matahari.
Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Polda Jatim: Dari Refleksi Kemerdekaan hingga Apresiasi Personel
Mereka bukan prajurit muda yang sedang berikrar, melainkan para pensiunan dan purnawirawan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Jember, yang berkumpul untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah suasana yang penuh khidmat dan desir angin pesisir, H. Ahmad Sudiyono memimpin jalannya upacara bendera sebagai Inspektur Upacara.
Meski sebagian besar peserta telah menginjak usia kepala tujuh, aura ketegasan dan rasa cinta tanah air masih terpancar kuat dari raut wajah mereka yang bergaris.
Namun, kejutan sesungguhnya baru dimulai persis ketika protokol upacara dibubarkan.

Bukannya berjalan santai atau menaiki kendaraan dinas menuju titik kumpul, Ahmad Sudiyono justru dengan gesit menaiki seekor kuda.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI Sidoarjo, Dari Pemberian Remisi hingga Rekor MURI Polresta
Aksi spontan sang pimpinan ini langsung menyedot perhatian seluruh peserta. Gelak tawa, tepuk tangan, dan rasa kagum membuncah seketika, mengubah suasana sakral menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh warna.
"Semangat memperingati sejarah perjuangan kemerdekaan tidak boleh surut. Kami ingin menjadi contoh bagi generasi penerus agar memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan," tutur Ahmad Sudiyono usai menunggangi kudanya.
Bagi veteran sipil ini, momen menunggang kuda di tepi pantai bukan sekadar atraksi hiburan. Ada pesan tersirat yang ingin disampaikan kepada generasi muda: pengabdian pada bangsa tak mengenal batas usia.
Ia menekankan bahwa jika pahlawan masa lalu bertaruh nyawa dengan bambu runcing dan senjata, maka perjuangan anak muda hari ini adalah mengisi kemerdekaan lewat ilmu, kreativitas, dan inovasi.
Baca Juga: Sujud Syukur 9 Warga Binaan Lapas Mojokerto saat Terima Remisi Bebas di HUT RI ke-81
Tak lupa, Sudiyono juga menyuarakan apresiasi atas program sosial pemerintah seperti sekolah gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sungguh-sungguh menyentuh rakyat kecil.
Langkah kaki kuda di atas pasir Pantai Pancer hari ini menjadi simbol penutup yang manis.
Para lansia Jember telah membuktikan satu hal: rambut boleh memutih dan usia terus bertambah, namun kobaran api nasionalisme di dada mereka akan tetap menyala sampai kapan pun.
Editor : Zein Muhammad